Just Before I Tell You Love

Just Before I Tell You Love
Harga Sebuah Mahkota


__ADS_3

Buntut cekcok antara Dion dan Ana berlanjut dan melibatkan keluarga Ana.


"Persoalannya kan bukan Papa harus memaksakan kamu menikah dengan Dion,


Tapi setidaknya Papa ingin kamu memiliki masa depan yang cerah.


Kalau kamu hanya menuruti hawa nafsu sendiri mencari teman pergaulan sehari-hari apakah menjamin masa depan kamu?


Sebaliknya kalau menurut Papa, meski Dion memiliki karakter yang kurang begitu kamu sukai setidaknya dia memiliki masa depan yang cerah,


Menjadi penerus perusahaan orang tuanya..l


Dan kalaulah Dion memiliki kesalahan kepadamu, kamu harus berusaha memaafkannya


Papa pikir dia banyak manfaatnya ketimbang mudharatnya.


Untuk zaman sekarang yang harus anda pikirkan itu adalah pertama nilai ekonomi, dan papa yakin dia punya nilai itu, Terus yang kedua adalah masa depan yang cerah bapak pikir dia punya itu semua


Perempuan itu diam, pikirannya makin gelap-gulita. Ia tidak bisa menerjemahkan cara berpikir ayahandanya.


Selama menurutnya, saat ia mulai kenal dengan dia tidak ada satupun perubahan yang mencolok. ingin berubah atau memperbaiki cara berpikir, cara bertindak dan cara berperilaku.


Jadi sulit bagi Ana untuk menentukan Jalan hidupnya untuk menerima kehadiran Dion.


"Begini saja Pa, Aku tidak memikirkan bagaimana nanti bahagia bersama Dion, yang terpenting adalah sekarang bagaimana aku bisa mempelajari karakter Dion.


Karena semakin aku pelajari, semakin aku tidak memahami jalan pikirannya, semakin aku pelajari semakin aku tidak tahu bagaimana dia bersikap dan berperilaku.


Tapi biarlah karena Papa menjatuhkan pilihan kepada dia, Aku akan berusaha untuk mengimbangi kemampuannya.


ini adalah sebuah khidmat kepada Papa..."jawab Ana.


Apa yang dikatakan oleh perempuan itu nyaris semuanya dan merupakan copy paste dari ucapan ayahnya.


"Mestinya papak berpikir kalau memang dia adalah tipikal pria yang tidak disukai Ana, Mama pikir Kenapa kita harus memaksakan diri. Lelaki yang lain yang memiliki kesamaan cara pandang dengan anak kita..."Aisyah menyela percakapan antara anak dan bapaknya.


"Bu, Ibu..jangan mencoba untuk memecah belah anak kita dengan Dion, biarlah dia saling mempelajari karakter masing-masing,

__ADS_1


Ana tidak keberatan bersama dengan laki-laki itu, Ibu jangan berusaha memecah belah di antara mereka."protes Abbas.


"Bukan memecah belah Pa, akan tapi kenyataannya bahwa anak kita sulit untuk disatukan, hanya karena kekuasaan Allah SWT Ana yang sholeh anak yang berbakti kepada orang tuanya.


Dan tentu saja apapun atau siapapun yang akan dikenalkan kepada anak pasti Ana terima itu karena semata-mata anak ingin berbakti kepada orang tuanya..."


Itu yang papa nggak suka dari mama, selalu saja berpikir sesuai dengan cara pandang Mama sendiri. Ana tidak mempermasalahkan dirinya harus bersama-sama dengan dia tolong Mama jangan sampai memprovokasi agar kedekatan mereka jadi pecah


Keluarga Dion udah banyak berkorban untuk kita. seandainya Anda provokasi pecah Bagaimana nasib kita kita sudah berikan fasilitas lebih oleh Pak Harun selaku CEO dari perusahaan yang dia pegang..."tugas Abbas.


Tidak ada percakapan lagi yang terdengar adalah suara televisi yang sedang siaran langsung terkait dengan penanganan seorang pengacara atas kliennya ibu Jolie


...***...


Sore itu aku baru selesai melakukan pembelaan terhadap Ibu Jolie. agendanya adalah pemeriksaan saksi terlapor.


Saat aku Hendak pulang dari dalam seorang perempuan terburu-buru sehingga tidak ayah tabrakan pun terjadi.


handphone yang punya perempuan yang belakangan diketahui bernama Ana itu jatuh.


