Just Before I Tell You Love

Just Before I Tell You Love
Kerikil Dalam Sepatu


__ADS_3

Hari pertama aku diperiksa sebagai tersangka dalam perkara adukan pelecehan seksual.


Polisi terus mengembangkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di sekitar aku dan telah mengumpulkan semua alat bukti.


Aku memang sudah sangat sulit sekali untuk berlari dari kenyataan ini bahwa sudah cukup bukti sehingga satu yang bisa menyelesaikan adalah peradilan umum.


Namun ternyata ada hal yang sangat benar-benar aku tidak bisa habis pikir, ternyata yang jadi tim kuasa hukum Viktor Sarjana Hukum itu salah satunya adalah Lastri mantan pacarku, Lastri. Kok bisa seperti itu?


Atau jangan-jangan semua data autentik yang mestinya di private Ana malah beredar, itu karena mungkin karena upaya dia dalam mencari tambahan.


Akhirnya aku sadar dia yang membocorkan


Potongan video penyekapan itu?


Tapi, Aku tidak boleh berprasangka apapun terkait adanya alat-alat bukti tambahan


yang dia miliki atau silahkan jika permasalahan di ruang tunggu GOR itu merupakan suatu strategi dia untuk mengalahkan aku.Emang kerjaan dia. Aku sempat drop saat hari itu bertemu Lastri disana.


Tapi itu kan perkara terpisah, dan yang terjadi di GOR itu nggak ada kaitan dengan peristiwa di polres.


Itu mah pacaran, sudah suka sama suka. Wong pacaran ditongkrongi, lagian yang bersangkutan tidak melaporkannya.


Aku tahu ternyata dia bergabung di Kantor Hukum Viktor, semenjak dia menjadi pengacaranya Ana, Serta merta menjadi asistennya Viktor.


Pertemuannya memang terbilang singkat tapi cukup bermakna, saling sapa. Saling cerita masa lalu.


"Maafkan aku kak, aku tidak mengkhianatimu. Aku sadar ternyata meninggalkanmu membuat aku bimbang, ragu dalam menapaki hidup ini, coba bayangkan, apakah aku harus menyesuaikan cara berpikirku dengan cara berpikir dia yang pengusaha ya nggak lah, kita kan orang hukum. Jadi dimana fleksibilitasnya, "urai Lastri.


"I am sure, you can manage yourself, tapi masalahnya kan tidak sesederhana itu, Las. Kau tahu nggak semenjak kau tinggalkan aku, kuliah aku berantakan aku sampai harus menunggu 2 sampai 3 tahun untuk menyelesaikan.


Penghianatan ini enak, aku sampai lupa diriku sendiri,


selesaikan aku sudah tidak mungkin lagi menyelesaikan rencana hukum, apalagi sampai aku mengikuti ini khusus advokat ini...


Kemarin gue ikhlas Kenapa kamu tidak bisa sedikit aja mempertimbangkan bahwa ada aku. Aku yang pernah kau berikan harapan untuk main masa depan.


Tapi sudahlah semua sudah menjadi bubur kita memang memiliki jalan masing-masing, Las."


Perempuan di temanggung air matanya keluar dengan deras.


"Tapi kan kita masih sendiri aku juga suka sama cewek suami sendiri apa sih yang menjadi ganjalan.


Saya pikir tidur yang harus dipikirkan lagi semuanya sudah dalam kondisi dan porsi masing-masing.


Jadi segala yang sudah sudah mari kita mencoba untuk masa depan..."


Aku menarik nafas panjang terasa berat sama aku juga masih 70%, menyimpan kerinduanku untuk perempuan tapi bukankah semuanya sudah punya skenario sekarang masing-masing.


Lastri emang telah mempersembahkan sesuatu yang berharga bagi suaminya atau bukti kecintaannya ialah kehadiran si kecil itu bukti sudah tidak bisa dipungkiri lagi.


Memang aku sering mendapatkan curhatan perempuan itu, Tapi aku kuatkan bahwa sebenarnya mencintai suami sama dengan mencintaiku.

__ADS_1


Aku faham ia terus konsisten dan tidak pernah mengurangkan perhatiannya kepadaku


Tapi apakah memang dengan mudah begitu saja Dia melupakan persoalan masa lalunya.


"Kak Irfan yang baik hati, apa aku pulangkan kecintaanku padamu dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah.


