
Setelah Abi ikut duduk berkumpul di ruang tamu, mereka pun mengobrol banyak hingga obrolan mereka terhenti kala terdengar azan Zuhur.
Abi musa dan Rizki segera bersiap pergi ke mesjid pesantren, sedang kan Nadia ia mengambil wudhu di rumah bersama umi Zizah, Nadia meminjam mukenah umi karna malas mencari di dalam koper, Nadia dan umi pergi ke mesjid bersama.
Jarak rumah Kepala pesantren tersebut memang lumayan jauh, karena memang lokasi pesantren yang cukup luas.
Di perjalanan Nadia dan umi bertemu santriwati yang lain nya dan mereka ikut bergabung pergi bersama-sama.
" umi ini siapa ya, Soal nya sarah baru liat" ucap wanita yang bernama sarah yang seumuran dengan Nadia.
" oh ini kenalin nama nya Nadia, santriwati baru di sini " ucap umi sambil memperkenalkan Nadia.
" kenalin nama saya Nurul" ucap nya sambil menjabat tangan Nadia, Nadia pun membalas nya "Nadia,"
" kalau saya Sarah" ucap wanita yang menanyakan Nadia tadi.
Setelah itu pembicaraan terhenti karna mereka sudah memasuki Masjid.
Sedang kan kehadiran Nadia di lingkungan pesantren itu menjadi perhatian beberapa santri, karna wajah Nadia yang memang cantik membuat mereka terkesima.
Sholat zuhur telah terlaksana, para santri dan santriwati kembali ke kegiatan mereka masing-masing yang sempat tertunda karna sholat zuhur tadi, ada yang melanjutkan kan hapalan, ada yang membaca al-qur'an, dan ada juga yang sekedar bercengkerama karna kegiatan ngajar mengajar baru akan di mulai besok.
Sedang kan Nadia mengikuti Umi kembali ke rumah nya, saat di rumah sudah ada Abi dan Rizki yang menunggu, dan ada dua santriwati yang juga ikut duduk di sana.
" Nah ini dia santriwati baru yang akan satu kamar dengan kalian."
" oh Nadia, kami tadi udah sempat kenalan Abi" ucap sarah mewakili.
" ya baguss lah kalian beri tahu Nadia lingkungan pesantren, kalian perlakuan Nadia dengan baik ya" ucap Abi.
" ya sudah kalian ajak Nadia ke kamar kaliam, sekalian bantu dia kemas barang-barang nya"
__ADS_1
" baik umi, kami permisi dulu" ucap mereka seraya membantu Nadia membawa kan koper.
Sedang kan Rizki izin pamit kepada Abi dan umi dan menitip kan Nadia kepada mereka.
Nurul berjalan di depan sambil mrmbawa satu koper Nadia, sedang kan Sarah berjalan bergandengan dengan Nadia sambil bersma-sama menarik koper Nadia mengikut di belakang Nurul, Nadia banyak bertanya tentang lingkungan pesantren dan di jawab sangat memuaskan oleh kedua teman baru nya tersebut.
Saat asik mengobrol tiba-tiba ada 2 santri yang mendatangi mereka bertiga.
" eh nurul siapa tu cewe yang sama lu" tanya santri tersebut sambil menunjuk ke arah Nadia tanpa sopan.
" eh lu ga usah gangguin dia deh, " ucap sarah sinis.
Nadia hanya menyimak perdebatan mereka.
" siapa elu ngelarang gue ngejar target gue" ucap santri yang satu nya lagi dengan sangat sinis.
" ya gue teman nya," ucap nurul tak kalah sinis.
Nadia merasa risih ingin sekali ia menendang pria tersebut tetapi ia tahan.
Santri tersebut dengan lancang ingin memegang pipi Nadia, tapi dengan cepat Nadia memelintir tangan santri tersebut, hingga terdengar ringis kesakitan dari suara pria tersebut.
Nurul, Sarah, dan satu santri lain nya hanya tercengang melihat Nadia memelintir tangan Rio.
Rio adalah salah satu santri berandalan yang suka mengganggu santriwati yang membuat mata nya terpesona. Ia sudah sering mengganggu santriwati di pesantren itu, dan bahkan sudah di Lapor kan ke kepala pesantren tapi ia selalu lolos karna tidak ada bukti yang akurat, karna ancaman Rio membuat santriwati yang di ganggu nya takut untuk mengaku.
Saat ini tangan Rio sudah di pelintir Nadia, Nurul dan Sarah menyuruh Nadia melapor kepada Abi musa, Nadia membawa Rio seperti membawa tahanan. Sedangkan teman Rio tadi bernama Andi di paksa Nurul membawa kan salah satu koper Nadia.
Sesampainya di depan rumah Abi, Sarah mengetok pintu dan memberi salam. Tak lama pintu terbuka keluar lah Abi dan Umi, mereka terkejut melihat Nadia membawa Rio seperti tahanan.
" ada apa ini" tanya Abi penasaran.
__ADS_1
" ini Abi, Rio tadi gangguin Nadia, maka nya di digituin" jawab Sarah.
" masuk dulu semua nya,ga enak di liat santri lain" ucap umi.
Mereka pun masuk ke dalam rumah Abi&umi mereka berkumpul di ruang tamu, Abi bertanya kepada Nadia awal kejadian nya, Nadia pun menceritakan semua nya dari awal tanpa di kurangi dan di tambahi.
" oh begitu masalah nya. Sarah, Nurul kamu ajak Nadia ke kamar, pasti Nadia lelah ingin istirahat " ucap Abi.
Sarah, Nurul dan Nadia pun pamit untuk kembali ke kamar sambil meneteng 2 koper milik Nadia.
Sedang kan Rio dan Andi masih di introgasi oleh abi Musa, Rio masih saja memutar balik kan fakta tapi Abi tak percaya lagi dengan omongan Rio, Abi memutuskan untuk menghubungi orang tua Rio, untuk memberi tahu kelakuan Rio. Rio memohon agar tak di adukan ke orang tua nya, tapi keputusan Abi sudah bulat.
***********
Keesokan hari para santri dan santriwati, ustadz dan ustadzah memulai aktivitas ngajar mengajar di madrasah.
Nadia yang saat itu memasuki tahap awal belajar di pesantren tersebut tidak terlalu paham situasi di sekolah sehingga masih perlu bimbingan dari teman-teman di sekitar, dan teman sekamar nya.
Hari itu jam pertama di mulai, masuk lah ustadz muda di pesantren itu.
Karna ketampanan dan kepintaran nya membuat para santriwati banyak yang terpesona dan tanpa terkecuali Nadia, saat awal ustadz muda itu masuk Nadia memandang tanpa berkedip saking tampan nya, sampai-sampai Nurul mengejek Nadia.
" eit awas ngiler tuh" bisik Nurul mendekat kan badan ke arah nadia.
Nadia segera tersadar dan menglap bibir nya, padahal Nurul hanya mengerjai nya.
" Nurul itu siapa?"
" oh itu ustadz muda di pesantren ini nama nya ustadz Rahman, dia baru lulus tahun kemarin karna akhlak sama kepintaran nya dia langsung di suruh ngajar di sini" jelas Nurul.
Nadia hanya ber oh ria mendengar penjelasan Nurul, ia masih pokus menatap wajah tampan sang ustadz.
__ADS_1
makasih yang udah baca cerita nya jangan lupa kasih dukungan dan kritik nya biar author semangat hhe.