Jodohku Abang Angkatku

Jodohku Abang Angkatku
memulai rencana


__ADS_3

Setelah memasuki kamar nya Nadia berganti pakaian tidur, sebelum nya ia mencuci muka tangan dan kaki, ketika hendak bersiap tidur terdengar ketokan pintu.


" siapa?" tanya Nadia.


" ini kak Abel." jawab org tersebut.


" masuk aja kak pintu nya ga di kunci."


Abel pun masukk ke kamar Nadia.


" kamu udan mau tidur?"


" engga kok kak, oh iya kakak baru kelihatan dari mana?"


" kakak tadi dari luar ada urusan, baru aja pulang"


" oh gitu, oh iya gimana kabar om reno sma tante citra?"


" Alhamdulillah baik kok Nad, kamu emg ga ada jumpa sama orang tua kakak waktu di Indrapura?"


" ga sempat ke mension kakak, soal nya bang Rizki langsung bawa Nadia ke bandara"


" oh ya sudah"


" bang iqbal, sma bang fahri sekarang dimana ya kak?"


" bang iqbal sma istri nya di jakarta, klo bang fahri di Indrapura"


" klo kak tari gimana" tanya Nadia semakin penasaran.


" kak tari sekarang buka praktek sendiri di jerman, sambil kuliah ngambil jurusan ahli bedah"


" oh gitu klo kak Abel sendiri gimana?"


" klo kakak si masih ngurus butik kakak, sambil bantu-bantu Rizki ngurus perusahaan kamu,kadang sesekali ngikut tampil band sama Rizki."


" makasih ya kak udah mau ngurus perusahaan aku, malah ngerepotin kakak"


" iya sma-sama kakak senang kok bantu kamu ga ngerepotin ko, oh iya udah ada rencana belum buat ngungkap kasus yang ada di perusahaan."


" udah kok kak, kakak liat aja nanti, "


" oke kakak tunggu, ya udh kakak balik ke kamar yah, kamu tidur gih dah malam"

__ADS_1


Abel pun pergi meninggalkan kamar Nadia, ia kembali ke kamar nya untuk beristirahat.


Keesokan hari nya Rizki mengetuk kamar Nadia, tapi tidak ada sahutan dari dalam, Rizki berpikir jika Nadia masih tidur, Rizki pun membiarkan Nadia ia berjalan ke meja makan untuk sarapan.


Tak lama Rizki berada di meja makan datang lah abel yang sudab siap untuk pergi ke kantor.


" kebetulan kamu udah siap bel, tolong bangunin Nadia, hari ini gue mau ngajak dia beli perlengkapan selama dia tinggal di sini." ucap Rizki.


" ya udah bentar"


Ketika abel hendak beranjak dari duduk nya ia melihat Nadia berjalan ke meja makan, Abel pun kembali duduk, Nadia pun juga duduk di samping Abel.


" baru aja mau di samperin" ucap Abel.


" abang kira kamu masih tidur" timpal Rizki.


" hehe tadi pas abang ngetok pintu Nadia lagi mandi, jadi malas nyaut"


" jadi kan hari ini kita belanja" ucap Rizki.


" iya, oh iya gimana surat lamaran kerja aku udah di urus bang" tanya Nadia kepada Rizki.


" udah ntar siang asisten abang ngantar ke rumah, besok kamu udah bisa ngelamar kerja"


Rizki pun menjelaskan rencana Nadia kepada Abel, Abel hanya manggut-manggut tanda menyetujui rencana mereka.


Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat ke tujuan masing-masing.


Rizki mengantar Nadia berbelanja kebutuhan nya, mulai dari baju, celana, jilbab, sendal, handbody, scincare, dan lain-lain.


Setelah selesai Rizki mengajak Nadia keliling-keliling kota Pekanbaru, mereka menggunakan sepeda motor dikarenakan Nadia tidak tahan memakai mobil, sedangkan belanjaan Nadia telah di antar sang supir kerumah menggunakan mobil nya.


Setelah puas jalan-jalan Rizki mengajak Nadia makan di salah satu restoran ternama di sana. Saat makan Nadia berkhayal suatu saat nanti dia akan mempunyai restoran sendiri.


