Jodohku Abang Angkatku

Jodohku Abang Angkatku
Kekesalan Nadia


__ADS_3

" pemilik perusahaan sebenarnya adalah bu Nadia salsabila, orang yang menyamar sebagai OB, orang yang selama ini bu Rita rendah kan" ucap asisten tomi.


Rita dan Budi sama-sama terkejut, Akhirnya Budi paham dengan ucapan Nadia tadi, mereka bersujud di hadapan Nadia meminta maaf, namun Nadia tidak membiarkan mereka melakukan itu, karena Nadia merasa tak pantas jika di perlakukan seperti itu.


" aku sudah memaafkan kalian, tapi kalian akan tetap harus menebus uang yang sudah kalian gelapkan, dan menjalankan hukuman sesuai apa yang kalian lakukan " ucap Nadia bijak.


" tumben kamu bijak Nad,lebih bijak dari mereka padahal umur mereka lebih tua dari kamu" ucap Rizki tersenyum mengejek.


" abanggg" Nadia memandang Rizki dengan tatapan tajam.


Rizki yang melihat itu segera meminta asisten Tomi untuk membawa Nadia keluar ruangan menunggu nya di depan , karna ia tak ingin terkena amukan Singa betina tersebut.


Nadia yang di paksa keluar mau tak mau harus mengikuti asisten Tomi.


Setelah kepergian Nadia dan tomi, Rizki kembali mengingatkan kepada Rita dan Budi.


" ingat besok sebelum jam 9 malam uang itu harus kembali, jika tidak kalian bersiap-siap mendekam di penjara, ingat jangan coba-coba kabur, jika kalian kabur, maka keluarga kalian yang akan jadi korban" Ancam Rizki dengan sikap dingin nya.


Rita dan Budi sampai di buat merinding melihat nya.


Setelah mengatakan itu Rizki dan pengacara nya pergi dari ruangan itu.


" Budi bagaimana ini aku tidak ingin mendekam di penjara " ucap Rita.


" aku juga tidak tahu kau pikir aku mau di penjara, tapi tidak ada pilihan lain, dari pada keluarga ku yang jadi sasaran."


" Andai saja kau tak mengajak ku melakukan nya, pasti ini semua tidak kejadian" ucap Rita menyalahkan Budi.


" tapi kan semua nya tidak sepenuhnya kesalahan ku, kau juga yang salah menyetujui nya "


" ya aku menyetujui karna bujukan mu dan melihat keuntungan nya"

__ADS_1


" ya sudah jangan menyalahkan ku, siap-siap saja mendekam di penjara."


************


Nadia dan Asisten Tomi yang saat itu berada di lobi menunggu kedatangan Rizki, mendapat banyak cibiran dari beberapa karyawan wanita di sana.


Mengapa tidak Nadia yang mereka ketahui hanya seorang OB, bisa sedekat itu dengan seorang asisten sang bos besar mereka.


Tomi yang masih berusia 26 tahun lebih tua 6 tahun dari pada Rizki memiliki wajah yang tidak kalah tampan dengan Rizki, hanya saja ada kisah masa lalu nya yang membuat ia tak menikah sampai saat ini dan memilih untuk mengabdi pada Rizki (ntah sampai kapan itu Author pun ga tau hhe😂).


Rizki dan Tomi sudah saling mengenal sejak Rizki berusia 10 tahun, dan Tomi sudah berusia 16 tahun, dimana saat itu sebuah kejadian mempertemukan mereka.


Saat itu Rizki dan ibu nya berbelanja di pasar yang ada di kota Indrapura, saat Rizki dan ibu nya berada di tempat yang cukup sepi mereka di datangi beberapa preman, mereka meminta paksa semua uang, ibu nya Rizki terpaksa memberikan semua uang mereka.


Tomi yang kebetulan sedang lewat di tempat tersebut melihat kejadian itu dan tanpa pikir panjang ia membantai satu persatu preman tersebut hingga semuanya rubuh dan kemudian pergi.


