Just Before I Tell You Love

Just Before I Tell You Love
Mendadak Jaka Tarub


__ADS_3

Usai di pengadilan aku singgah di KFC yang tidak jauh dari kantorku.


Sebenarnya aku tadi biasa makanan-makanan cepat saji seperti itu Aku biasanya menclok di kaki lima tapi sekarang aku harus merubah kebiasaan itu.


Karena bagaimanapun aku inilah seorang pengacara yang memang harus mendapatkan Klien Klien itu baik dari keinginan maupun high class.


Entah lupa entah apa, entah sengaja entah tidak sengaja


Kartu mahasiswi perempuan yang tadi makan Kentucky fried chicken tertinggal di atas meja yang hanya terhalang oleh tisu.


Namanya Ana Fransiska. Mahasiswi fakultas kedokteran universitas swasta termahal di Bandung.


Melihat namanya saja aku sudah sudah melihat betapa mahalnya perempuan itu.


Sifat rasa malu dan sopan saat bertutur kata menandakan bahwa ia adalah perempuan yang sangat menjaga kesopanan. Perihal komunikasi panjang lebar tentang daging itu adalah komunikasi yang ia bangun bersama kawannya. Dan tidak ada perasaan ingin merusak kenyamanan seseorang.


Aku saja ketika berjumpa kawan atau curhat terkait dengan sesuatu profesi atau kuliner apa emang terkadang lupa di mana saat aku berbicara dengan siapa Aku udah bicara dengan ada siapa di sekitar aku.


Benar-benar aku tidak merasakan bahwa ada cela pada perempuan itu.


Semuanya adalah yang dikatakan memiliki batas wajar saja yang tidak menampakkan suatu yang tidak aneh. Semisal dia adalah perempuan yang selalu mengumbar kata-kata yang tidak baik.


Mengobar kata-kata yang vulgar, aduh lebih jauh karakter dia yang tidak menunjukkan pribadi yang bagus.


Semuanya aku pandangi dia adalah perempuan yang ideal walaupun aku baru pertama kali melihat tapi aku sudah merasakan ada sesuatu keistimewaan pada perempuan itu.


Meski relatif sangat mudah sekali tetapi ia sudah bisa menjaga etika seorang perempuan yang betul-betul terbungkus dengan sikap dan watak yang anggun serta bersahaja.


Pengacara Baru Vs Pengacara Kawakan


Aku adalah sosok profesi yang memang tergolong masih bau kencur.


Aku belum merasakan nikmatnya hasil jerih payahku semisal Abang Hotman Paris Hutapea, atau almarhum Bang Buyung Nasution, mereka pengacara kelas nasional internasional yang sudah mengenyam kenikmatan.


Aku adalah pengacara yang baru saja selesai mendapatkan berita acara sumpah advokat atau BAS.

__ADS_1


Baru satu dua pilihan yang aku bela itu pun baru sebatas nanti Non Litigasi.


"Aih... Anak mama saat ini banyak melamun apa gerangan yang kamu pikirkan? Jangan-jangan ada berpikir tentang pasangan hidup.


Ini sebenarnya Mama nanti-nanti. Kamu sudah berpikir apa lagi nak kamu harus sudah memikirkan urusan perempuan urusan calon hidup di masa yang akan datang. Udah baik kamu jomblo terus. Mama akan pikirkan nanti andaikan kamu sudah memiliki pasangan..."suara mama menegur aku sehingga membuat aku terasa malu dibuatnya.


Aku berusaha menyembunyikan kartu mahasiswa yang aku temukan di KFC tersebut.


Sayang mama sudah menciduk Aku punya kartu nama.


Beruntung aku selalu waspada dan aku simpan kembali di dompet yang sudah lusuh itu.


Meski rusuh tapi dapat itu punya sejarah.


Di mana saat itu dulu aku tengah melakukan pendekatan dengan perempuan yang aku anggap paling sempurna di dunia ini.


Saat itu dia menjalankan magang di kantor hukum sama dengan aku.


Aku sudah saling banyak bertegur sapa dengan perempuan itu.


Bahkan konon sudah jauh Sudah membicarakan tentang masa depan meski aku dalam relatif pacaran.


Semenjak saat itu aku sudah tidak berpikir lagi tentang perempuan, aku mendapatkan hati pada perempuan itu yang kebetulan gayung bersambut.


Lesti adalah anak fakultas Hukum yang hendak menyelesaikan studinya di fakultas Hukum salah satu universitas swasta di Jawa barat ini.


