Jodohku Abang Angkatku

Jodohku Abang Angkatku
Pamitan


__ADS_3

Tak lama Raihan datang.


" sorry yah Nad lama, ga lumutan kan lu?" ucap Raihan.


" hampir. " jawab Nadia santai.


"tumben lu yang ngajak gue jumpa, biasa nya kan slalu gue yang ngajak? "


" Gue mau pamit sama lu Raihan" batin Nadia.


" Nadia" panggil Raihan " lah di ajak ngobrol malah bengong."


"eh iya anu... ituu.. Eee" gugup Nadia.


"Anu apaan?"


" gue mau ngomong serius sma lu"


" ya ngomong aja gue dengerin kok" jawab Raihan sambil memandang Nadia.


" Sebenarnya gue " Nadia menggantung ucapan nya.


"sebenarnya apa? "


" Gue mau pindah sekolah, dan gue mau pamit sma lu"


" lu lagi bercanda kan Nad"


" gue serius Raihan" Nadia memandang Raihan dengan mata yang mulai ber air.


" lu mau pindah kemana, kenapa lu mau pindah?"


" ke Pekanbaru. Gue di ajak abang gue tinggal disana, dia minta gue buat nemanin dia disana."


" trus lu mau ikut abang lu cuman karna nemenin abang lu"


" ada alasan lain kenapa gue mau ikut pindah, dan maaf gue gak bisa ceritain alasan itu"


" ya udh klo memang itu keputusan lu"


" lu gak marah kan han? "


" mau marah tapi karna apa kan itu demi kebaikan lu juga, gue juga kasian liat lu di sekolah selalu di bully hanya karna mereka iri dengan kepintaran lu, semoga di sekolah baru kamu bisa dapat teman yang baik."


" makasih ya Raihan lu udah mau ngertiin gue "

__ADS_1


" iya oh iya ini buat lu," Raihan mengeluarkan sebuah kalung ber lontion inisial A " di pake ya biar lu selalu ingat sma gue"


Nadia mengambil pemberian Raihan lalu menggenggam nya "iya nantik di rumah gue pakai kok"


" Nad gue ga bisa lama, gue harus jemput ibu gue"


" Ya udah ga papa gue juga mau pulang, semoga nanti kita bisa jumpa lagi"


" iya Nadia jangan lupain tempat ini, jangan lupa pulang lagi ke kampung ini"


" Iya Raihan pasti kok, ya udh yuk pulang"


Mereka pun pulang ke rmah masing².


**********


Malam itu malam terakhir Nadia berkumpul dengan keluarga nya, Ayah nya sudah menceritakan perihal kepindahan Nadia ke Pekanbaru kepada seluruh keluarga. Nadia yang saat itu sedang mengepak baju yang akan di bawa nya dikejut kan dengan kedatangan Aulia.


" kakak serius pindah ikut bang Rizki" tanya Aulia.


" iya" jawab Nadia singkat.


" kenapa kak padahal kita baru aja bisa kumpul lagi, tapi kakak malah pergi" ucap Aulia.


Nadia menoleh dan beranjak meninggalkan kerjaan nya dan mengambil kursi belajar dan meletakkan di depan Aulia " kenapa kamu masih ingin bersama kakak? Kemarin kamu kemana di saat kakak butuhin kamu buat jadi penyemangat kakak, disaat ibu pengen ketemu kamu, kamu malah ga mau pulang dengan alasan yang ga masuk akal, bahkan setelah kepergian ibu, kamu hanya pulang sebentar, bahkan kamu ga ada rasa sedih setelah kepergian ibu, disaat Kakak melarangmu pulang ke pesantren kamu tetap pergi dan tidak mendengar kan kakak. Coba kamu pikir Aulia, sikap kakak selama ini Cuek ke kamu itu karna kakak masih dendam sama kejadian itu, setiap kakak liat wajah kamu kakak selalu keingat dimana saat ibu sekarat ibu hanya menyebut nama kamu, kakak berusaha untuk tidak dendam tapi hati kakak ga bisa, maka dari itu kakak memilih untuk ikut bang Rizki pindah ke Pekanbaru, supaya kakak bisa ngelupain kejadian itu." jelas Nadia sambil menangis sesegukan.


