Jodohku Abang Angkatku

Jodohku Abang Angkatku
Terungkap


__ADS_3

Di ruangan nya Rizki sedang berkumpul dengan asisten dan pengacara nya untuk membahas kasus Rita dan Budi.


Beberapa saat kemudian mereka memutuskan memberi waktu 3 hari kepada Rita dan Budi untuk mengembalikan uang perusahaan yang mereka gelap kan sebanyak 3 Milyar, jika tidak bisa mengembalikan maka pihak perusahaan akan melapor ke kepolisian.


***********


Budi yang berada di ruangan nya nampak gusar, ia memikirkan cara agar berkas itu bisa kembali ke tangan nya dan tidak sampai ke tangan Rizki, dia tidak tahu jika berkas tersebut sudah berada di tangan Rizki.


Tiba-tiba ia mendapat ide, kemudian ia meminta sekretaris nya untuk memanggil salsa atau Nadia keruangan nya.


Tak lama Nadia datang, ia penasaran apa yang akan di lakukan Pria tersebut kepada nya.


" Salsa saya dengar ibu kamu di kampung sedang sakit, dan membutuhkan biaya yang cukup besar." ucap pak Budi.


" lalu apa maksut bapak mengatakan itu" tanya Nadia, ia sudah bisa membaca jalan pikiran org tersebut.


" saya punya dua pilihan, kamu kembali kan berkas itu kepada saya dan saya akan memberikan imbalan berupa membiayai ibu mu sampai sembuh, dan jika kamu menolak siap-siap kamu akan saya pecat dan saya lapor kan ke pihak polisi dengan kasus pencurian data penting " ucap pak Budi memberi pilihan.


Nadia hanya tersenyum puas saat mendengar permintaan pak Budi, ia sudah merekam semua yang di bicarakan pak Budi kepada nya.


Pak Budi yang melihat Nadia tersenyum kembali bertanya " bagaimana menarik bukan tawaran saya, atau kamu mau minta lebih?" tanya pak Budi lagi.


Nadia kemudian membuka suara " kamu pikir saya akan terima tawaran kamu?"


" mengapa tidak, bukan kah kamu sangat membutuhkan uang?"


" siapa bilang? " senyum Nadia sinis.


Pak Budi nampak bingung melihat perubahan sikap Salsa Atau Nadia yang sebelumnya sopan kepada nya sekarang berubah, Nadia seperti berbicara kepada bawahan nya, meski kenyataan memang begitu, hanya saja pak Budi tidak mengetahui nya.


" maksut kamu apa, kenapa sekarang kamu berlagak seperti atasan nya, ingat jabatan kamu itu hanya OB dan selamanya akan tetap OB jika sikap kamu seperti itu, tapi jika kamu menerima tawaran saya tadi maka kamu bisa saya angkat jadi karyawan di sini " ucap Budi kembali meyakinkan.


" perihal ibu saya yang sakit itu hanya lah omong kosong untuk menipu kalian, saya sengaja melakukan ini untuk melihat langsung bagaiman kerja kalian terhadap bawahan mu, sekarang saya sudah melihat langsung dan tidak akan melepasnya lagi" ucap Nadia dengan penuh penekanan.


Budi terkejut mendengar ucapan Nadia, karna otak nya di penuhi banyak pikiran ia tidak bisa mencerna omongan Nadia.

__ADS_1


" maksut kamu apa menipu kami? "


Belum sempat Nadia menjawab tiba-tiba pintu ruangan terbuka, Nadia dan pak Budi pun memandang siapa yang datang.


Alangkah terkejut nya pak Budi melihat siapa yang masuk kedalam ruangan itu, berbeda dengan Nadia ia nampak santai.


"Asisten Tomi tolong panggil kan bu Rita, suruh dia keruangan ini segera!" Ucap Rizki.


Ya yang datang tersebut adalah Rizki beserta asisten nya tomi dan pengacara nya Alex.


Rizki nampak berjalan dengan wajah yang datar memasuki ruangan itu dan duduk di sofa di ikuti sang pengacara.


Nadia pun turut duduk di salah satu sofa yang kosong yang berhadapan dengan Rizki.


" silahkan duduk pak Budi" ucap Rizki mempersilahkan.


Pak Budi nampak gugup ia sudah membayangkan apa yang akan terjadi beberapa menit kedepan nya, namun ia tetap berusaha menyembunyikan kegugupan itu, dan duduk di sofa antara Nadia dan Rizki.