"Las jika nanti menjadi seorang profesi advokat. Siapa yang kamu bela?"tanyaku saat itu di belakang kantor hukum ku.


"Aku membela orang yang sedang tertimpa musibah atas keadilan yang belum menyapa dirinya...?"jawabnya.


"Kalau kamu tipe klien seperti apa yang akan kamu habis-habisan bela?"


"Aku akan membela orang yang membutuhkan pekerjaanku yang mengerti akan pentingnya profesi pacar dengan pembelaan kliennya..."


"Artinya kayaknya kamu bilang adalah orang yang berduit gitu?"dia bertanya sampai mendirikan matanya yang demikian Indah itu.

__ADS_1


Aku jadi istrinya dengan ketetapan matanya itu.


"Enggak aku akan membela orang yang membutuhkan keadilan Tapi juga dia memahami kondisi kita, gimana seorang profesi advokat itu juga memiliki kemerdekaan dalam menjalankan profesinya termasuk hak honorarium yang harus didapatnya. Pijakan memiliki beberapa tahapan dalam hal pembiayaan seperti ada komitmen fee, ada operasional fee, dan ada sukses fee.


Nah kajian itu kan harus pikirkan. Nanti kita di sangkalari apabila tidak mengerjakan pekerjaan yang dibebankan kepada kita. Padahal kita kan punya keterbatasan dalam hal keuangan.


Mencari Solusi Aman


Jadi kita harus betul-betul mencari solusi yang terbaik untuk memenangkan perkara yang kita sedang jalankan tapi tidak terlepas dari urusan finansial juga... Bagaimana nasib apakah Anda juga memikirkan hal itu?


Apakah kita hanya sama dengan mengerjakan sesuatu yang memang tidak juga orang


Kita harus sama frekuensi dengan klien kita. dan juga harus mengerti apa yang akan kita kerjakan. sehingga mereka mengeluarkan uang pun merasa tidak rugi, alasannya karena mereka paham apa yang kita kerjakan. jangan dibiarkan mereka bingung tentang langkah langkah yang kita kerjakan, kita butuh komunikasi dengan mereka. intinya profesi kita sebagai seorang pembela yang hanya kita punya tenaga dan pikiran saja. sedangkan hal-hal yang lain menyambut masalah operasional dan kebutuhan-kebutuhan lain untuk biaya gugatan umpamanya tetap harus mereka selaku pemberi kuasa, untuk semua tingkatan sampai dengan Inkrah.


Perempuan itu diam dia tidak bisa berkata-kata. Memang idealnya seorang profesi pengacara itu seperti itu ia tidak harus berjuang bak Superman, Ia juga harus memikirkan tentang pribadinya.


Sebelum memberikan hal-hal yang harus dibela pihak lainnya di luar pengadilan atau di dalam pengadilan atau di pengadilan tinggi mahkamah Agung.


Demikian hari-hariku dalam pembicaraan dengan Lastri perempuan bandung yang memang memiliki keunggulan baik dari kecerdasan dalam membuat gugatan dalam melakukan lobi dan lain-lainnya.


Juga yang terpenting bagi kau adalah dia siap menjadi calon pendampingku untuk merajut masa depan.


Tapi ternyata di kemudian hari ia harus memenuhi permintaan orang tuanya. Orang tuanya pindah dinas karena iya aja merupakan anak dari salah satu dari instansi kejaksaan tanah air.


Sekarang aku tidak tahu di mana dia berada saat dia harus mengikuti dinas orang tuanya ia sudah tidak lagi jarang balas surat-surat Baik itu baca maupun wa dan apalagi soal telepon yang aku kirimkan entah gimana nasibnya sekarang.


Dalam kesendirianku aku merasa bimbang dan ragu.


...***...


Aku percaya aku bisa melewati masa ini. aku memahami bahwa semua ini merupakan hal penting bagimu.


Urusan perempuan memang tidak bisa dijadikan sesuatu yang gampang dicerna. Tetap harus mulai kajian-kajian yang komprehensif.


Bisa-bisa orang tenggelam Karena urusan perempuan karena hal itu adalah sesuatu yang tidak dipelajari. tadi dia mentereng bisnis yang cerah serta pendidikan yang bagus bisa hancur seketika karena ia tidak bisa mempelajari tentang hakikat perempuan.

__ADS_1


Bisa naik seperangkat instrumen kebesaran bisa terus menanjak meroket karena perempuan.


dalam peribahasa bahwa dibalik suami yang sukses ada istri yang hebat.


__ADS_2