Di usia nya yang saat itu menginjak 16 tahun sudah memiliki ilmu bela diri yang cukup baik, dari kejadian itu juga Rizki ber inisiatif akan belajar ilmu bela diri, dia meminta Tomi untuk mengajar kan nya ilmu bela diri karna di lihat Tomi sudah cukup lihai dalam berkelahi, awal nya Tomi menolak tapi karna bujukan dan wajah memelas Rizki kecil membuat Tomi luluh dan akhirnya dia menyetujui.


Mulai saat itu Rizki dan Tomi sudah seperti abang dan adik, Fadil yang masih berusia 6 tahun terkadang juga ikut melihat sang abang berlatih.


**********


Kembali ke lobi dimana Nadia dan Tomi menunggu, Nadia merasa kesal menunggu Rizki yang sangat lama. Ia berkali-kali menelpon namun Rizki malah merijet nya.


" bang Tomi kenapa bang Rizki lama banget si bang?" ucap Nadia kesal.


" paling sebentar lagi, Nona tunggu saja"


" jangan-jangan bang Rizki sengaja lagi lama-lama diatas biar Nadia lumutan disini" terlihat wajah kesal Nadia yang sangat imut di mata semua orang termasuk Tomi, tapi Tomi segera menepis rasa itu ia sadar umurnya dengan Nadia berjarak sangat jauh dan mungkin lebih cocok menjadi keponakan Tomi, jika Rizki sampai tahu Tomi menyukai Nadia bisa-bisa ia akan dihabisi oleh sang atasan sekaligus adik angkat nya.


Nadia terus mengoceh dari tadi menunggu kedatangan Rizki " klo lama begini kenapa tadi malah minta tungguin, bikin capek aja, "

__ADS_1


Tomi tidak mendengar kan ocehan dari Nadia ia masih pokus dengan pikiran nya sendiri.


Saat itu ada 2 wanita yang sedang menggosipi Nadia dan Tomi.


" eh itu kan OB baru yang baru masuk 3 minggu yang lalu kan?" tanya salah satu wanita itu kepada teman nya.


" iya kok bisa sedekat itu ya sama asisten Tomi, pakai pelet apa dia sampai² asisten Tomi yang dingin itu mau dekat sama dia" sahut teman nya yang di tanya.


" hahha ga gau pelet apaan, muka nya aja sok polos tapi hati iyuhh, baru juga jadi OB udah berani dekatin asisten Tomi."


Nadia yang saat itu sudah kesal menunggu Rizki, ditambah di buat kesal dengan omongan 2 wanita itu, Nadia pun menghampiri 2 wanita yang tak jauh berada dari nya.


" eh ngomong apa tadi mba berdua, bisa di ulangin ga mumpung saya di depan mba, jangan berani nya di belakang doang" ucap Nadia yang mulai tersulut emosi.


" ya elah sok berlagu lagi ni OB"


" iya baru juga dekat sama Asisten nya belum bos nya"


" eh lu tu OB baru ga usah sok belagu ya, kita itu di sini karyawan "


" OB tu kerja nya buat kopi bukan ngerayu atasan dengan wajah polos kamu itu"


Tomi yang sudah tersadar dari lamunan melihat Nadia sedang adu mulut dengan 2 wanita karyawan nya, Tomi pun mendatangi nya.


Nadia sangat marah mendengar perkataan mereka berdua tapi ia berusaha meredam emosi nya " kenapa kalian iri ga bisa ngerayu asisten Tomi, klo iri ga usah julitin org, usaha dong " jawab Nadia santai.


" Nona ada masalah apa ini" tanya Tomi yang sudah berdiri disamping Nadia.


kedua wanita tadi bingung melihat sikap Asisten Tomi yang begitu hormat dengan OB tersebut dan memanggil nya denhan sebutan nona.


" kak tomi kamu urus mereka berdua, jangan sampai bang Rizki tau,jika bang Rizki tau bisa-bisa mereka di pecat, biar aku sendiri yang nunggu bang Rizki di sini " ujar Nadia kepada Tomi.

__ADS_1


Tomi yang sudah paham apa yang terjadi menurut dan meminta kedua wanita tadi mengikuti nya ke ruangan meeting.


Diruang meeting Tomi memarahi kedua wanita tadi, dan memberi tahu siapa Nadia sebenarnya, kedua wanita itu terkejut dan menahan malu di hadapan Tomi.


__ADS_2