
Usai di pengadilan aku mampir ke KFC yang tidak jauh dari kantorku.
Sebenarnya aku tidak biasa mengkonsumsi makanan-makanan cepat saji seperti itu aku biasanya menclok di kaki lima tapi sekarang aku harus merubah kebiasaan itu.
Karena bagaimanapun aku adalah seorang pengacara yang memang harus mendapatkan Klien itu baik dari berpendapat rendah maupun high class.
Aku mendapatkan dua buah fried chicken melalui waiter dengan pelan-pelan aku mencicipi dan sesekali aku minum jus yang disediakan bagi kita sesuai dengan menu yang aku pesan.
Tiba-tiba duduk di hadapanku seorang perempuan yang amboyy... cantik sekali.
Dia menggunakan busana muslimah yang sangat syar'i tapi tetap terlihat seperti menggambarkan bahwa dia adalah perempuan yang sangat cantik sekali dan mekar
Saat aku tengah menyimak masakan fried chicken yang tinggal hanya separuh lagi.
Ada seorang perempuan yang memang sedianya masuk dan memesan berapa buah fried chicken.
duduk pas menghadap ke aku, Aku tidak tahu apakah sengaja atau tidak sengaja. Yang jelas dia duduk ringan dan santai sambil memegang handphone dan memainkannya kadang-kadang Iya bercermin di handphonenya tersebut.
Senyum-senyum dan membetulkan jilbabnya yang menaungi wajahnya.
Duduk bersama kawanku sempat ada rasa malu melihat tingkah perempuan tersebut.
Tapi apabila aku melihat dari gerakannya dia bukan orang yang golongan kelas bawah.
Minimal dia sudah mahasiswa karena meski segalanya dia bereaksi di depan handphonenya tetap dia juga menjaga kekeluargaan dengan tidak mengubah pandangan serta ekspresi yang berlebihan.
Mahasiswa Fak Kedokteran
Sesekali ia video call-an dengan temannya.
"Aku sih belum siap untuk praktikum cadaver--Jenazah atau mayat dalam penggunaan sehari-hari, atau cadaver dalam istilah medis, sastra, hukum, atau forensik, adalah badan atau tubuh yang sudah mati atau tidak bernyawa. Istilah-istilah tersebut biasanya merujuk pada tubuh mati manusia.
Karena masalahnya bukan apa aku kan masih di semester 1 awalnya, aku jadi dengar cerita-cerita cadaver untuk ngeri banget kadang aku nggak bisa tidur kalau lihat-lihat cadaver ada bersama tema di sini aku ada pergi ke kamarnya.
Tentunya bagaimanapun aku akan juga efektif juga bagaimana anatomi jenazah dengan instrumen karnaval Tapi jujur aku nggak kuat sih entah nanti kalau sudah aku semester berapa yang biasa ada praktikum itu.
__ADS_1
Aku sih ngeri banget kalah mula-mula diperkenalkan dosen untuk memulai praktikum karena tapi karena tuntutan profesi sebagai mahasiswa di kedokteran.
Aku rasa bahwa itu semua jalannya dengan keberanian Bagaimana tidak aku harus lulus di mata kuliah ini.
Awal-awalnya memang kita hanya pegang-pegang tulang sejati nggak terlalu ketakutan tapi kalau sudah masuk pegang-pegang jenazah apalagi yang masih utuh juga moga-moga dibongkar dan sebagainya ngeri banget juga ini terasa perasaan di tangan terasa kaku dinginnya bukan main, dalam satu ruangan Untung ada beberapa kawan juga yang sama melakoni kegiatan praktikum tersebut.
Kalau menurut aku sesuatu yang sangat bermanfaat sekali beliau-beliau yang sudah menjadi karakter itu adalah guru-guru besar bagi kami para mahasiswa kedokteran untuk mengenal lebih jauh tentang hakikat jenazah.
Dan sehingga dengan demikian Kami akan melihat sehari-hari live kehidupan manusia yang kamu jadikan sebagai dasar dalam penyelidikan dasar penelitian.
Dan yang terpenting lagi adalah bagaimana kami bisa melihat kuratifnya dalam melakukan tindakan medis karena melihat secara langsung
Ganteng juga para keluarga yang dalam menurunkan badan yang sudah menjadi jalan-jalan terjadi karena penelitian para mahasiswa fakultas kedokteran
Sudah cerita tentang adaptor ini memang justru memantiknya rasa ketakutan bagi para mahasiswa-mahasiswa atau calon-calon mahasiswa yang masuk ke ke program ini.
Tapi kalau sudah terbiasa aja biasa-biasa saja ada yang memang sampai phobia ada juga yang melewati masa begitu saja artinya kalau sudah terbiasa memang seperti itu.
