
*********
Sebuah sedan putih berhenti di halaman rumah Nadia, tak lama keluar lah seorang pria yang mengenakan baju kemeja hitam putih corak kotak-kotak, dengan lengan yang digulung hingga siku.
" udah siap semua kan" ucap pria tersebut.
" udah" jawab Nadia.
Lalu Nadia pun berpamitan kepada seluruh keluarga yang juga turut serta mengantar kepergian Nadia. Nadia bersalaman dengan ayah nya.
" Hati-hati di jalan ya nak, disana jangan merepotkan Rizki jadi anak yang mandiri" ucap ayah Nadia menasehati.
" iya ayah, Nadia ga akan ngerepotin bang Rizki" jawab Nadia.
Lalu Rizki pun bersalaman dengan Ayah Nadia.
" Om nitip Nadia sama kamu ya Riz, kamu maklumim aja sifat Nadia, " ucap ayah Nadia memberi amanat kepada Rizki.
" iya om insya allah Rizki bakal jagain Nadia kok." jawab Rizki sambil tersenyum.
Sementara itu Nadia dan Aulia berpelukan mereka saling melepas untuk kepergian Nadia.
" kakak janji kan tiap 3 bulan sekali bakal pulang" ucap Aulia.
" insya allah, klo kakak ada waktu bakal pulang 3 bulan sekali." ucap Nadia menenangkan.
" ya udah kakak hati-hati ya" ucap Aulia sambil melepas pelukan nya lalu beralih mencium tangan sang kakak.
" iya kamu juga jaga diri baik-baik, tepati janji kamu" balas Nadia.
" ya udah Nadia berangkat dulu yah" ucap Nadia kepada seluruh keluarganya.
Kemudian Nadia pun masuk ke mobil, Rizki pun menyusul. Nadia membuka jendela lalu melambaikan tangan nya, mobil perlahan berjalan pergi meninggalkan halaman rumah tersebut.
*******
Selama seperjalanan hanya keheningan yang terjadi di dalam mobil tersebut. Rizki yang pokus menyetir, Nadia yang berusaha tidur untuk menghilangkan mabuk perjalanan.
Sejam kemudian tiba-tiba Nadia meminta Rizki untuk berhenti, Rizki menuruti permintaan Nadia walau sedikit bingung.
Setelah mobil berhenti Nadia langsung keluar mobil dan memuntah kan semua isi dalam perut nya dipinggir jalan, Rizki yang melihat itu juga ikut keluar sambil membawa kan minum dan minyak angin, mereka berhenti diperbatasan kampung tempat itu lumayan sepi tidak ada satu pun rumah warga yang terlihat, hanya persawahan luas membentang yang terlihat, beberapa kendaraan yang lewat yang akan menuju ke kota atau pun dari kota ke kampung.
Rizki menggosok-gosok punggung Nadia, kemudian ia memberikan Nadia minum, Rizki juga menggosok kan minyak angin di kening Nadia.
Setelah merasa tenang Nadia kembali masuk ke mobil, mereka pun melanjut kan perjalanan.
Selama di dalam mobil Nadia terus mencium aroma minyak angin agar bisa mengurangi rasa mual, sambil ia terus berusaha untuk tidur.
3 jam lebih tepat nya jam 11 lewat akhir nya mereka sampai dibandara A yang terdapat di kota Indrapura. Setelah sampai Rizki menelpon anak buah nya agar mengambil mobil yang ada di bandara membawa nya pulang ke mansion yang ada di kota Indrapura.
Nadia dan Rizki ber istirahat di kursi tunggu sambil menunggu jadwal keberangkatan mereka 2 jam lagi.
" Nad kita cari makan dulu yuk" ajak Rizki.
__ADS_1
Nadia hanya mengangguk.
Lalu mereka pun mencari tempat makan di sekitar bandara itu, dan akhir nya mereka menemukan sebuah restoran yang lumayan dekat dengan bandara itu,hanya berjarak sekitar 100 meter,disamping restoran itu terdapat mushola,mereka berjalan menuju ke restoran itu. Setelah memasuki restoran mereka mencari tempat duduk yang kosong,lalu mereka pun duduk.
" mau pesan apa Nad"
" samain aja dengan abang"
" mbak pesan ini yah" sambil menunjuk menu makanan dan minuman yang akan di pesan nya.
Tak berapa lama pesanan pun datang,
Nadia hanya mengaduk-aduk makanan nya tanpa memakan nya.
