
Ayya marah-marah, yang ngata-ngatain aku dengan bahasa-bahasa yang tidak pantas diucapkan.
Bahasa-bahasa kebun binatang terucapkan di mulut manis yang aku kagumi itu. Yang mengancam dengan pasal penyekapan.
Berasa tidak bisa memiliki akses keluar satu-satunya dimanfaatkan handphonenya. Aku panik ternyata tidak terprediksi bahwa perempuan itu masih memiliki handphone.
Aku merasa sudah habis ketika ia ternyata masih menggunakan handphone dan mengancamnya akan menelpon keluar, dia akan menelpon ke polisi penyidik yang menangani perkaranya.
Aku hanya pasrah saja melihat perempuan itu menekankan bantalan telepon genggam yang dimilikinya.
Sayang ternyata handphone yang dipegangnya lowbat. Tinggal satu setrip dan habis.
"Kalian kejaaam!!
Apa sih motivasinya sikap aku disini. kalian ingin perkosa aku.
Aku nggak nyangka ya Mona sahabatku tega-teganya berkolaborasi dengan penjahat. Aku sekalian laporin kalian ke polisi.
Bukan saja tidak akan pelecehan juga yang sekalian lakukannya penyekapan nya."ancamnya.
Aku benar-benar mendapatkan matahari kembali ketika dinyatakan handphone yang dimiliki oleh Ayya ternyata lowbat dan tidak bisa difungsikan.
Apa mau kalian dengan sekap aku disini? Kalian mau tebusan, atau kalian memperkosa aku?" Demikian suara Ayya yang makin kenceng saja.
"Kalian ngomong!"bentaknya lagi.
" Dengar Ayya, kita akan melakukan sesuatu agar kamu menjadi paham semuanya kita ini siapa?"
"Apakah kita akan merekonstruksi itu semua sehingga menjadi adegan yang betulan.
Bukan episode-episode adegan konstruksi dari ke-1, 2 sampai dengan 3,4,5, 6 dan seterusnya. Dengan penafsiran saksi ahli dan seterusnya.
Biar semuanya menjadi jelas, jangan hanya sebatas penafsiran yang ada. Aku laki-laki yang sudah dewasa yang membutuhkan kehangatan dari seseorang yang dicintainya."papar aku.
Aku duduk di samping perempuan yang sedang memandang dinding dan pintu yang kokoh yang tidak mungkin dia untuk lari.
Perempuan itu sendiri, tidak satu patah kata pun keluar. Rupanya sudah capek, dan walaupun dia ngamuk-ngamuk tidak akan bisa menyelesaikan masalah, karena semua akses pintu terkunci. Kooperatif.
Aku jahat seperti ini memang dilandasi oleh adanya kehancuran dalam mahligai percintaanku. Semua orang bisa berubah karena ada persoalan yang tidak bisa dipecahkan.
Akhirnya pulangnya bagus bisa jadi jahat. Sangat tergantung pada situasi.
Makanya satu-satunya cara adalah aku harus menumbalkan seorang perempuan.
Yang dimaksudkan tidak menghilangkannya melainkan aku harus mengekspresikan kecintaan kepada siapa saja entah itu kepada orang yang disukai dan atau kepada orang yang tidak disukai.
Perempuan itu tambah sedang mengikuti alur pembicaraanku yang mulai puitis.
Ia menarik nafas panjang, "Terus Kakak cinta pada siapa?"
Aku mulai aneh kenapa dia tanya seperti itu? Ini aku memanfaatkan untuk sebuah skenario.
Suara Ayya kembali menjadi lembut tidak seperti sebelumnya, sumpah serapah dan semua hampir binatang-binatang yang ada di kebun binatang, ia absen tanpa henti.
"Aku hanya mencintai orang yang aku cintai, Karena aku seorang laki-laki yang pernah merajut impian bersama seorang perempuan
Namun perempuan itu kini entah dimana?Ia lupa bahwa saat itu tengah memeluk dadanya menurunkan tangannya dan memainkan ujung jaketnya.
Aku berusaha untuk tidak membiarkan mataku jelalatan memandang benda lunak perempuan yang membusung di dadanya.
