
Tak terasa 3 minggu sudah Nadia berada di kota itu untuk mengurus perusahaan nya, tinggal menunggu 1 minggu lagi Nadia akan kembali bersekolah memasuki tahun ajaran baru.
Malam itu Nadia, Abel dan Rizki duduk bersantai diruang tamu sambil memakan snack dan menonton televisi.
" bang Rizki minggu depan Nadia udah sekolah kan?" tanya Nadia.
" iya" jawab Rizki singkat sambil terus mengunyah snack yang ada di mulut nya.
" Nadia abang masukin sekolah dimana?" tanya Nadia lagi.
" SMA" lgi-lagi Rizki menjawab dengan singkat.
Sedang kan Abel hanya menjadi pendengar yang baik, mata nya tetap pokus ke layar televisi, tanpa ada niat mengikuti obrolah Rizki dan Nadia.
" bang " panggil Nadia kesal, karna dari tadi Rizki terlihat tidak peduli dengan pertanyaan nya.
Rizki yang melihat Nadia kesal segera melepas snack nya meletakkan di meja dan menghadap Nadia yang duduk di sofa sebelah nya. " iya kenapa adek ku yang paling cantik" jawab nya dengan nada yang sangat lebay di dengar Nadia.
" bang bisa ga si ga usah lebay, jijik tau dengar nya" jawab Nadia.
Abel sama sekali tak menghiraukan mereka berdua.
Sedang Rizki hanya terkekeh geli.
" bang Nadia mau minta sesuatu " ucap Nadia.
" mau minta apa? " tanya Rizki lembut.
" boleh ga klo Nadia masuk pesantren, soal nya dari tamat SD kemarin Nadia pengen masuk pesantren tapi ga kesampean" ucap nya dengan Nada sedih.
Rizki yang mendengar permintaan Nadia pun menjawab dengan halus " Nadia kamu kan ikut abang ke sini mau bantu abang ngurus perusahaan, dan klo kamu msuk pesantren otomatis ga dapat ijazah."
" kan abang bisa jemput Nadia dan izin sama kepala pesantren jika sewaktu-waktu abang ga bisa nanganin perusahaan, masalah ijazah kan bisa di urus ikut ujian di SMA tapi belajar nya di pesantren, jadi setiap ujian Nadia ikut di SMA, Nadia pengen ngerasain gimana rasa nya tinggal di pesantren, "
Rizki nampak berpikir dan menimbang ucapan Nadia, dan akhir nya " ya udah klo itu mau kamu abang bakal urus masalah ujian kamu itu."
"makasih abang udah pengertian sama Nadia" ucap Nadia senang sambil memeluk Rizki.
Tapi pelukan nya terhenti kala Abel berbicara "hmm bukan mahrom woy, main peluk-peluk aja"
__ADS_1
Nadia yang tersadar segera melepas pelukan nya " hheh maaf kak, spontan tadi saking senang nya"
" iya ga papa lain kali jangan di ulangin, ntar Rizki yang ke enakan" ucap Abel lagi menasehati.
Nadia hanya mengangguk.
" lah kok malah ke gue lagi si" ucap Rizki tak terima.
Sedang Abel tak menggubris ia kembali pokus ke layar televisi.
" Nad besok persidangan pak Budi dan Bu Rita kamu ikut ya"
" ga ah bang malas abang aja, biar aku yang keperusahaan"
" Nadia mereka kan korupsi di perusahaan kamu, jadi kamu harus ikut datang sebagai pemilik perusahaan "
" bang kenapa abang ga kasih waktu buat mereka ngelunasin uang yang mereka gelap kan itu? "
" Nad jika dilama-lama kan dan di kasih kesempatan mereka akan ngelunjak, kamu udh liat sendiri kan gimana sikap dia ke kamu waktu itu, padahal udah jelas-jelas dia yang salah"
" iya juga si bang, tapi kasian juga kan mereka, gimana nasip keluarga mereka"
" ga ada gitu niatin bantu keluarga nya, kasih dana gitu, siapa tau mereka lagi kesusahan "
" Nadia kamu itu terlalu polos atau terlalu baik si, udah besok ikut abang ke persidangan "
Keesokan hari jam 10 pagi, sedang di adakan sidang hukuman terhadap pak Budi dan Bu Rita dengan kasus penggelapan uang perusahaan senilai 3 milyar rupiah.
