
Kedekatan Ana dengan sang pengacara tersebut sampai ke telingaku.
Aku sih biasa-biasa saja dengan menganggap hal tersebut.
Tokh haknya Ana sendiri dalam menentukan sikap. Sebenarnya aku tahu Victor itulah kakak kelas 1 tahun di atas aku.
Memang sangat pas andaikan Ana menjalin hubungan dengan dia.
Meski aku kadang dilanda panas dingin setelah melihat kedekatan itu lewat Facebook dan Instagramnya Victor.
Victor didampingi Ana dalam berbagai kesempatan. Tampak laki-laki mesra menggandeng Ana. Dan tampak lagi perempuan itu jinak sekali.
Ini tidak boleh dibiarkan, aku akan bikin perhitungan, ini bukan hanya sekali saja ia berjalan bareng.
Aku akan sungguh-sungguh membombardir perempuan itu, yang katanya sok suci. Tapi tetap di luar aku justru dia bermain kotor dengan Victor.
"Oke tunggu tanggal mainnya, bukan main,
aku tidak merasakan betapa kasih sayang perempuan itu. justru enaknya bersama yang lain,
"aku bergumam.
Iya, aku sendiri jaga dan rawat , sampai aku mensadaqahkan diri mengikuti alur dia, malah asik sama Viktor.
Semua orang tahu kakak kelasku itu adalah gaya hidup flamboyan. Bermain perempuan juga.
Sementara aku melihat riwayat tempat di Instagramnya Victor banyak bersama-sama dengan perempuan itu.
Ada apa aku yang cape-cape dalam perkara dugaan pelecehan seksual yang aku dukung untuk membuktikan justru malah aku yang kena getahnya.
\*\*\*
Aku makin dendam ketika Victor ternyata berhasil menguak semua permasalahan dugaan pelecehan seksual, ia mensertakan alat bukti, seperti saksi fakta, saksi ahli.
Sehingga dengan terpenuhi dua alat bukti atau lebih status penyelidikan dapat ditingkatkan menjadi penyidikan. dan yang aku sesalkan justru perempuan itu mempercepat proses tersebut dan Perempuan itu tidak sedikit melakukan pembelaan.
Salah satu dari kawan Ana itu Sheila, adalah kawannya yang paling sangat prihatin atas permasalahan yang menimpa diriku. Sehingga dia sering minta aku untuk mendekat-dekatkan diri dengan perempuan itu.
"Mestinya, jangan karena alasan dendam dalam mencari pembuktian, tapi dilandasi mencari keprofesionalan, tentang terang benderang sebuah perkara.
Kedekatan dengan laki-laki itu adalah sebuah keniscayaan, aku tidak harus kecewa atau sedih toh dia pengacaranya.
Aku harus membuat sedikit pelajaran kepada perempuan tersebut jangan sampai ia terlalu asik dengan Victor. Sebelumnya tanpa pengacara Ana juga bisa.
Untuk sekedar memberi pelajaran akhirnya aku kerja sama dengan Sheila.
__ADS_1
Sheila berhasil menjebak Ana dalam sebuah pertandingan Poli Bal Putri.
Sheila menginformasikan Ana katanya akan ada seseorang yang bertemu dengan dia, Semata untuk memberikan dukungan atas perjuangan dalam melengkapi alat bukti dugaan pelecehan seksual.
Tentu saja perempuan itu senang, Ia bahkan memberi tips kepada Sheila.
"Trims ya my friend of all your kindness to me i hope you 're success always..
"Ya jangan berlebihan lah, Pokoknya kamu tenang ada saksi yang bisa meringankan kamu serta memberatkan musuhmu itu, ia tahu persis tentang kejadiannya dari awal sampai akhir, makanya kamu jangan pulang dulu biar orang lain pulang nanti saya pertemukan dengan saksi yang bisa lebih menekankan pa irfan kawanmu itu masuk..."papar Sheila.
Terima kasih atas bantuanmu Sheila. Aku ingin deh laki-laki itu secepatnya masuk penjara Biar jauh bawa dengan melecehkan perempuan itu tidak akan nyaman hidupnya..."harap Ana, perempuan itu tampak berbinar-binar.
Jam waktu yang sudah ditentukan.
Orang-orang tampak sudah tidak ada lagi di tempat itu, kecuali Ana sendirian
Dia masih menunggu saksi yang kan meringankan versi Sheila.
