Just Before I Tell You Love

Just Before I Tell You Love
Cie...cie Pacar-Pacaran


__ADS_3

Aku kembali membuat pembelaan di tengah derasnya pemeriksaan atas tuduhan dugaan pelecehan seksual kepadaku.


Aku tidak boleh terganggu oleh sebuah agenda penyidikan yang bertubi-tubi dari Ana Fransiska.


Aku harus move on, klien ku ibu Jolie harus terbebas dari segala jeratan hukum yang menimpanya.


"Ibu khawatir serangan yang bertubi-tubi kepada Bapak membuat Bapak tidak konsentrasi dalam melakukan pembelaan terhadap aku..."


Suara perempuan paruh baya yang memandang laki-laki di depannya itu penuh dengan rasa kekhawatiran, gelisah.


"Tenang saja Bu, semua sudah menjadi resiko aku, dalam setiap langkah tentu saja ada resiko.


Dalam setiap pekerjaan tentu saja aku berhadapan dengan permasalahan-permasalahan.


Bisa saja permasalahan itu datang dari orang lain, aku berpasangan itu bisa jajan datang dari diriku sendiri, atau dari pasanganku.


Yang penting aku harus tenang dalam menghadapi persoalan itu.


Yang paling aku takutkan adalah aku diserang oleh rasa kerinduan yang sebenarnya aku juga tidak tahu kenapa masih muncul di tengah konflik dugaan pelecehan seksual..."


Cie cie aku baru curhat kepada perempuan tua itu. Bisa-bisanya Aku membawa persoalan aku terhadap perempuan itu.


"Siapa Siapa? yang membuat bapak bisa jatuh hati.


Aku tidak yakin dapat bapak bisa sampai semudah itu jatuh hati pada perempuan.


Cantik pastinya yah, Pak! apakah mungkin dia seperti bidadari yang turun dari khayangan sehingga membuat gerangan bapak menjadi gundah gulana.


Andaikan aku punya anak perempuan yang cantik aku akan persembahkan buat Tuanku pengacara yang baik hati, dan berhati lembut seperti bapak..."Ibu Jolie, memberondong dengan ratusan kata. isinya sudah pasti menggodaku.


Tampak raut raut cerah di wajahnya.


Aku tidak boleh terus terang, Siapa perempuan yang kini kita menggoda aku sehingga nyaris merupakan pekerjaanku sebagai seorang advokat pengacara yang melakukan pembelaan terhadap seorang miskin dan papa.


Dan klien itu tidak memaksa aku untuk mengakui Siapa perempuan yang kini bersemayam di hati sangat pengacara pahlawannya ini.


Dia kembali ke persoalan Bagaimana menghadirkan saksi-saksi yang bisa meringankan dirinya.


"Aku punya seorang saksi yang kira-kira bisa meringankan Pak. Aku punya anak dulu yang dibawa oleh seorang kaya.


Dan orang kaya itu dipastikan bisa membuat keringanan karena dia tahu persis bagaimana tabiat suamiku yang selalu kawin cerai.


Barangkali beliau bisa membantu..."


Aku bak disambar gledek.


Aku segera membuat strategi strategi untuk memenangkan si Ibu terutama untuk menjemput yang saksi yang disebutkan cewek Ibu tadi bisa meringankan dirinya.

__ADS_1


"Oke Bu aku sangat setuju dengan seksi yang Ibu sadarkan tadi, anak ibu sudah sebesar apa kira-kira sekarang Bu?


Pasti cantik seperti ibu..."ibu itu yang memang tampak garis-garis kecantikan yang terbaru itulah kejamnya garis kehidupan yang dialami si Ibu paskah ditinggalkan suaminya dan harus menjadi single fighter dalam mengurus rumah tangga dan membiayai sendiri.


Bagaimana tidak sebelum aku advokasi dia memang memiliki seorang pembela yang sungguh menghisap keringat si Ibu.


Harus membayar setiap langkah dan setiap gerakan si Ibu sehingga si Ibu benar-benar keringat dan membanting tulang untuk pembayaran advokasi.


Sangat kasihan aku ingat ke sana ibu. Ia sudah beda sendiri, Ia sudah harus membayar biaya pengacara yang mestinya tidak harus saya susah itu si ibu berjuang.


Maka diriku berusaha untuk sekuat mungkin menjadi pembersih Ibu tanpa harus dibayar sepeserpun.


...***...


Sepulangnya dari Polres, karena buru-buru pergi Ana buru-buru pulang, ia tidak mau ditemani oleh pengacaranya.


Meskipun pengacaranya bawa kendaraan mewah, tapi Ana tidak mau ditemani laki-laki itu.


Perempuan itu merasa kapok ketika pada pemeriksaan pertama yang didampingi oleh pengacaranya, Pak Viktor, Ana disuruh untuk menemani dalam acara pesta teman-temannya.


