Jodohku Abang Angkatku

Jodohku Abang Angkatku
Restoran


__ADS_3

Di dalam mobil Raihan kembali di introgasi oleh sang kakak.


" Rai, kok kamu bisa-bisa nya kenal sama OB itu si"


" kak kemarin Raihan satu sekolah sama dia, cuman dia pindah ke sini ikut abang nya"


" Rai kakak ga mau tau kamu harus putus sama dia"


" kenapa kak, Raihan udah terlanjur sayang sama dia"


" Rai dia itu cuma OB, ga sebanding sama kamu adik dari owner perusahaan "


" kak kami masih sama-sama sekolah, kami masih mengejar cita-cita kami"


" Rai dia cuman OB, mana bisa menggapai cita-cita nya, pokok nya kakak ga mau tau kamu harus putus sama dia"


" kakak ga bisa mandang orang dari pekerjaan nya, aku cuman adik dari owner perusahaan bukan owner nya kak."


" terserah kamu tapi kakak tetap ga setuju, klo abang kamu tau, pasti dia bakal marah sama kamu, dan perempuan tadi pasti ga akan di buat tenang sama abng kamu karna udah berani deketin kamu"


" benar juga kata kak dina, gue ga mau gara-gara gue kehidupan Nadia terusik, apa gue harus jauhin dia" batinn Raihan.


" Rai pinjam Hp kamu kakak mau telpon ibu, ponsel kakak habis pulsa"


Raihan pun memberikan hp nya tanpa rasa curiga.


" semenderita itu kah lu Nadia setelah ikut abang lu sampe-sampe lu harus jadi OB, klo gue tau semua bakal kayak gini, gue ga bakal izinin kamu pindah, tapi apa lah daya, nasi sudah jadi bubur" batin Raihan.


" nih hp nya Rai" ucap sang kakak mengembalikan hp kepada Raihan.


Raihan yang dari tadi melamun tidak menyadari jika sang kakak belum menelpon ibu nya.


**********


" ini Nadia kenapa pake lama lagi ganti baju nya" ucap Rizki kesal.


" ya maklum lah perempuan, " jawab Abel.


" tapi ga selama ini juga"


Tiba-tiba ada yang mengagetkan mereka berdua.


" ciee nungguin ya" teriak Nadia dari arah belakang.


" ya iyalah kmu lama banget"


" Nadia bikin jantung kakak hampir copot aja"


" hehhe I'am sorry" jawab Nadia sambil nyengir kuda.


" ya udah berangkat dari tadi ni perut bunyi-bunyi minta makan" ucap Rizki menunjuk perut nya.


Mereka pun berjalan keluar dari butik menuju parkiran, mereka memasuki mobil, Nadia dan Abel duduk di jok belakang, seketika Rizki kembali emosi.

__ADS_1


" eh kalian pikir saya supir, Nadia duduk di depan "


" ye kan abang emang supir, ga ah kasian kak Abel sendirian" jawab Nadia.


" abang juga sendirian ga kasian kamu?" tanya Rizki.


" ya udah kamu duduk depan aja Nad, kakak ga papa kok" balas Abel.


" tuh Abel aja ga papa"


Dengan terpaksa Nadia pindah duduk di jok depan samping Rizki, Mobil pun segera melaju.


15 menit perjalanan akhir nya mereka sampai di salah satu restoran terkenal di daerah tersebut.


" selamat datang" ucap pelayan restoran tersebut sambil memberikan menu makanan&minuman.


" kalian pesan apa?" tanya Rizki.


" terserah yang penting ga ada bau-bau daging kambing sama sapi" jawab Nadia.


" iya samain aja" ucap Abel menimpali.


" ya udah pesan yang ini, ini, sama Sayur pare" ucap Rizki sambil menunjuk menu makanan.


" eh abang pesan sayur pare buat siapa kan abang ga pandai makan sayur pare" ucap Nadia.


" buat kalian," jawab Rizki.


" aku ga mau makan,kamu aja yang makan" Jawab Abel.


