
Di apartemen Nadia bingung tidak ada yang bisa di lakukan nya.
" klo butuh apa-apa panggil bibi aja non" ucap wanita paruh baya.
" iya bi, nama bibi siapa ya?" tanya Nadia sopan.
" panggil aja bi sumi"
" iya bi sumi, bi balkon di sebelah mana ya bi?"
" disebelah sana non, mari saya antar"
Bi sumi pun mengantar Nadia ke balkon.
" non saya tinggal dulu ya, saya mau lanjut beberes, non butuh sesuatu?"
" ngga ada kok, ya udh bibi lanjut aja"
Dari atas balkon nampak jelas pemandangan kota Pekanbaru yang masih Asri, terdapat banyak pohon-pohon hijau yang tumbuh di pinggir jalan.
Tiba-tiba dia teringat dengan seseorang yang pernah menyakitinya, rela meninggalkan dia hanya karna wanita lain yang tidak seberapa dan ternyata wanita itu adalah adik nya sendiri, Nadia teringat akan sosok Ardi.
Ia berteriak dari atas balkon tersebut untuk sekedar melepas rasa sakit yang ia pendam selama ini.
" aaaaaaa, guee Sayangg sama luuu bangsatt " teriak Nadia, kemudian suara nya mengecil " tapi kenapa lu malah khianati gue," tangis Nadia mulai pecah.
Tiba-tiba terdengar sahutan dari apartemen sebelah.
" gue juga sayangg luu" suara sahutan tersebut.
Nadia yang mendengar itu pun kaget, ia langsung masuk ke dalam apartemen ntah mengapa dia merasa takut.
Didalam apartemen Nadia masih ngos-ngosan setelah berlari dari balkon " itu tadi siapa ya, manusia apa setan, kok tiba-tiba tiba nyaut, klo manusia bapak-bapak atau cogan, klo cogan si ga papa, klo bapak-bapak aduh bahaya" gumam Nadia sambil berpikir.
" nona kenapa ngos-ngosan gitu habis ngapain"
" itu bi dari balkon, kan tadi Nadia teriak tiba-tiba ada yang nyahut"
" emang Non Nadia teriak apa?"
" gue sayang sama lu, trus di sahutin sma suara itu gue juga sayamg sama lu, gitu bi" Nadia menceritakan.
" astagfirullah non, mungkin itu tetangga sebelah"
" tetangga sebelah itu bapak-bapak atau om-om bi? "
" kakek-kakek non"
" hah apa?"
__ADS_1
"tapi dia tinggal sama cucu nya non, cucu nya mungkin seumuran Tuan Rizki, ganteng nya juga hampir sama dengan tuan Rizki ya tetap gantengan tuan Rizki si non " jelas bi sumi.
" oh syukurlah setidaknya bukan bapak²,atau om²" ucap Nadia sambil mengelus dada nya.
" ni minum dulu non biar tenang" ucap bi sumi sambil menyodorkan segelas air putih.
Nadia pun meminum nya hingga habis setengah, setelah itu ia pergi masuk ke kamar Rizki.
Jam 5 sore Rizki kembali ke apartemen, ia menanyakan keberadaan Nadia kepada bi sumi, bi sumi pun memberi tahu, bi sumi juga menceritakan kejadian yang dialami Nadia tadi, Rizki hanya tertawa kemudian dia menyuruh bi sumi untuk membangun kan Nadia.
Bi sumi pun pergi ke kamar untuk membangun kan Nadia.
" non Nadia bangun udah sore."
Nadia mengguliat " jam berapa bi? "
" udah jam 5 non"
Nadia kaget dan langsung bangun, "kenapa bibi baru bangunin?"
" bibi ga tega liat non tidur nyenyak jadi bibi ga bangunin"
" ya udh bi Nadia mandi dulu" ucap nya sambil beranjak ke kamar mandi, setelah mandi Nadia melaksanakan kewajibannya sebagai wanita muslimah. Setelah selesai baru lah ia keluar menemui Rizki dan yang berada di ruang tamu.
" udah lama datang bang? " tanya Nadia seraya duduk di samping Rizki.