Untung gunakan ****** plastik yang membalut handphone perempuan itu sehingga saat jatuh tidak pecah.


Perempuan itu nyaris terjatuh karena hempasan badanku yang cukup tegap.


"Maafkan Dik aku buru-buru


ucapku sambil membantu dokumen perempuan itu yang tercecer di halaman mapolres.


perempuan itu tidak tahu apakah dia harus menangis.


Bukan karena dokumen yang berantakan, bukan handphone yang nyaris tetap di bagian sudut atasnya. justru yang ia jadikan kekecewaan adalah tabrakannya itu.


Sudah pasti saat terjadinya tabrakan ada bagian yang sangat privasi bersentuhan.


Aku beberapa kali minta maaf kepada perempuan yang aku temui di KFC itu. Tidak ada satu kata-kata pun yang keluar dari mulut perempuan cantik itu.


Beruntung Pak Polisi ikut membantu membereskan dokumen yang tercecer karena aku banyak melongo,

__ADS_1


"Sudahlah neng, Bapak Pengacara ini tidak disengaja, maafkanlah..."katanya ikut-ikutan membela aku. Namun meski bapak polisi ikut membantuku mediasi langsung di tempat. Tetap saja perempuan itu tidak juga meresponnya.


Akhirnya dari perasaan simpati, aku menjadi sedikit emosi kenapa setiap permintaan maafku tidak juga direspon dengan baik perempuan itu.


Justru dia itu sepertinya kecewa berat Atas kejadian tersebut. Aku merasa tidak bersalah dan beberapa kali minta maaf mestinya direspon dengan baik justru malah sebaliknya ia menunjukkan rasa kekecewaan Atas kejadian tersebut.


"Kalau Nona merasa bahwa permasalahan harus diselesaikan di kepolisian ayo karena aku merasa tidak bersalah.


Aku dalam kondisi terburu-buru karena ada undangan sidang di pengadilan.


Atau mau perdamaian silahkan karena aku tidak mau seperti ini, aku tidak biasa dicuekin


dan tidak mendapat respon apa-apa ketika aku mohonkan maaf..."ucapku Sambil memandangi perempuan yang tanpa masih sok dan kecewa.


Jika sekali lagi merasa kecewa kepadaku atas permasalahanku ada salurannya aku meminta biar kepolisian untuk mediasinya..."tambah ku sambil duduk di sudut kiri mapolres.


"Kakak jahat, kenapa tabrak aku, tuh bagian ini, "ucapnya sambil megang dada.


Aku tidak terima dengan cara kakak seperti itu... Kakak juga tidak punya anak perempuan pasti nggak akan terima."


Aku tersenyum aku seorang profesi advokat, segala sesuatu kalau memang tidak tergolong Dolus pasti Culva.


Aku baru paham ternyata bandeng tanganku sempat menyenggol bagian dada perempuan.


Tapi karena aku sudah berkali-kali mohon maaf, nampaknya tidak ada yang perlu aku ulangi lagi semuanya kan sudah dalam frame permintaan maaf dari sejak awal.


"Oh itu yang dimaksud nona, kontes Jawa sudah mohon maaf karena semua yang terjadi tidak ada unsur kesengajaan. Keturunan sekalian mau perkarakan aku ini. Aku sudah sangat siap Nona, karena sekali lagi Tidak ada unsur niat. Kalaulah semuanya telah terjadi sekarang segala sesuatu itu hanya kebetulan dan di luar kemampuan nalar manusia."


Perempuan itu akhirnya rumah ketika aku meminta atau siap membawa karena itu karena hukum atas kesalahan yang telah diperbuat menurut versi dia.


Akhirnya tadi pak polisi menengahi. "Begini saja kalau mau benamin ya udah kami di sini aja tapi kalau nggak mau Nana ingin malam permasalahan ini dia tinggal buat laporan saja. Simple nggak Ada yang sulit.


Perempuan itu menggeleng, "jadi mau selesaikan di kepolisian dan buat laporan Polisi..."tanyaku penuh semangat.


Perempuan itu mengangguk.


Oke deh kalau seperti itu mari kita ngobrol dulu secara empat mata, "biar aku minta berbicara permata dulu dengan perempuan itu.

__ADS_1


Dan ternyata direspon oleh Shinta.


Dan bagaimana kisah selanjutnya apakah mereka mau berdamai atau melanjutkan ke polisi? Oke kita tunggu Bang berikutnya..


__ADS_2