__ADS_1
Terlalu beresiko apa yang apabila aku terjerembab pada pandangan yang akhirnya akan menjadi persoalan yang bukan tidak mungkin mempercepat aku menjadi tersangka di kepolisian dengan tuduhan yang bertambah, makanya aku berusaha dialogis yang renyah dan profesional.
Perempuan itu kemudian memalingkan badan yang sudah tidak menutup lagi dadanya yang montok.
Wajahnya tampak bersinar karena ia tidak merasa takut lagi pada laki-laki yang udah dihadapinya ini.
Ini adalah skenario yang aku bangun. Karena ternyata dia merasa bukan orang yang diperhatikan dan digilai aku lagi. Sehingga dirinya merasa tidak terancam.
sudah tidak ada lagi wanita yang saat ini aku kan belum dan aku kecuali perempuan yang ada di hadapanku ini.
wajah putih bersih kemerah-merahan, tubuh sintal berisi.
Semua aku ketahui tentang postur tubuh yang molek ini melalui Tik tok pribadinya, setiap kali nongkrong di Vt ratusan like dan komen bermunculan.
Rajin mengupload video tik toknya.
tidak harus berakting nongol aja dengan background musik sudah pasti ratusan like muncul disertai pujian akan kecantikannya.
Makin aku memalingkan pandangan perempuan itu makin penasaran, toh dirinya ternyata bukan prioritasnya lagi, yang Baqi gilai ternyata perempuan anak Omnya, Ratih.
Ratih adalah kekasihku dahulu yang pernah mengisi hari-harinya Baqi.
inilah akhirnya yang merubah Ayya dari benci jadi rindu.
Semakin aku menyebut nama Ratih, semakin hilang kekakuan Ayya.
aku melihat perubahan sikap perempuan yang sangat jual mahal itu.
Tidak kudengar lagi suara kebun binatang, yang sudah di tadi terus absen. tidak terdengar lagi suara kasar dan tidak beradab.
selanjutnya hanya diam dan menanti sesuatu yang sangat berharga yang menyapa dirinya.
Ternyata jika sudah kena perangkap semua prasangka dan praduga itu tidak ada, bahkan hukum pun sudah terabaikan.
Jika tangan refleks ku meraih jemarinya yang putih bersih berpadu dengan kuku-kuku yang bercat merah, ia diam.
Aku lakukan semua itu dengan kesadaran, dan 100persen sadar.
"Kak! "ucapnya, ya sekarang sudah tidak mampu lagi mendongakkan muka, dia hanya memalingkan wajah serta merunduk, dari kelopak matanya muncul buliran-buliran air mata.
ternyata dirinya yang dibanggai dan dinilai warganet, tidak ada apa-apanya di hadapan laki-laki ini.
Dan menarik jemarinya, dan belakangi laki-laki itu.
aku menyadari, jika sudah seperti itu bukan hanya remasan jari tangan saja, tapi organ-organ yang lain yang mungkin bisa aku jelajahi sudah sangat mungkin.
perempuan itu sudah memasrahkan dia sudah tidak punya lagi keakuan, justru yang iya inginkan sekarang adalah pengakuan, bahwa hanya dia dalam hati aku.
jika sudah seperti itu, aku yang harus berusaha untuk menghentikan semua. bukankah itu tujuanku?? meluluhkan hatinya! menghilangkan egonya??
yah itu yang aku maksud. aku hanya bersyukur kepada Allah subhanahu Wa ta'ala, yang telah mengubah kebencian menjadi kecintaan.
aku berbisik di telinga perempuan itu, bahwa sebenarnya dialah yang menjadi prioritasku. meski aku bilang bahwa butuh waktu untuk berpindah haluan.
"Ayya, aku belum bisa sepenuhnya memperhatikan kamu, masih ada perempuan lain yang masih bersemayam dalam hatiku. Aku butuh waktu untuk itu semua. maafkan Aku."ucapku sambil menanti reaksi perempuan itu.