" dimakan Nad jangan hanya di aduk-aduk aja"
" ga selera bang"
" dimakan sedikit aja biar perut nya ada isi nya, tadi kan udah di muntahin semua"
" ga enak bang"
" ya udh klo ga mau makan biar abang suapin" ucap Rizki sambil menyendok Nasi hendak menyuapi Nadia.
Mau tak mau Nadia terpaksa membuka mukut nya untuk menerima makanan tersebut.
Tidak berapa lama Kumandang Azan zona zuhur terdengar dari mushola di sebelah restoran tersebut.
" Nadia abang ke mesjid dulu ya mau sholat, kamu ikut ga? "
" oh ya udah kamu tunggu di sini ya, ga papa kan abang tinggal"
" iya ga papa kok bang"
Rizki pum pergi ke mushola untuk menjalankan kewajiban nya sebagai umat muslim.
Setelah selesai sholat Rizki kembali ke restoran itu menjemput Nadia dan membayar makanan nya, lalu mereka kembali ke Bandara, karna setengah jam lagi jadwal keberangkatan mereka.
Rizki dan Nadia duduk di kursi dltunggu sambil menunggu nama mereka di panggil.
" bang kenapa kita ga pake mobil aja " ucao Nadia.
" dari kampung ke sini aja kamu naik mobil udah mabok, apa lagi sampai ke Pekan"
" tapi aku takut naik pesawat bang"
" udah tenang aja ada abang kok"
Nadia sedikit tenang meski pun masih ada rasa takut.
Tiba-tiba ada seorang wanita menghampiri Rizki dan Nadia.
" kamu Rizki kan" ucap wanita tersebut sambil tersenyum.
__ADS_1
" iya kamu siapa?" tanya Rizki bingung.
" Aku Natasya, teman SMA kamu dulu, masa lupa si" ucap Natasya yang ternyata mengenal dekat Rizki.
" oh Natasya, bukan lupa sya, tapi wajah kamu udah berubah, makin cantik" ucap Rizki memuji.
" Dasar playboy kelas kakap" gumam Nadia.
" ah kamu bisa aja Rizki, dari dulu ga berubah masih suka muji aku, btw kamu juga tambah ganteng lo, oh iya ini siapa? " tanya nya sambil menunjuk Nadia.
" kenalin gue pacar Rizki," sela Nadia sambil mengulur kan tangan kepada Natasya.
Natasya nampak kaget raut wajah nya mulai berubah tak suka, tapi ia berusaha menutupi kekesalan nya itu lalu menjabat tangan Nadia.
" Natasya, teman SMA nya Rizki, dulu gue akrab banget sama Rizki sering jalan bareng, di sekolah juga sering bareng,kita terpisah krna dia kuliah ke Pekanbaru." jawab Natasya sengaja memanasi Nadia.
" oh ga nanya tuh" jawab Nadia dengan sinis.
" gue kenapa ga suka ya liat ni cewe deketin bang Rizki?" batin Nadia.
Rizki hanya diam dan membiar kan dua wanita itu adu mulut.
" ya kan saya cuman ngasih tau" balas Natasya mulai emosi.
" saya ga butuh info" jawab Nadia lagi.
" kamu yah... " nampak Natasya sangat kesal.
" udah-udah ini tempat umum jangan buat malu, Sya mending lu pergi deh, lain kali aja klo mau ketemu" akhirnya Rizki menyudahi adu mulut dua wanita itu.
" jadi lu mau ketemu sma wanita itu tanpa sepengatahuan gue" Nadia memandang Rizki dengan marah.
" oke Rizki kabari aja yah klo mau ketemu, telpon aja nomor aku masih yang lama." jawab natasya senang melihat Rizki dan Nadia berantem, setelah itu ia pergi meninggalkan Nadia dan Rizki.
" Nad kmu kok marah abang mau ketemu natasya, oh jangan- jangan nadia cemburu ya, " jawan Rizki tersenyum menggoda Nadia.
" eh enggak, anuuuu" gugup Nadia
" anu ap hayooo" Rizki makin menjadi menggoda Nadia.
" aku cuman ga suka aja sama wanita itu, aku liat dari tampang nya." ucap Nadia mencari alasan.
" ah serah deh bang"
" hehe iya iya, ya udh yuk kita masuk pesawat tadi nama kita udah dipanggil "
" emang iya kok Nadia gak dengar"
" telinga Nadia aja yang budek"
" ih abang"
" ya udh yuk"
__ADS_1
Mereka pun berjalan menuju pesawat.