Jodohku Abang Angkatku

Jodohku Abang Angkatku
Bertemu Raihan


__ADS_3

Tak lama Rizki datang menemui Nadia di lobi.


" kemana Tomi? " tanya Rizki.


" dia udah pulang duluan kata nya ada urusan" ucap Nadia berbohong.


Rizki nampak bingung " urusan?"


" iya urusan ga tau deh, mungkin bang Tomi udah punya pacar " ucap Nadia asal.


" hustt sembarangan kamu, klo bang Tomi tau bisa-bisa kamu di jadiin kerupuk." ucap Rizki yang tau sifat Tomi yang sangat anti di bilang seperti itu.


" biarinn, mending pulang Nadia dah capek nungguin abang dari tadi"


" I am Sorry Nad, tadi di atas masih ada sedikit urusan "


" it's okey, tapi abang ga ngapa-ngapain mereka berdua kan" tanya Nadia menatap dengan penuh selidik.


" ya ngga lah Nad, ya udh yuk pulang"


Selama di perjalanan pulang hanya keheningan yang terjadi hingga akhirnya Rizki membuka suara. " Nad kita jemput Abel dulu ya, setelah itu kita makan siang bareng di luar"


" hmm terserah abang aja"


Nadia yang sudah terbiasa menggunakan mobil tidak ada lagi mengalami mabuk perjalanan, 15 menit mobil mereka telah terparkir di depan butik milik Abel.


Rizki dan Nadia pun masuk, mereka disambut oleh pelayan yang ada di sana.


" Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan tersebut.


" tolong panggil kan Abel ke sini, bilang Rizki yang mencari nya" ucap Rizki dingin.


Pelayan tersebut lalu pergi dan memanggil kan Abel.


Nadia hanya diam dan duduk di kursi yang ada di situ sejak kejadian tadi pagi Nadia sudah melihat sifat Rizki yang sebenarnya.


Rizki pun turut duduk di samping Nadia sambil menunggu kedatangan Abel.


Saat sedang duduk mata Nadia melihat seseorang yang sangat ia kenal, " itu benaran dia atau cuma mirip ya, dia kan di kampung ga di sini" batin Nadia.


Rizki yang pokus dengan ponsel nya tidak menyadari kepergian Nadia.


Nadia mendatangi orang yang ia lihat tersebut.


" Raihan" panggil Nadia.


Pria yang merasa nama nya di panggil pun menoleh. " Nadia? "


Yaps pria yang di lihat Nadia adalah Raihan, pria yang sudah menyatakan perasaan nya sebelum Nadia pergi, namun setelah keberangkatan Nadia mereka tidak pernah kontakan sama sekali, dikarenakan hp Nadia hilang saat ia pergi berbelanja dengan Rizki.


" lu kok bisa di sini? " tanya Nadia.


Ada raut kecewa di wajah Raihan namun ia tetap bersikap biasa. " gue di sini nemanin kakak gue sama calon suaminya fitting gaun pengantin."


Nadia hanya mengagguk, kemudian ia berkata " maaf ya ponsel gue ga aktif lagi, trus gue ga bisa hubungi lu, karna sehari setelah kedatangan gue di kota ini ponsel gue ilang" ucap Nadia berterus terang.


" oh jadi karna itu lu ga bisa hubungi gue lagi"

__ADS_1


" pinjam ponsel lu" pinta Nadia.


Raihan pun memberikan nya.


Nadia nampak mengetik sesuatu "ini nomor baru gue" sambil mengembalikan ponsel tersebut.


Raihan tersenyum melihat nama kontak yang tertera di sana "_Calon istri_"


" kenapa senyum-senyum?" tanya Nadia.


" pemikiran nya jauh banget ya,sekolah yang bener dulu. "


" ya kan cuman berharap, lu kapan pulang ke kampung "


" mungkin hari ini, gue ke sini cuman mau fitting gaun pengantin doang"


" berarti ini pertemuan udah takdir, biar kita bisa kontak kan lagi" ucap Nadia.


"Rai itu siapa" tanya wanita yang mungkin itu kakak nya Raihan.


"pacar aku kak" ucap Raihan.


" pacar kamu? dia itu OB di perusahaan abang kerja, lihat baju nya saja masih pakaian OB" ucap pria calon suami kakak nya Raihan.


" bener kamu kerja jadi OB? atau kamu udah ga sekolah" tanya kakak Raihan.


Nadia nampak berpikir mungkin ia tidak perlu memberitahu identitas sebenarnya, ia harus melihat sikap keluarga Raihan.


" iya benar kak, saya masih sekolah, saya kerja menjelang masuk sekolah" jawab Nadia grogi.


" ga papa kok Rai, gue pengen mandiri"


Kakak dan calon abang ipar Raihan menatap Nadia tak suka, ia merasa jijik jika ia akan mempunyai adik ipar seorang OB.


" Raihan kita pulang sekarang " ucap kakak nya.


" Nad gue pulang ya sampai ketemu lagi"


" udah cepetan"


Nadia hanya diam ia merasa jika keluarga Raihan tidak menyukai nya karna mereka tau Nadia bekerja sebagai OB.


**********


Di sisi lain Abel datang menemui Rizki.


" Nadia mana Riz?"


" ini Nadi... "omongan nya terhenti kala melihat kursi di sebelah nya kosong.


" mana?" tanya Abel lagi.


" tadi dia duduk di sini bel" ucap Rizki menunjuk kursi di samping nya.


" itu ga ada, kemana dia? "


Abel dan Rizki mulai panik.

__ADS_1


" coba kamu telpon deh bel" saran Rizki.


Abel pun menelepon Nadia. " ga aktif Riz, gue takut Nadia di culik"


" huts pikiran lu, coba tanyain sama karyawan lu siapa tau dia lihat Nadia"


" mba nita lihat wanita ini ga?" tanya Abel sambil memperlihatkan poto Nadia.


" iya bu saya liat, tadi dia jalan ke sana" menunjuk salah satu belokan yang ada di butik itu.


" oke makasih mba lanjut kerjanya "


" Riz Nadia ke sana" ucap Abel


" ya udah kita kesana sekarang "


Setelah memasuki belokan tersebut Rizki, Abel bertemu dengan Nadia yang berjalan ke arah nya.


" dari mana aja kmu Nad? " tanya Rizki.


" ituu tadii" gugup Nadia " cari wc"


" bukan nya Wc di sebelah kanan ya,"


" ya kan aku ga tau kak, "


" udah nemu belum wc nya" tanya Rizki lgi.


" belum keburu ngambek dia"


" ya udah kmu ganti baju sana, ntar org² kira kamu OB lagi" ucap Rizki.


" mba Ratna tolong antar kan Nadia ke ruangan ganti, suruh aja dia milih baju yang dia mau, ntar biaya saya urus"


" baik bu, mba Nadia mari ikut saya " ucap karyawan bernama Ratna dengan sopan.


Nadia pun mengikuti Wanita tersebut.


" Riz, Nadia kenapa tuh?" ucap Abel.


" kenapa gimana?"


"ih lu jadi cowo ga peka banget si"


" ga peka gimana si bel? "


" itu lu ga liat, dia tadi pas di tanya dari mana jawab nya kayak gugup gitu,"


" hmm iya sii,kayak nya dia bohong deh"


" dia abis dari mana ketemu siapa? sampe ga mau bilang sama kita"


" mana gue tau lah, ntar gue yang tanyain langsung "


" nanya nya pelan-pelan aja ga usah paksain dia"


" iya aman Bel aman"

__ADS_1


__ADS_2