Just Before I Tell You Love

Just Before I Tell You Love
Wajah-Wajah Penggoda Iman


__ADS_3

Karena saking penasarannya dan tersentuh dengan syair-syair keikhlasan.


Perempuan itu mencoba untuk mendongak. Ia sepertinya hendak membiarkan wajah cantiknya untuk dilukis oleh syair-syair kerinduanku.


Aku terus mengabsen instrumen Indra yang terpampang di wajah beningnya.


Ya Allah, Jika Aku ditakdirkan menjadi kekasihnya, izinkan aku untuk bersama-sama dalam mengayuh bahtera rumah tangga.


Aku tidak silau dengan semua yang ia miliki, tapi aku silau bahwa di muka bumi ini, yang telah kau lukiskan pada wajah perempuan yang ada di hadapanku ini.


Aku tahu, aku bagaikan pungguk rindukan bulan, tapi aku yakin, jika kau menghendaki, tidak ada satupun makhluk di muka bumi ini yang tidak tunduk pada kehendak-Mu...


Aku tidak percaya, Kenapa kau ciptakan makhluk-mu seindah ini. Dan aku berharap kau hantarkan laki-laki baik untuknya, Aku adalah sipungguk yang tidak mungkin bisa banyak berharap akan cinta kasihnya.


Hanya aku berdoa, bila kau tidak berkenan aku bersamanya, berilah aku yang sepadan dengan diriku, Aku merasa bahwa aku memang tidak pantas untuk bersanding dengan perempuan yang lengkap seperti dia...


Aku menghentikan syairku, aku melihat perempuan itu berlinang air mata. Wajahnya seperti direlakan oleh untuk sang penulis alam beraliran bebas, realis naturalis.


Sementara, Viktor, S.H, pengacara Ana, asyik dengan percakapan di handphonenya sambil berjalan ke sana, sepertinya membicarakan tentang bisnis.


Sang Pengacara itu lupa, bahwa saat itu dirinya bersama kliennya, Ana, yang harus ia dampingi, baik secara hukum maupun penguatan batinnya agar dia merasa percaya diri dalam menghadapi perkaranya.


Aku mulai menyadari bahwa ternyata Kantor Polres yang merupakan kawah candradimuka


bagi orang yang terkena pidana,


itu bisa mendadak berubah menjadi hamparan bunga sakura yang berwarna-warni, bagi orang yang tengah dimabuk asmara.


Dengan aroma yang wangi. Itulah keajaiban sama pencipta Yang Agung bawa tempat yang digadang-gadang menjadi tempat untuk menggodok bathin.


Justru kini aku merasa bahwa tempat tersebut adalah pertemuan antara Sri Rama dan Dewi Sinta di Negeri Alengka.


Belum puas aku memandang wajah cantik itu aku dipanggil ke dalam.


Dengan gegap-gempita dan gagah berani aku memasuki ruang penyidik di unit PPA.


Saudara siap untuk diperiksa?Tanya penyidik sambil memegang beberapa catatan-catatan.


Sementara tangan kanannya bermain di antara bantalan-bantalan laptop.


"Insya Allah siapa pak"


Saudara sehat saat ini?

__ADS_1


Sehat pa"


"Saudara tahu perempuan yang bernama Ana Fransiska? tanya penyidik untuk melengkapi berita acara pemeriksaan. santai dan tenang dalam melakukan sesi tanya jawab bersama kliennya.


"Aku tidak tahu Pak!"jawabku cukup mantap. tidak ada keraguan, dan tidak ada rekayasa. penyidik melanjutkan pertanyaan,


"Terus Saudara tahu kenapa sudah dipanggil ke Polres?


"Setahu saya karena ada dugaan tindak pelecehan sosial sebagaimana dialamatkan dalam surat undangan wawancara."


"Di mana saat itu kejadiannya?"tanya penyidik sambil melakukan sesi pengetikan, cepat-cepat dan akurat saat menyembuhkan setiap jawaban dari pertanyaan yang dibuat.


TKP atau tempat kejadian perkara


Kejadiannya yaitu di depan ruang SPKT.


"Saudara dari mana dan wanita itu dari mana?"tanya penyidik makin mendapatkan banyak progresnya.


"Saya habis mendampingi klien dari ruang unit PPA."


"Waktu itu saudara Bagaimana sehingga saudara pelapor itu melaporkan Saudara?"bahasanya bunyi dengan sopan dan santun namun tegas dan lugas dalam menyampaikan pertanyaan sehingga aku pun menjawab dengan tegas tugas dan tangkas, tanpa ada keraguan


"Peristiwanya kurang begitu ingat Pak, hanya karena terburu-buru aku bertubrukan Pak."