Lagi asik aja main handphone sendirian di lobi lapang kam
Sheila kemudian ngasih kode padaku agar segera masuk dan minumnya perempuan itu.
Tatkala Aku masuk, aku melihat Ana yang berkostum olahraga.
Bagian depan dada perempuan itu tanpa menonjol.
Bahkan pinggul Ana yang montok dapat terlihat jelas.
Aku terkesima lihat perempuan itu dalam kondisi realnya.
aku hendak mundur dan menjauh, khawatir dia ketakutan, atau malu atas kehadiranku.
Sayang keburu terpergok oleh perempuan itu.
Ana mulai tegang, ia hendak lari, sayang Sheila sudah kunci ruangan tersebut.
Yang bisa dilakukan perempuan itu hanya memohon-mohon saja agar dirinya tidak diapa-apain.
Ia melindungi bagian dadanya yang montok karena kaus olah raga itu tidak bisa melindungi lekuk-lekuk tubuhnya.
Bukankah waktu itu permainannya dilakukan perempuan dengan perempuan jadi merasa tidak risih dengan pakaian yang seperti itu.
Sebenarnya aku ingin segera kembali agar tidak melihat perempuan sedang kondisi realnya.
Namun teringat kata-kata Sheila. Jika aku tidak memberikan pelajaran pada perempuan ia akan sangat menjadi-jadi dengan Victor yang sudah 1000 langkah meninggalkan diriku.
__ADS_1
Aku tidak memahami, Kenapa Ana berkostum sebagai Perempuan yang suka memperlihatkan auratnya.
Aku hanya cuma bermain-main dengan ke kepura-puraan. seolah aku nyaman perempuan itu menggunakan kostum tersebut.
Ana sebentar lagi polisi akan tetapkan aku sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Namun semua itu tidak ada bukti adanya.
Kamu tidak melakukan pembelaan sedikitpun makin hari makin memperlihatkan kekejamannya terhadapku.
Dengan memperbanyak saksi makin menguatkan kamu atas dugaan pelecehan seksual.
Paling tidak mungkin semua dari hawa nafsumu.
Senang aku ditetapkan sebagai tersangka.
maka aku berkeyakinan, langkah aku menyengaja dengan mendatangimu, baru akan balance, bukan hanya sekedar praduga saja!"ancamku.
melihat aku hendak melampiaskan nafsu bejatnya, dengan alasan tidak melakukan juga tetap disangka, sudah melakukan sekalian.
perempuan itu sangat ketakutan sekali ya megang bagian dadanya. yang merasa bahwa propertinya itu belum tertutup dengan sempurna.
Apalagi melihat baju olahraga yang mencetak sehingga lekuk-lekuk tubuh Perempuan itu terlihat. Terutama faktor dan *********** sangat menonjolkan sekali.
"Bapak jangan, seandainya Bapak lakukan itu terhadap aku. Bapak akan kehilangan momentum di malam pertama nanti...sebab aku akan serahkan semuanya kepada bapak..."suara perempuan itu sambil kembali menutup bentuk *********** yang terlihat menonjol.
Menyesal yang menggunakan baju olahraga yang mencetak tokohnya sehingga mengundang berahi Siapa saja yang melihatnya.
Mendengar suara itu, Aku tidak percaya karena usaha untuk mencelakaiku dengan satu tahap lagi.
tidak ada yang bisa disesali semuanya, ketika aku basah ya udah mandi sekali. ngapain Aku hanya cuma bisa ngehayal doang udah ku makan sekalian...sampai kapanpun aku tidak percaya, aku sudah kepalang basah, Aku tidak akan membiarkan kamu saat ini lolos.
Viktor sudah berhasil membela kamu sehingga aku diprediksi tidak akan lama lagi...
Ana mengeluarkan handphone dan melakukan chat di handphone tersebut. namun aku menyuruh memasukannya kembali.
Merasa tidak ada akses keluar,
Ana menjerit lirih.hanya mohon pertimbangan aja kepada laki-laki yang ada di hadapan ini...
Pembaca Budiman, bagaimana kejadian selanjutnya, apakah tokoh aku memanfaatkan kesempatan itu?
bagaimana menurut pendapat kalian tentang tokoh Aku,
bagaimana dengan sikap nakalnya?
jika nggak setuju ditunggu kritik dan sarannya terima kasih
__ADS_1