" udah dari sebelum kamu bangun tadi malahan" jawab Rizki yang masih pokus dengan ponsel nya.
" ngurusin kerjaan"
" oh iya bang Nadia kapan bisa masuk sekolah? "
Rizki yang mendengar pertanyaan Nadia lekas menyimpan ponsel nya lalu menjawab " Nad kmu kan baru selesai ujian, belum ngambil lapor, jadi otomatis belum masuk ajaran baru" jelas Rizki dengan sabar.
" oh iya Nadia lupa, jadi masih lama dong Nadia masuk sekolah"
" iya masih lama sekitar 1 bulan lagi baru masuk tahun ajaran baru" jawab Rizki.
" masalah perusahaan gimana bang" ucap Nadia mengalih kan pembicaraan.
" Abang masih pikirin gimana cara nya membungkam orang-orang yang tidak bertanggung jawab di perusahaan kamu dek"
" bang Nadia punya ide"
" ide apaan? " tanya Rizki antusias.
" jadi gini nanti kan Nadia bakal ngelamar jadi cleaning servis di perusahaan itu, Nadia bakal lihat langsung bagaimana orang-orang tersebut dalam bekerja" jelas Nadia.
" kmu serius mau jadi cleaning servis?"
__ADS_1
" serius lah bang, kan Nadia masih ada waktu 1 bulan menjelang masuk sekolah buat ngurus perusahaan"
" kamu yakin bakal berhasil? "
" ga ada salah nya juga kan bang, lagian mereka ga ada yang kenal sama Nadia, jadi gampang ngelabuin mereka, yang terpenting abang urus aja surat lamaran kerja Nadia"
" ya udah klo itu biar abang yang urus"
Tak lama terdengar azan Maghrib dari masjid terdekat, mereka pun berjama'ah sholat bersama bi sumi.
Setelah sholat mereka makan malam berama, bi sumi juga turut serta makan di meja makan karna Rizki sudah menganggal bi Sumi sebagai ibu nya.
" Nadia setelah ini kamu siap-siap kita bakal ke mansion"
" kenapa non Nadia ga nginap di sini aja tuan? " tanya bi sumi.
" ga enak lah bi sma orang-orang di sekitar sini, lagian kan aku sma Nadia bukan saudara kandung takut nya khilaf" jawab Rizki.
Selesai makan Nadia kembali ke kamar dan bersiap-siap untuk berangkat ke mansion, dia menggunakan kemeja hitam dengan menggunakan celana jins berwarna hitam di padu dengan jilbab senada.
sedangkan Rizki menggunakan Baju kemeja santai hitam salur.
Setelah sholat isya mereka berangkat ke mansion.
" Nadia mau mampir ke mall dulu beli baju?" tanya Rizki ketika mereka sudah di perjalanan.
" besok aja lah bang, malas mampir-mampir "
" ya udah klo gitu"
Sekitar 40 menitan mereka sampai di depan mansion milik pribadi Rizki.
Nadia sempat tercengang melihat mansion yang begitu menghipnotis mata nya.
" masukk! Malah bengong " ucap Rizki sambil menarik tangan Nadia.
Mereka pun masuk saat di pintu utama ada beberapa bodyguard yang menyambut mereka.
Semakin ke dalam semakin membuat Nadia kagum akan keindahan mansion tersebut yang lebih mirip istana.
Dengan corak modern berwarna putih tambah memanjakan mata.
Rizki kemudian memerintahkan beberapa bodyguard untuk mengumpulkan seluruh penghuni mansion, mulai dari yang ada pelayan, tukang kebun dan lain-lain.
Setelah semua telah terkumpul Rizki pun mengenal kan Nadia kepada seluruh orang yang berada di sana, mereka semua pun hormat kepada Nadia.
Setelah mengenal kan Nadia, Rizki menyuruh salah satu pelayan untuk mengantar Nadia ke kamar nya.
" oh iya bi Abel kok ga ada keliatan? "tanya Rizki kepada salah satu pelayan yang masih berada di situ.
__ADS_1
" kayak nya nona Abek belum pulang tuan"
" oh ya sdh bi mksih" Rizki pun berjalan ke kamar nya untuk beristirahat.