Tak lama Asisten Tomi datang bersama Rita, Rita nampak gugup dia duduk di sofa samping Nadia. Asisten Tomi mengambil kursi kerja dan memindahkan nya ke samping pengacara Alex.


Rita dan Budi sama-sama diam dan menunduk.


Rizki ingin sekali membentak mereka berdua tetapi ia mengingat ada Nadia di situ.


(sedikit author kasih tau ya Nadia ini trauma sama yang nama nya bentakan, walau pun bukan dia yang di bentak tetap Nadia ikut merasakan jika ia yang sedang di bentak, tapi klo dia yang ngebentak orang ga papa 😂)


Rizki tidak mau melihat Nadia menangis, maka dari itu ia lebih memilih untuk menahan emosi nya.


" jawab jangan hanya menunduk" ucap Rizki dingin tapi dengan suara pelan.


Nadia hanya menyimak, ia menunggu bagian nya baru ia akan bertindak.


" iya pak saya tau" ucap Budi.


" bagus jadi tidak perlu saya jelaskan lagi, langsung saja ke penyelesaian, pak Alex bacakan" ucap Rizki sangat dingin.

__ADS_1


Nadia yang melihat Rizki seperti itu tidak percaya, Rizki yang ia Kenal selama ini adalah Rizki yang mudah berbicara, tidak pernah sama sekali berbicara dingin kepada nya atau keluarga nya, baru kali ini ia melihat sifat Rizki yang asli, melihat Rizki seperti iti Nadia sedikit takut.


" jadi kami sudah memutuskan untuk memberi waktu kepada pak Budi dan bu Rita selama 3 hari untuk mengembalikan uang perusahaan sebanyak 3 milyar, jika tidam bisa mengembalikan maka kasus ini akan di bawa ke pihak berwajib" ucap pengacara Alex.


Rita dan Budi sama-sama terkejut bagaimana mungkin ia bisa mengembalikan uang sebanyak itu dalam 3 hari.


" apa tidak bisa beri kami waktu yang lebih lama, tidak mungkin kami bisa mengembalikan uang sebanyak itu dalam waktu 3 hari" ucap Rita memberanikan diri.


Kali ini Nadia yang menyahut " mengambil saja kamu bisa dalam 1 jam kenapa ga bisa mengembalikan dalam waktu 3 hari"


" kamu ga usah sok berkuasa karena kamu saya seperti ini, andai kamu ga ikut campur semua tidak akan seperti ini, kamu sengaja mencuri berkas itu agar mendapatkan perhatian pak Rizki hah" bentak Rita kepada Nadia.


Budi yang melihat itu memberikan kode agar Rita tidak membuat rusuh tapi Rita sama sekali tidak mengindahkan nya.


Nadia hanya tersenyum sambil menunggu tindakan Rizki.


Rizki yang melihat sang adik di bentak tidak tinggal diam, ia kembali bersuara " jika besok tidak bisa kembalikan siap-siap kalian mendekam di penjara." ucap nya dengan tegas.


" pak kenapa malah di perpendek waktu nya, dalam 3 hari saja belum tentu apa lagi besok" ucap Rita memelas.


" Klo begitu siap-siap mendekam di penjara, itu hukuman karna kamu sudah berani membentak pemilik perusahaan ini" ucap Rizki dingin.


" maksut pak Rizki apa?" Tanya Budi bingung.


Kali ini asisten Tomi yang angkat bicara " sebelum mendekam di penjara mungkin pak Budi dan bu Rita harus tahu siapa pemilik perusahaan yang sebenarnya."


" tidak usah berbelit-belit pak Tomi" ucap Rizki dengan sangat dingin nya.


Nadia dan pengacara Alex saja sampai menelan saliva nya berkali-kali melihat sikap Rizki yang begitu dingin.


Berbeda hal nya dengan Tomi yang sudah mengetahui sifat bos nya tersebut.


" pemilik perusahaan sebenarnya adalah Bu Nadia salsabila, orang yang menyamar sebagai OB, orang yang selama ini selalu bu Rita rendahkan " ucap asisten Tomi.


Rita dan Budi sama-sama terkejut, akhirnya Budi paham dengan ucapan Nadia tadi.

__ADS_1


__ADS_2