" ya ga harus pare juga abang" ucap Nadia.


" ya udah sayur pare nya di batalin ya mba" ucap Rizki kepada pelayan tersebut.


"klo minuman nya pesan apa mba mas nya? "


" air putih + juz jeruk" jawab Nadia.


" lah kok dua? " tanya Rizki.


" air putih buat makan, juz jeruk sebelum makan" jawab Nadia.


" udh Riz ga usah di permasalahan, saya juz alpukat 1 ya mba" ucap Abel.


" iya saya ice tea aja mba" ucap Rizki pasrah.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, Mereka berbincang-bincang. Di saat asik berbincang datang lah pesanan minuman mereka, Sesaat kemudian Abel izin ingin ke toilet.


" Nad kamu kenapa" tanya Rizki.


" kenapa apanya"


" tadi waktu di butik, kamu beneran cari wc?"

__ADS_1


" iya bener kok" jawab Nadia gugup.


" trus kenapa kamu jawab nya gugup trus juga tadi wajah kamu kayak ada sedih ada masalah gitu "


" engga ga ada yang gugup, Nadia juga ga sedih"


" Nadia kamu ga usah boong abang tau klo kamu itu lagi boong, klo ada apa-apa cerita"


" ngga ada bang" Nadia meyakinkan.


" Nadia klo ada masalah cerita aja, siapa tau abang bisa bantu"


" apa gue cerita aja ya sama bang Rizki, biar gue sedikit tenang" batin Nadia.


" Nadia, ditanya malah bengong "


" heheh maaf bang"


" cerita aja klo ada masalah"


" tadi aku ketemu Raihan "


" dimana, kapan"


" di butik waktu Nadia bilang cari wc Nadia sebenarnya abis ketemu Raihan."


" trus kenapa wajah kamu kayak sedih gitu abis ketemu dia, harus nya senang kan"


" iya tapii, aku ketemu sama kakak nya dan calon suami kakak nya, "


" trus apa yang bikin kamu sedih"


Nadia menceritakan perihal kakak Raihan dan siapa calon suami kakak Raihan.


" oh jadi pak Rangga itu calon suaminya kakak Raihan "


" iya bang, dan dia ngenalin baju yang Nadia pake dia juga ngenalin wajah Nadia, ya walaupun Nadia cuman pernah 3 kali jumpa dia"


" ga usah sedih dong kan Nadia cuman menyamar jadi OB,"


" iya tapi kan Raihan dan keluarga nya tau nya Nadia kerja jadi OB, trus gimana klo ntar kakak Raihan cerita sama Rima adik nya Raihan, kan Rima tau nya cumn aku yang dekat sama abang nya si Raihan, Rima juga tau klo Aulia adik Nadia, Aulia sama Rima udah Nadia kenalin waktu Nadia masih disana, klo misalnya Aulia tau ntar di ceritain sama keluarga Nadia,"


"masalah itu ayah kamu udah tau, jadi kamu tenang aja"


" ayah udah tau? Abang yang ngasih tau ya? "


" iya, karna abang ga mau ntar ayah kamu tau dari org lain, dan salah paham sama abang"


" hmmm iya si, tapi kan tetap aja Nadia sedih keluarga Raihan kayak ga suka sama Nadia karna Nadia cuman OB, Nadia mau jelasin tadi mereka keburu pulang"


" Nad sebaiknya kamu ga usah cerita ke Raihan deh tentang identitas kamu sebenarnya, biar kamu tau Raihan tulus sama kamu atau giman"


" Nadia yakin Raihan tulus bang tapi boleh juga si saran abang"

__ADS_1


Pembicaraan mereka terhenti karena pelayan datang membawa pesanan mereka, disaat itu juga Abel pun datang, mereka makan bersma-sama hingga selesai, sambil sesekali bercanda, dan terdengar gelak tawa di antara mereka.


Jangan lupa like dan kasih dukungan buat Author nya biar semangat up nya.


__ADS_2