
Abah yang brewokan tinggi besar membuat terkesan seram wajah, dialah Bah Jarot. Sosok yang yang mengklaim Budayawan kawakan yang sering diundang pemerintah Sumedang untuk mengikuti seminar budaya.
Ia terus menyindir pemerintahan yang memang belum merasa ada keberpihakan dengan para budayawan.
"Aku merasa bahwa sebagai seorang budayawan saat ini nyari seperti dalam tarikan oleh pemerintahan padahal kita ingin membangun pemerintahan salah satu viral pemerintahan yang memang memiliki tugas tentang kota budaya tapi memperolehnya kita juga belum dapat sentuhan setiap kegiatan-kegiatan..."
"Makanya kita harus berusaha agar budaya tetap eksis bagaimana Karena bagaimanapun keadaan karakter budaya sendiri itu ada pada masyarakat kuat dan Sumedang sendiri .
Hal itu tinggal bagaimana kita sebagai pegiat menggelorakan lagi semangat untuk mengadakan atau menguatkan peran fungsi budaya di kawasan Sumedang ini..."Ki Buyut menimpali kata-kata bazar, ya nanti tidak lebih mencari solusi daripada mendapat dan mengkritisi tajam dari pemerintahan.
ya memang kalau kesannya pemerintahan enggak begitu peduli terhadap kebudayaan sebetulnya nggak juga bagaimanapun kita yang punya inisiasi dan Kita gandeng mereka kita artinya Tidak harus menjadi counter malah justru kita jadikan sebagai kawan yang kita rangkum bahwa sebenarnya bukan kebudayaan juga untuk merokok pada stabilitas pemerintahan di sini..."
"Hebat juga berlian juga pemikiranmu jadi yang terpenting kita adakan kegiatan-kegiatan event-event yang sudah berlangsung untuk penyelenggaraan tersebut perlu dana operasional yang tidak sedikit demikianlah bikin kreativitas untuk membuat dagang amal Seperti apa dari kita oleh kita untuk itu dan sudah berhenti pemerintah juga bahkan memberikan stimulan.
Mbak Jarot memang menginssiasi untukmu dan membuatmu salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan selama beberapa waktu lamanya dan sudah beruntung akan mengikuti guru sertakan beberapa buah kegiatan dan berapa orang dari berbagai daerah mendatar untuk menyamarkan kegiatan yang apa aja lakukan
Salah satu pentas budaya yaitu Bagaimana menampilkan sosok karakter adat zaman dahulu kala zaman pemerintahan Pemerintahan yang lalu lalu dibangkitkan lagi nilai ini budayanya lewat pentas seni yang ada di Kabupaten Sumedang ini.
...***...
__ADS_1
Begitu di sebuah padepokan aku duduk bersila depanku banyak ornamen-ornamen artefak dan tulisan-tulisan yang mengarah ke atau menimbulkan suasana budaya.
Bagi orang awam sepintas memang menyeramkan artinya disebut apabila diresmikan dengan sesuatu yang bersifat agamis bisa menunjukkan aku mau syirikan tapi dalam pandangan-pandangan budaya mungkin itu diartikan sebagai sebuah cipta kaca dan karya seseorang.
Itulah barangkali yang kita namakan dengan kebudayaan versus bazar yang dia mencoba untuk menerjemahkan arti budaya yang dikolaborasikan dengan nilai-nilai mistisme yang kemudian melahirkan sebuah konsep budaya yang juga menghendaki pada perilaku seseorang di bangsa yang datang atau di masa kini atau di masa lalu.
"Kalau abah sebenarnya kan tidak begitu presisi dalam memahami sebuah konsep budaya, akan tetapi tidak terlepas dari kultur pemahaman cakrawala seseorang dalam latihan ketika memahami sebuah persoalan-persoalan masa lalu yang kemudian dikaitkan dengan sekarang
Hal itu baik itu dalam pendekatan agama pendekatan budaya pendekatan sejarah apa melihat ini sebuah persoalan yang fundamental dimana kajian-kajian sekarang pada yang hampir punah rekreasi oleh nilai modern itu juga harus mencoba untuk mengambil romantis masa lalu yang kemudian dikaitkan dengan yang sekarang karena yang namanya budaya.
