
Sehebat-hebatnya aku, yang konon katanya sudah bertahun-tahun menjadi seorang Paralegal, dan kini menjadi seorang pengacara dan sudah terbiasa keluar masuk kantor polisi.
Sempai drop juga ketika aku mengetahui bahwa hari kemarin adalah hari yang amat keramat dirinya dilaporkan atas dugaan tindakan pelecehan seksual
Aku tidak merasa tangan ini nempel di bagian sensitif perempuan itu. Tapi jika dalam posisi yang tidak konsentrasi bisa saja terjadi.
Tapi apakah semua itu bisa jadi alasan ketidaksengajaan, karena perbuatan ada.
Karena khawatir itu ada, jadi aku tidak bisa lari dari kenyataan, dugaan pelecehan seksual itu ada. Dan apabila perempuan itu bisa membuktikan dengan beberapa alat bukti diantaranya adalah CCTV yang dipasang di depan Mapolres.
Dan saksi-saksi yang saat itu sedang menyapu halaman Mapolres, yang semuanya berjumlah 10 orang.
Meski masih jauh untuk melakukan penetapan adanya pelaku pelecehan seksual namun tetap hatiku belum juga tenang atau tetap dah Dig dug.
Simpati jadi antipati
Aku merasa bahwa kezaliman harus dihentikan.
Jangan sampai dibiarkan berkembang yang mengakibatkan diriku benar-benar terkerangkeng.
Dan yang aku takutkan benar terjadi, ketakutan bisa menimbulkan horor. Seorang menjadi baik akan bisa menjadi jahat dalam tempo yang singkat.
Kalau perempuan itu tidak mau mendengar dan terlalu egosentris akhirnya bisa mencelakai orang.
Aku dijadwalkan satu minggu untuk panggil sebagai terlapor atas dugaan tindakan pelecehan seksual kepada seorang mahasiswi cantik saat masih melakukan laporan kehilangan di ruang SPKT Mapolres.
Dari simpati menjadi antipati
Perasaan kesal tidak bisa aku Bendung, akhirnya aku melakukan perencanaan.
Seingatku, aku tidak pernah memiliki kebencian pada siapapun. Termasuk kepada mahasiswi cantik itu.
Aku mendeteksi bahwa hari itu Perempuan itu akan melewati jalan lengkong yang agak sepi.
Metode apa yang aku lakukan dalam melakukan pendekatan agar dia mengurungkan niatnya.
Dari obrolan singkat di cafe waktu itu aku memiliki nomor handphonenya sekaligus nomor WhatsApp.
Ternyata benar, waktu yang ditentukan perempuan itu lewat di sana.
ia menggunakan kendaraannya sendirian, lewat dengan menggunakan sepeda motor Mio berwarna hitam berpolet merah.
Aku menghampiri sepeda motor Mio yang tengah digunakannya dalam kecepatan lumayan tinggi.
__ADS_1
Sama mahasiswi cantik itu tampak ketakutan. ia berusaha hendak menghindar tapi akses jalannya terhalang,
Karena aku demikian nekat menerobos jalan yang digunakan perempuan itu untuk lewat
mau tidak mau ia menghentikan kendaraannya. aku meminta dia untuk meminggirkan kendaraannya.
Ia tidak bisa berbuat banyak, karena faktanya ia telah mencelakai aku.
Melaporkan aku bisa-bisanya. apabila tidak segera dihentikan akan berubah vatal.
"Ada yang harus aku omongkan kepadamu sebelum terlanjur Aku ingin berdiskusi denganmu."
"Iya pak...!"
Kami duduk di kedai kopi. Aku sudah tidak hormati perempuan itu lagi. Kedengkiannya telah membuat hormatku aku pudar.
Aku tatap muka cantik itu dengan penuh kekesalan.
Kenapa kau tega jerumuskan aku ke Penjara, Apa yang membuat kamu begitu dengki padaku. dosa apakah yang telah aku lakukan padamu?"aku menatap mata bening itu.
Aku tidak menyadari bahwa perempuan itu sudah nyari 100% kagum atas perjalananku sebagai seorang lelaki sabar dan menghormati seorang perempuan.
Dan kini dirinya tidak memiliki rasa takut lagi. Yang ada adalah menikmati pertemuan dengan laki-laki itu.
Sebagai sebuah taaruf, perempuan itu menjadikan pertemuan itu sebuah karena untuk meneliti seberapa jauh takdirnya bersama laki-laki itu.
entah kenapa ketika melihat sosok perbedaan karakter stadion dengan diriku sepertinya karena tahu mana laki-laki harus menjadi imam dia.
Dan momentum pertemuan di Polres adalah sebuah mahar yang tidak bisa digantikan dengan apapun. bawa kartu aku inilah yang dia mau.