1 jam sidang berlangsung akhir nya ketua hakim memutuskan hukuman terhadap dua orang tersebut. Masing-masing mereka mendapatkan hukuman pidana penjara selama 4 tahun.
************
1 minggu telah berlalu hari ini hari keberangkatan Nadia ke pesantren, Nadia begitu semangat karna impian nya sebentar lagi akan terwujud.
Nadia dan Rizki sudah bersiap-siap, Abel tidak ikut mengantar karna ada urusan mendadak di butik nya,
Jam 9 pagi mereka berangkat, jarak dari mansion ke pesantren itu memakan waktu sekitar 1 jam, Rizki sengaja memilih pesantren tersebut karna fasilitas nya yang mencukupi, serta guru-guru yang sudah profesional, hingga Rizki mempercayakan Nadia di pesantren itu.
Abel yang mengetahui Nadia akan masuk pesantren sudah menyiap kan banyak baju gamis dan syar'i untuk di bawa ke pesantren karna Abel tau pasti Nadia tidak mempunyai baju seperti, karna Nadia yang sedikit tomboy lebih menyukai memakai celana dan kemeja di padu dengan jilbab persegi 4 atau jilbab sport.
__ADS_1
1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di depan pintu gerbang pesantren terkenal dan terbaik di kota itu.
Nadia dan Rizki memasuki gerbang pesantren itu dan memarkirkan mobil nya di parkiran yang ada disana.
Nadia dan Rizki berjalan dengan anggun nya memasuki kawasan pesantren, seketika mereka berdua jadi pusat perhatian santri dan santriwati di sana. setelah cukup jauh berjalan akhirnya mereka sampai di depan rumah kepala pesantren tersebut.
Rizki mengetuk pintu seraya mengucap salam "Assalamualaikum".
2 kali Rizki dan Nadia mengucap salam akhirnya terdengar sahutan dari dalam.
" Waalaikumus'salam" terdengar jawaban dari dalam rumah, tak lama pintu terbuka, keluar lah seorang wanita paruh baya berusia sekitar 40an bernama azizah, biasa para santri memanggil nya umi zizah, ia istri dari uztadz Musa atau lebih sering dipanggil Abi Musa.
" kamu santri yang akan masuk di sini kan" tanya wanita tersebut yang tak lain umi Zizah.
" iya umi saya ke sini mengantar adik saya" ucap Rizki sopan.
Sedangkan Nadia hanya tersenyum ramah.
" silah kan masuk dulu nak sambil menunggu Abi datang," ucap nya mempersilakan.
Nadia dan Rizki pun masuk dan duduk di kursi ruang tamu yang tidak begitu luas tapi cukup untuk menerima tamu-tamu yang berdatangan.
sedang kan umi Zizah dia izin ke belakang untuk membuat kan minum, beberapa menit kemudian ia kembali dengan 3 gelas teh hangat yang ia bawa di atas napan,tidak lupa pula ada sepiring pisang goreng yang di suguh kan untuk tamu nya itu.
" silah kan di minum sama di makan pisang nya nak" ucap umi zizah.
" iya umi" jawab Rizki dan Nadia berbarengan.
Rizki dan Nadia pun meminum teh buatan umi zizah karna memang mereka haus setelah 1 jam perjalanan, mereka juga memakan pisang goreng buatan umi zizah.
" oh iya memang nya Abi musa kemana?" tanya Rizki membuka pembicaraan.
" biasa nya jam segini lagi ngajar di kelas, tapi sebentar lagi pulang, tunggu aja" ucap umi Zizah sangat sopan.
Rizki hanya mengangguk.
Tak lama terdengar suara salam dari depan, masuk lah abi musa, dan umi zizah pun mempersilahkan abi musa turut duduk bersama mereka.
Abi Musa yang sudah mengetahui kedatangan kedua orang tersebut karena 3 hari sebelum kedatangan Nadia ke pesantren itu, Rizki lebih dulu mendatangi pesantren dan mendaftar kan Nadia di sana.
__ADS_1
Kasih dukungan dan like nya ya biar Author semangat up nya.