" bagaimana pun Ibu adalah orang yang ngelahirin dan merawat kita, ibu rela mempertaruhkan nyawa nya demi kita,kamu pikir disitu Aulia, Ayah rela panas² san buat biayain kita berdua, tapi kamu, apa balasan kamu kemarin" tangis Nadia semakin pecah ia menepis tangan Aulia yang masih menggenggam tangan nya itu.


" kak maafin Aulia, Aulia janji bakal berubah menjadi lebih baik, Aulia janji bakal berbakti sma ayah"


" oke kakak pegang janji kamu, tapi keputusan kakak sudah bulat kakak akan tetap ikut bang Rizki"


" iya kak Aulia janji"


Mereka pun saling berpelukan, Itulah yang Nadia rindukan sejak lama, kesadaran Aulia akan kesalahan masa lalu, mereka berpelukan cukup lama melepas semua beban, hingga pelukan mereka terlepas ketika ponsel Nadia berbunyi.


" Halo kenapa bang " Nadia


< Nadia ga usah banyak bawa baju, baju sekolah tinggal aja buat Aulia, kamu ntar disna beli baru aja> Rizki


" oke bang"


< besok jam 7 pagi stand bay depan rumah abng jemput>


" Ada lagi bang? "

__ADS_1


< udah itu aja, kamu istirahat lagi besok kan mau berangkat >


" iya ini udh mau tdur"


Rizki pun mematikan telpon.


Nadia melanjutkan mengemas baju nya setelah selesai, ia tidur bersma Aulia.


***********


suara kumandang azan membangun kan dua gadis bersaudara itu, mereka lekas bersiap-siap untuk sholat subuh.


setelah melaksanakan sholat subuh Nadia bersiap-siap untuk keberangkatan nya hari itu,mengemas barang-barang yang belum di selesai kan nya tadi malam.


ia teringat kalung pemberian Raihan, ia mencari kesana kesini dan akhir nya menemukan nua di saku kemeja yang ia pakai semalam, setelah menemukan kalung itu Nadia segera memakai nya.


Aulia kembali menangis, ketika merasa ia akan berpisah kembali dengan sang kakak.


Nadia yang melihat berusaha meyakin kan Aulia jika ia sudah memaaf kan nya, alasan ia tetap pergi hanya untuk membuang semua kenangan buruk yang pernah dibuat, Nadia berjanji kepada Aulia akan pulang setiap 3 bulan sekali dan hari libur.


Aulia sedikit tenang ketika Nadia mengatakan sudah memaaf kan nya, sekarang ia benar-benar merasakan kasih sayang seorang kakak dari sosok Nadia.


sejak kejadian malam itu Nadia berusaha bersikap baik kepada Aulia, ia sadar meninggal nya sang ibu bukan karna Aulia melain kan karna takdir yang sudah ditetap kan oleh Allah,jika allah sudah berkehendak maka tidak akan ada yang bisa menentang nya.


Jam 6 lewat Nadia sedang sarapan, kembali di ganggu oleh ponsel nya yang tiba-tiba berbunyi.


" knp bang "


< Nadia udah siap apa belum? >


"udah ini lagi sarapan, knp mau di percepat berangkat nya"


< enggak si, cuman nanya aja, jadwal keberangkatan pesawat kita ke Pekanbaru jam 1 siang. >


" oh oke masih sempat istirahat bearti"


< iya ntar jam 7 abang kesana>


" iya, abang udh makan, klo belum kesini aja sekalian makan"


< udah kok abang sarapan, ya udah ya abang matiin telpon ny, abg mau ke wc dulu. >


" ya udh iya"


tuuuuut.... telpon pun terputus, Nadia kembali melanjut kan makan nya yang sempat tertunda karna telpon dari sang abang angkat.

__ADS_1


kasih dukungan dam kritik nya ya


__ADS_2