Ayya membalikkan badan, ya tidak lagi sekarang menutup semua bagian tubuh yang masih terlihat mencetak.
dia merasa tidak ada harganya lagi di depan laki-laki gagah ini. hanya menatap nanar, minta dikasihani, dan Masya Allah, nampak sekarang tidak ada hukum lagi. seandainya aku menjelajahi semua keindahan keindahan yang dia miliki dari lekuk tubuhnya sintal.
__ADS_1
aku merasa sudah tidak ada pasal-pasal lagi. Justru aku harus menerapkan pasal-pasal sendiri, harus aku harus mengkrangking diri aku sendiri, aku harus memenjarakan diri sendiri, dan memvonis diri sendiri. bahwa sesungguhnya ada pihak ketiga diantara kami berdua.
Ayya memejamkan matanya, menanti pendaratan kehangatan cinta yang hakiki.
dirinya yang betul-betul sudah tersengat tapi asmara, dan hanya dengan menjerat laki-laki itu Ia mendapatkan cinta yang seutuhnya.
sebagai seorang laki-laki yang tidak perasaan sedu sedan rindu, sudah sangat mungkin tidak akan membiarkan nuansa kehangatan untuk lewat. Aku ingin menghapus air matanya. mengganti dengan air mata kebahagiaan, bahwa aku juga bucin.
namun sebelum itu terjadi, suara benda jatuh mengagetkan Aku berdua.
Aku melihat sekilas wajah yang pernah kukenal, muncul dan kemudian menghilang.
Ratiiih!
Demikian gumamku. belum sempat apa-apa aku mendengarkan raungan tangis perempuan yang membahana.
Merasa bahwa sebentar lagi penetapan status Tersangka akan diumumkan.
Mestinya aku sesuai dengan komitmen awal, jangan sampai berbuat konyol yang mempercepat peningkatan status dengan melakukan sesuatu yang gegabah.
Inilah cinta memang sudah tidak bisa dibawa birokrasi.
Dengan keikhlasanku menerima takdir, ternyata dalam relatif singkat aku menemukan pintu gerbang yang kokoh dan berkunci gembok baja.
"Kak Lastri itu kan putra Omku. Dia ada di rumah ikut Mama bantu-bantu Bibi!!" ucap Ayya. sambil bersiap berdiri.
Aku sempat terperanjat. Beruntung perubahan itu tidak terlihat aku hanya terfokus pada handphone Mona yang merekam adegan demi adegan kebersamaan aku dengan Ana Fransiska.
Aku bagai kejatuhan bintang perempuan cantik yang hanya ada di dalam mimpiku ini, kini sudah menyerah kalah.
Tidak ada lagi jurang pemisah, namun aku satu lagi menghadapi permasalahan yang saat ini yang tidak bisa dianggap remeh.
Namun, dengan ketulusan dan kecintaan perempuan itu aku sudah merasa cukup. Bahkan ketika bahaya di hadapan mata.
Aku mulai melihat keadaan Sheila Yang memiliki maksud lain di balik jebakan skenario yang seolah membantu aku.
Aku kembali bersandiwara agar perempuan itu marah padaku.
Dengan itu hasil jepretan foto Sheila akan jadi lain.
"Mohon maaf Ayya. Kau tidak bisa mencintai perempuan lain selain Ratih kau boleh marah padaku tapi ini adalah keputusanku."
Perempuan itu kecewa ketika aku tetap mempertahankan perempuan yang ada di rumah itu.
"Kakak kejam, kenapa mau ninggalin aku..."
Perempuan itu lari bahkan mau menabrak Sheila yang sedang melakukan sesi pemotretan.
Aku lega, ternyata skenarionya sesuai dengan penyidik, aku faham bahwa nanti photo itu akan disampaikan sebagai alat bukti.
Jadi skenarioku adalah mementahkan alibi aku yang ada di penyidik.
Beruntung adegan mesra perempuan itu belum ke photo.kalau adegan itu ter-capture alat bukti jadi lain.
Karena saat aku memegang tangan perempuan itu juga aku berusaha menjauh dari lensa kamera Sheila. Jadi ke sana terjadi pertengkaran sengit.
Jangan khawatir suara lagi di dalam juga tidak ter-capture.
Alibi Ku benar, Sheila ternyata menghilang lebih dulu sebelum aku pulang.
__ADS_1
Bersambung****