Saat itu Ana dipaksa untuk mengaku pacarnya.


Viktor kenalkan Ana kepada teman-temannya bahwa perempuan itu pacarnya.


Ana memang tidak munafik bahwa pengacara itu memang ganteng, Ia juga pengacara yang tergolong hoki, tajir melintir, perkaranya cukup hebat-hebat.


saking hokinya bahkan operasional saja ya dibayar dengan dengan dolar per perkaranya.


balik lagi ke persoalan Viktor


Di saat dia begitu mudahnya memperkenalkan dirinya kepada kawan-kawannya sebagai seorang pacarnya,


rasanya Ana makin ringkih.


"Kenapa An, kok sebelumnya nggak suka aku perkenalkan kepada mereka bahwa kamu itu pacar aku... Tenang saja aku nggak akan menerkammu kok, aku hanya butuh orang yang mendampingiku dalam acara tertentu.


Tuh Ana jadi pacar aku juga nggak apa-apa, Hari ini aku masih sendiri nggak ada yang menemani. Belum ada wanita yang meluluhkan hatiku.


Walau jujur jika aku mau pasti Antre wanita mau menginginkan aku..."paparnya waktu itu.


Ana menangkap pijar-pijal cinta pada mata laki-laki itu.


Karena tidak menjawab, hanya ia khawatir laki-laki itu tidak melakukan pembelaan yang sempurna.


Ia tidak mau meluluskan aku dan dirinya akan membuat aku jera karena telah melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya.


sehingga Ana tidak merasa yakin akan kepercayaan dirinya.

__ADS_1


Makanya meski Ana tidak senang pada sikap laki-laki itu yang terbilang reseh pura-pura saja Ana merespon.


Lama-lama ilfil juga, Bayangkan Ana dibawa-bawa Viktor ke mana-mana, seperti ke hotel ke pantai.


Bahkan suatu ketika sampai dibawa ke Batam juga naik pesawat, terus apa menjamin keselamatan dirinya, bagaimana kalau sang Pengacara itu, konak, bisa berabe!


Makin rela dirinya dibawa-bawa makin menyebalkan kelakuan laki-laki itu.


Gara-gara mengadvokasi Ana, banyak bisnis yang terbangun.


"Wah ini luar biasa nih Om Victor.


Jarang-jarang nih dapat wanita cantik!"


"Jalan-jalan terus mumpung ada kesempatan kapan diresmikannya..."seru kawan-kawan saling bersahutan, hanya Ana makin ingin mentah saja.


"Ntar gue umumkan ada saatnya sekarang masih dalam taaruf aja dulu.


Soalnya dia masih kuliah di fakultas kedokteran, biar santai ajalah kalau menikah kan kayaknya kurang seru deh ntar dia udah selesai kuliah.


Atau minimal udah menyelesaikan mata kuliah gue kebut, betul nggak neng?tanyanya kurang ajar, Walaupun berat Ana mengangguk.


Semenjak saat itu Ana tidak mau diajak lagi ke mana-mana.


Karena bepergian bersama Victor Karena bergidik.


"Amit-amit deh, gimana kalau ketulis, jadi istrinya, nggak deh! Ana bergidikkan.


Makanya kemarin dia pulang lebih dulu khawatir ya diajak ngajak lagi.


Karena sebelumnya udah ngasih WhatsApp bahwa dirinya ada pertemuan di hotel Savoy dengan rekan-rekan advokat dalam rangka merayakan salah satu temannya.


temanya tersebut dalam acara syukuran dapat berita acara sumpah advokat dari salah satu organisasi Advokat ternama di Indonesia.


Namun justru ketika sampai di rumah, Ana marah-marah.


Kenapa sih nggak nunggu dulu Irfan.


Laki-laki itu kecewa, karena dirinya pergi tanpa pamit, halo, dia kan musuh elu..."gumamnya dalam hati.


Tika mamanya berusaha untuk membesarkan hati perempuan itu.


"Mama yakin laki-laki itu bisa masuk penjara, Mama pilihkan pengacara yang hebat sekali... Masalahnya Om Viktor itu kan belum ada beban Dia belum punya keluarga jadi lebih fokus untuk mengerjakan pembelaannya.


Dulu pengacara apa-apa waktu dia sedang terkena pailit hutang di perbankan sampai puluhan miliar selesai boleh dia Jadi kalau boleh mama meminta nanti kalau tidak sukses Dion Mama setuju kalau kamu nikah sama Om Victor.


Orangnya baik ramah pun perhatian dan sayang lagi sama kamu..."

__ADS_1


Ana tambah bengong mendengar ucapan ibunya namun dia tidak bereaksi apa-apa...


Pembaca Budiman, bagaimana menurut pendapat kalian tentang tokoh Aku, jika nggak setuju ditunggu kritik dan sarannya terima kasih.


__ADS_2