Dan itu tidak terlepas dari sejarah sejarah yang demikian memang harus dipahami sebagai sebuah peristiwa masa lalu berdasarkan dengan kajian-kajian dan periodisasi itu melahirkan sebuah perjalanan pun akan merasakan datang pasti akan menjadikan sebuah otomatis bersejarah yang akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari zaman sekarang ini,"kata Bah Djarot sambil sesekali ia menghirup rokok yang dikemas dalam bentuk padudan---kepedulian sendiri adalah sebuah alat yang biasa digunakan untuk menyimpan rokok tatkala dihisap agar maka asapnya akan
...***...
"Memang pada prinsipnya Apa yang apa jelaskan itu melalui korelasi karena Abah juga menjelaskan berdasarkan hasil kontemplasi yang diintegrasikan dengan pengalaman-pengalaman para tokoh masyarakat tokoh budaya.
Orang tua yang melakoni semua tahapan-tahapan dalam proses kehidupan yang seperti itu tapi barangkali apa bisa menyebutkan nama-nama yang seperti tanaman atau tempat-tempat yang ada di sini juga menggambarkan apa?"
"Ya kalau apa sih memanah ini kan berdasarkan dari cerita-cerita leluhur yang menggambarkan bahwa adanya atau begini juga melambangkan seseorang yang dulu menjadi delegasi dalam sejarah yaitu bahwa ini adalah presentasi dari makhluk-makhluk langit Yang Maha Kuasa yang maha besar dan harga.
__ADS_1
Sini Abang menggambarkan ini semua padahal dalam kaitan korelasinya dengan titah yang alam yang harus membereskan bumi, yang harus membereskan tatanan kehidupan bumi.
Agar tidak sakit perut dalam lingkungan dalam penyelamatan bumi dari kerusakan-kerusakan tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab."papar Bah Jarot.
Aku manggut-manggut mau begitu ceritanya jadi kalau orang memaknai ini dengan hanya sepotong saja mungkin saja ini masuk ke nilai sejarah.
Akan tetapi karena dipahami oleh penduduk budaya dan sejarah pendekatan itu tidak langsung serta merta dialihkan.
Sesudah mencoba sebagai terjemahan dari konsep nilai budaya yang betul-betul dari implementasi dalam pertanian dalam hal kehidupan sehari-hari.
Beberapa kali aku harus terjemahkan belum sanggup buat aku untuk menerima penjelasan dari Bah Jarot.
Akan tetapi sebagai seorang yang pernah mempelajari kebudayaan baik itu dari perspektif ontologi dari aksiologi dan dari antropologi semuanya mengarah kepada bentuk proses sebuah arti yang mengarah ke sana akan diterjemahannya mungkin berbeda-beda kalau akademisi sih
lebih meningkatkan atau lebih melakukan pendekatan dengan cara akademisnya tapi barangkali karena hasil konservasi hasil pengalaman hasil diskusi biasanya seperti itu hasilnya.
...***...
*Elu senang kali cermati budaya. hampir setiap padepokan elu datangi. emang kamu orang hukum orang budaya...aneh gua. dunia hukum itu memaknai hukum sebagai himpunan peraturan yang sengaja dibuat oleh pemerintah dengan tujuan untuk mengatur tata tertib hidup masyarakat. Hukum pun sebenarnya memiliki ciri perintah dan melarang. Hukum juga bersifat memaksa dan memberikan hukuman bagi yang melanggar.
__ADS_1
Jadi berpikir banyak realistis, ketimbang budaya perilaku baik perilaku zaman sekarang dan zaman yang akan datang. kita lebih berpikir tentang bagaimana mencari kepastian hukum. terserah mau berpikir apa tidak mau menyenangi apa juga yang jelas kita lebih harus konsisten terhadap pembelaan yang sudah ada yang hak-hak klain yang tidak tunaikan hak-haknya."Bastian ingatkan kepada sahabatnya. ya memang paling ganteng kasihan betul aku saat ini lebih berkonsentrasi pada dunia budaya yang sedang diundangkan politik di Kabupaten Sumedang.
Pembaca Budiman, bagaimana menurut pendapat kalian tentang tokoh Aku, jika nggak setuju ditunggu kritik dan sarannya terima kasih