"Kaget Pak karena aku melihat perempuan itu meski tidak jatuh tapi ya terlihat syok dan bawaannya berceceran di lantai..."


"Oke saudara merasakan ada sesuatu yang lain atau tangan saat saudara bersentuhan dengan saudara Pelapor?"tanyanya udah mulai menjebak-jebak.


"Pengetahuan saya, saya waktu itu hanya kaget saja, dan ter konsentrasi pada klien saya yang waktu itu masih dalam tahap penyelidikan, dan saya harus diminta oleh penyidik untuk melengkapi adalah fungsi yang di indikasikan bersesuaian dengan dugaan tindak pidana yang menjerat klien saya."


"Ok, Terus kondisi perempuan itu selalu terlihat oleh saudara seperti apa?"


"Saya melihat dia syok pa."Jawab dong jujur, seperti yang kulihat waktu itu, memang Ana Syok.


"Ada apa dan kenapa dia sampai syok tersebut. Karena saudara menurut dia menyentuh bagian intim dia?" pertanyaan udah 100% mengarah kepada tuduhan laporan.


"Aku kurang tahu Pak! yang pada saat itu Dia hampir jatuh jika tidak aku berusaha untuk menahan."


Jawabku sudah tidak terkonsentrasi lagi. namun masih terlihat fokus sehingga pertanyaan bisa dijawab dengan lugas.


"Tangan mana yang saudara jadikan untuk menahan."


"Tangan kanan pak."Aku menjawab dengan datar saja.

__ADS_1


Tidak merasa terbebani dan tidak merasa terpaksa serta Plong saja.


"Sekali lagi aku tanyakan kepada Saudara Apakah waktu menahan perempuan itu agar tidak jatuh saudara merasakan tangan sudah nempel di bagian sensitif perempuan itu?"


"Aku tidak mengetahui proses tentang itu yang jelas tanganku sempat menahan agar dia tidak jatuh.


" Kok gitu jadi yang jelas anda melakukan upaya untuk menahan agar perempuan tidak jatuh di sebelah mana saudara? sudah 100% jebakan pertanyaan itu sehingga aku nyaris ungkapkan peristiwa tersebut terjadi.


meski aku dalam kondisi terkena ovium. gara-gara Aku mau menangis coba perempuan itu sinyal di hatiku.


kalau sudah terjebak akhirnya aku tidak bisa lagi memainkan Irama jawaban yang sedikit berekor dari bercabang.


Aku menjawab hampir mengikuti apa yang ditanyakan yang rata-rata menjebak-jebak.


jangan kembali lagi pada peristiwa ketidaktahuan, semua jawaban walaupun diputar dibalikkan dan ditajamkan.


jawabannya aku tidak tahu, dan aku tidak merasakan sesuatu.


maksudku karena aku tidak memahami dan tidak ada unsur kesengajaan.


Atau mungkin aku sedang konsentrasi pada hal lain,


semisal ingin memenangkan pilihanku yang kini telah dirindukan atas tuduhan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur dalam pasal 378 dan 480 kitab undang-undang hukum pidana.


Berita acara pemeriksaan selesai pada pukul 02.00 sore praktis Aku menjawab pertanyaan dari pendidik selama 6 jam.


tidak lelah justru aku makin bisa memainkan peran jawaban yang memang menjebak tapi semuanya aku jawab dengan lancar.


tidak ada keraguan untuk menjawab, sekali lagi kalau memang aku tidak tahu, jawaban simple tidak tahu.


sehingga menjadi sudah bisa memastikan dan dapat menyimpulkan hasil BAP-nya.


meski jawabanku sebetulnya hanya melengkapi saja karena nanti disesuaikan dengan saksi-saksi pelapor dan saksi fakta.


bahkan jika perlu akan dihadirkan saksi ahli, dari kombinasi keseluruhan itu menjadi bisa menyebabkan apakah ada unsur kosong saja atau sebaliknya.


Aku ingin segera buru-buru keluar, Aku berharap mata bening yang sebab karena banyak menangis itu masih ada di ruang tunggu di sebelah unit-unit reserse.


Sayang saat aku keluar, perempuan itu tidak menampakan batang hidungnya.


mungkin saja ia sudah duluan pergi.


Pembaca Budiman, bagaimana menurut pendapat kalian tentang tokoh Aku, jika nggak setuju ditunggu kritik dan sarannya terima kasih

__ADS_1


__ADS_2