Selesai makan mereka kembali ke restoran, Rizki mengajarkan Nadia cara-cara berbisnis dan mengurus perusahaan.


Setelah bosan Nadia meminta kepada Rizki untuk beristirahat, ia meninggalkan Rizki yang masih membereskan berkas-berkas yang berserakan.


Setelah masuk kamar Nadia tidur langsung tertidur di kamar nya, jam 4 baru ia terbangun, ia lalu mandi dan sholat.


Setelah selesai ia keluar mencari sosok sang abang, tapi ia tidak menemukan, kemudian Nadia bertanya kepada salah satu pelayan, pelayan tersebut memberitahu jika Rizki sedang berada di taman samping mansion, pelayan tersebut mengantar kan Nadia ke taman tersebut, setelah terlihat keberadaan Rizki, Nadia meminta pelayan tersebut untuk pergi.


Terlihat Rizki yang sedang duduk termenung di gazebo yang menghadap ke arah bunga-bunga yang tersusun rapi. Nadia pun menghampiri nya, dan duduk di samping Rizki sambil mengikuti tatapan Rizki ke yang sedang melihat bunga-bunga berwarna-warni yang di hinggapi kupu-kupu.

__ADS_1


" lagi mikirin apa si bang?" tanya Nadia.


Rizki yang sadar Nadia telah duduk di samping nya hanya menjawab santai.


" ga mikirin apa-apa, cuman pengen nenangin diri aja"


" yakinn, tapi dari tadi Nadia liat abang ngelamun aja"


" ngga ada yang ngelamun Nad" elak Rizki.


" ya terserah deh"


Mereka pun terus duduk ditempat itu sambil mengobrol, sesekali mereka tertawa, sekitar 1 jam mereka berada di tempat itu mereka pun kembali ke dalam mansion.


*************


Keesokan hari sesuai rencana Nadia berangkat ke perusahaan nya yang bernama Rani grup, ia memberikan nama perusahaan Rani dikarenakan ia ingin selalu mengingat jasa sang ibu yang selalu menyemangati nya.


Nadia memilih memesan ojek online agar penyamaran nya tidak diketahui, Rizki sebenarnya tidak setuju karna Nadia belum begitu mengenal kota Pekanbaru, tapi Nadia memaksa dan akhirnya Rizki pun mengizinkan, namun begitu Rizki tetap memerintah kan beberapa anak buah nya untuk mengawal Nadia tanpa sepengetahuan nya.


Setelah sampai di depan perusahaan nya, Nadia begitu terkagum-kagum dengan bangunan itu, ia tak menyangka bisa memiliki perusahaan sebesar itu, padahal ia hanya lah gadis desa tidak mempunyai apa-apa.


Nadia berjalan memasuki perusahaan ia mendatangi salah satu resepsionis yang sedang berjaga di sana.


" permisi mbak apa disini ada lowongan kerja" tanya Nadia sopan


" ada mbak tapi hanya menerima lowongan sebagai OB, apa mbak mau? " tanya resepsionis tersebut.


" ya udah saya mau mbak, kapan saya bisa mulai kerja"


" hari ini juga bisa, sebentar saya menghubungi atasan dulu, mbak bisa duduk dulu di kursi tunggu di sana" ucap wanita tersebut sambil menunjuk kursi yang ada di sana.


Tak lama resepsionis itu menghampiri Nadia, " mbak boleh minta surat lamaran nya? "


" ini mbk" Nadia memberikan surat lamaran kerja nya.


Resepsionis itu membaca surat lamaran itu. Kemudian ia memanggil salah satu cleaning servis yang ada di sana.


" mbak popi tolong antar kan, mbak Salsa berganti pakaian, mulai hari ini dia kerja di sini sebagai cleaning servis." ucap wanita itu.


" baik bu, ayo mbak salsa ikut saya"


Nadia pun mengikuti wanita yang bernama popi tersebut ketempat ganti baju mungkin wanita itu berumur sekitar 20 tahun.

__ADS_1


__ADS_2