Keadaannya kita bisa mengobatinya Pasien itu karena kita sudah mengalami dan mempelajari secara manusia yang sudah menjadi kadaver..."
Aku pahami bahwa dia adalah curhat kepada kawannya tapi nggak gitu juga diadakan aku yang memang telah menyantap daging aku berasa sangat mual mendengarnya.
Cadaver
Tapi karena yang menggambarkannya adalah sosok perempuan yang sangat cantik jelita yang belum pernah aku lihat secantik ini kadang ada bergumam bidadarikah ini?
Kenapa sih orang ini putih banget mulus bersinar Tapi tidak terjebak matahari giginya yang betul-betul berbaris putih ketika dia tersenyum kadang membuat aku jadi candu.
Sehingga ketika sesuatu yang ia gambarkan menjijikan membuat aku mah aku kadang-kadang aku pandangi parasnya sehingga betul-betul sangat menjadi kuratif dan pengobat bagilah semua aku.
Aku hampir pergi dari sana tak kuat mendengar celotehan yang mungkin itu adalah mahasiswa kedokteran tapi begitu sangat sulit untuk melangkahkan kaki Dia benar-benar terlihat seorang bidadari yang belum aku pernah lihat sebelumnya.
Hanya dengan cerita-cerita tentang mulutnya dan beningnya bidadari surga.
Sama seperti perempuan yang kuliah di depan mataku ini tinggal semampai kulit putih bening sebaris alisnya dan bening matanya serta hidungnya komposisi struktur wajah yang lengkap membuat aku nyaris tidak bisa menerjemahkan apakah ini wanita apa ini bidadari?
__ADS_1
Saking nggak kuatnya mendengarkan celotehannya karena ada dua pilihan sebenarnya apa aku aku harus mengikuti episode selanjutnya
Tentang celotehan perempuan cantik ini atau keluar dari KFC itu sementara aku belum mencicipi makanan yang aku pesan.
Akhirnya pilihanku adalah menegur perempuan itu agar dia jangan terlalu berlebihan dalam berkomunikasi.
Assalamualaikum bisa bicara pelan atau mungkin Bisa bergeser ke mana untuk video call-an dengan kawan?
Jujur konten yang dibicarakan lewat video call-an itu membuat aku kurang nyaman dalam mengkonsumsi makanan yang serupa dengan beliau menjelaskan lewat konten video call... Sekali lagi maafkan jika saya mengganggu private jika telah menggolong pripasi saya.
Perempuan itu sepertinya tidak mendengar apa yang aku ucapkan kepadanya.
ia asyik saja dengan obrolannya di video call-an bersama kawannya pekerjaannya masih plus ke video call.
Tentunya karena ada respon dari kawannya itu sehingga ia sering senyum meski tertawanya tidak terlalu vulgar dan bebas tetap saja aku melihat ada percakapan yang kurang tentu nyaman saat aku mengkonsumsi fried chicken.
Aku berdiri dan melangkah ke hadapan perempuan cantik itu seraya berbicara pelan namun pasti.
.
Assalamualaikum warahmatullah barakatuh, Afwan Ana mengganggu, kalau boleh ukhti berbicaranya sedikit bergeser karena aku lagi menyantap racikan yang juga sama dengan yang Ukhti ceritakan.
Jadi sekali lagi tolong ukhti bisa memahami kondisi Ana..."
Baru setelah aku mendekat perempuan itu menghentikan pembicaraannya ia segera menutup video call-nya.
Sekaligus ia meminta maaf atas segalanya yang vulgar.
"Maaf p saya salah, kebetulan saya juga sih oleh dosen untuk memasuki praktikum karena terjadi maaf sekali jika saya melakukan kesalahan sekali lagi maaf beribu-ribu maaf mudah-mudahan saya tidak akan mengulangi lagi perubahan perilaku di masa yang akan datang..."ucapnya sambil merunduk malu mukanya yang putih terlihat merah saking rasa malunya
Belum sempat mencicipi makanan ia langsung menghampiri ke kasir dan ia membayar beberapa buah pesanannya tanpa basa-basi Ia pun melangkah keluar terlebih dahulu ia melakukan
Ia mohon izin pamit kepadaku tanda takzim dan hormat kepadaku.
Bagaimana menurut pendapat kalian tentang tokoh Aku, jika nggak setuju ditunggu kritik dan sarannya terima Kasih Pembaca Budiman, bagaimana menurut pendapat kalian tentang tokoh Aku, jika nggak setuju ditunggu kritik dan sarannya terima kasih
__ADS_1