Ketakutan Bos rasa gembira bahwa aku bukan hanya dalam sebatas impian tapi dalam realitasnya.
Cinta yang menggelegak sudah sudah tidak bisa menggambarkan realitas bahwa dirinya adalah seorang muslimah yang selalu menjaga kehormatannya, namun tidak bisa bertahan sehat ia bertemu dengan seseorang yang menjadi dambaanya.
"Bapak pasti kecewa dengan ulah aku, terus Bapak berhenti kan Aku di sini mau balas dendam...mangga Pak demi kehormatan Aku sudah rela mati.
Apa yang aku lakukan semuanya demi kehormatan aku dan keluargaku."demikian kata-kata perempuan itu membuat hatiku tersentuh, meski aku yang menjadi objek tertuduhnya tapi jujur dilubuk hati yang paling dalam ini cewek idaman aku banget.
Aku benar-benar seperti kehabisan kata-kata
Saat terus aku desak perempuan itu kenapa melakukan pelaporan ke Kepolisian negara Republik Indonesia.
Ia kembali mengulangi pernyataannya bahwa demikian kehormatan ia rela mati.
__ADS_1
kukuh pendirian akan persoalan harga diri menjadikan perempuan itu kuat dalam menghadapi segala persoalan, termasuk sekarang berhadapan dengan aku.
berhadapan dengan perempuan ini, awalnya aku simpati, kemudian atas pelaporannya yang tidak berdasar itu aku jadi antipati.
Tapi dari antipati kepada aku menjadi simpati. tapi seberapa jauh kekuatan proteksi kehormatan yang dimiliki perempuan itu?
ini faktanya menjadi lain, ternyata dia juga perempuan yang dengan kesempurnaannya menjadi tidak sempurna. dan tidak sempurnanya ini menjadi sempurna.
artinya begini Iya kuat menjaga keinginan memproteksi kehormatan tapi ingat kalau ia bersentuhan dengan pria yang menjadi idamannya semua itu nyaris luluh-lantak.
faktanya, aku melihat pembicaraan ana jadi ngelantur.
Yah, sehebat hebatnya perempuan itu ketika ia menemukan cinta rusaklah tatanan benteng kewanitaan nya. Hanya satu ada kebijaksanaan dari pria yang mencintainya.
Tapi aku tidak yakin apakah karena takut aku jahatin atau karena ada unsur lain.
Perihal benar dalam bentuk akhirnya mencintaiku. Karena unsur kedengkiannya yang telah menyebarkan aku ke penjara.
Ini aku tidak tahu, yang jelas aku melihat perempuan itu seperti ini melantur. Aku melihat tegar profesional tidak bisa masuk dari level manapun karena pelaporan adalah merupakan hak warga negara atas dugaan tindak pidana.
Akhirnya aku memastikan bahwa perempuan itu memang mencintaiku. Setiap aku tanya dia akan menjawab dengan jawaban yang simpel dan ngaco. Benar pujangga mengatakan bahwa jika cinta sudah melekat seorang raja akan menjadi cahaya.
Aku melihat semua itu pada Ana.
" Aku sudah sangat siap menanti proses undangan dari Polisi terkait dengan dugaan pelecehan seksual dalam kapasitas sebagai terlapor.
"Terus apa bila nanti bapak sebagai terlapor, Bapak di penjara?"tanyanya makin terlihat lucu.
"Tidak semudah itu Non, rangakaian itu panjang tidak serta merta ditahan.
Tahapan adalah setelah diperiksa kemudian polisi meminta saksi-saksi yang ada di sekitar TKP
Dan kemudian meminta apa aja yang menjadi alat pendukung. Bahwa aku melakukan tindakan-tindakan berat atau terkualifikasi sebagai menyengaja melakukan tindakan pelecehan seksual.
Begini aja non, serius ingin mengerjakan aku. Itu aku juga akan berusaha mengikuti semua alur dan tahapan atas pemeriksaan di pihak Kepolisian.
Insya Allah, aku tidak akan melakukan apa-apa. Dan aku tidak akan melakukan apa-apa aku akan kooperatif saja.
Di sini aku lakukan proses saja apakah betul-betul ada ingin membicarakan saya karena pada prinsipnya saya tidak melihat di sini ada pelanggaran yang lakukan.
Jika sudah serius aku akan ikuti tahapan semua itu.
Mohon maaf atas waktunya dan terima kasih sudah bukan waktu mari kita kembali ke masing-masing. Saya masih ada kerjaan lagi..."ucapku sambil membetulkan dasiku yang kelihatan yang pas dari kemejanya.
__ADS_1
Tanpa ada komando aku pergi. Aku tidak mau ujungnya malah lebih celaka.
Bagaimana kejadian selanjutnya, apakah termasuk yang di periksa? Mari kita lihat limbah berikutnya selamat membaca.