Apakah Kak Irfan tidak faham bahwa sebenarnya hari-hariku tidak pernah melupakan kakak!


Bukankah surat yang aku kukirimkan kepadamu karena satu menit lpun aku tidak pernah meninggalkanmu..."


Lastri terus memborbardir aku yang hampir luruh.


Aku tidak bisa berkata-kata karena memang faktanya seperti itu, namun harus bagaimana lagi?


Aku bukan tidak membuka ruang untuk perempuan itu tapi, aku harus mempertimbangkan bahwa ada perempuan yang harus aku urus agar bersemi dan memberi manfaat.


Yang menanti masa depanku.


"Kenapa kok diam, kau pasti sudah punya yang baru. Sehingga kau campakkan aku sedemikian rupa..."Lastri seperti sudah menunggu kenapa aku diam, kenapa Aku ragu.


Bukan itu persoalannya Las, Bukan itu kok cuma mengerti bagaimana kondisiku sekarang, aku belum bisa memikirkan hal-hal yang seperti itu.


Biarkan aku sendiri Las.."


Bukankah kamu pergi, dan membiarkan aku sendiri, menyendiri tanpa kehadiran kamu


Sekarang ketika aku belum siap untuk menghampiri kenyataan kau hadir aku butuh waktu untuk merespon semua itu..."


Pasti masih melihat pijar-kejar cinta yang masih bersama yang di hati laki-laki itu.


Dan tidak dikurangkan kecintaan diriku pada dirinya. HANYA PERUSAHAAN WAKTU SAJA.


"Sudahlah Pak Irfan, aku tetap akan mencintaimu sampai kapanpun karena aku melihat ada ketulusanmu dalam hatimu.


Dan aku yakin cinta kita abadi, izinkan aku untuk mencintaimu selama-lamanya..."


Ucap perempuan itu sambil lari dan bergabung dengan tim kuasa hukum yang lain.


Aku masih menyayanginya.


Karena dulu kepergiannya bukan karena nafsu tapi karena mengikuti titah orang tua.


Lastri memang masih seperti dulu ia ternyata bisa mempertahankan kecantikannya.


Hanya sekarang sedikit karena perjalanan usia. Jika aku tidak melihat postur anak sekarang, Kemungkinan aku masih melihat nasi sebagai perempuan cantik dan tercantik di muka bumi ini.


Aku melihat Ana saat ini sebagai anugerah yang terindah yang Tuhan berikan di saat aku rapuh dan jatuh.


Kamu yang jadi kesedihanku, saat ini dia masih dalam framenya Dion.


Aku masih belum memiliki siapa-siapa hanya kepada Allah lah aku bergantung Ya Allah ya rohmanirohim dan bumi berikanlah hamba tambahan kesabaran karena hingga hari ini aku masih seperti ini sendiri aku hanya punya engkau ya Rabb...Selaksa doaku

__ADS_1


Aku melangkah menemui Bapak Kanit serse, aku berdiskusi membicarakan beberapa hal yang berkaitan kasus yang sedang berjalan.


Aku hanya memohon kepada para penyidik untuk bisa melihat secara objektif klien-kliennya.


Karena rasa-rasanya mereka itu adalah orang-orang yang terkena musibah dan terzalimi akan coba hukum yang sebetulnya sangat dipaksakan.


\*\*\*


Kedekatanku dengan Lastri tercium juga oleh Ana.


Perempuan itu akhirnya mengetahui bahwa Anak Omnya itu adalah mantan pacar Irfan.


Tapi bukankah Cinta yang memang sudah buta tidak bisa dengan begitu saja menyerah seseorang yang dicintainya itu banyak idolanya.


Ana sekarang berusaha untuk merebut perhatianku dengan berbagai cara, Ya bersolek, meningkatkan rasa positif dalam hidup dengan terus menyeimbang keseimbangan konsumsi makanan.


Belajar sungguh-sungguh fokus terhadap perkuliahan dan mempertajaman analisa seorang yang dipersiapkan untuk seorang pengacara besar.


Sebenarnya tanpa harus Ana mempersiapkan diri.


Tanpa harus mempersiapkan apapun, saya sudah tidak bisa berpaling dari perempuan itu.


Hanya aku menjaga secara profesi, aku biarkan dia dengan instrumen persiapan di masa mendatang, aku harus jaga dia sampai dia menemukan akhir dari harapannya.


Suatu yang dipikirkan ajalah Bagaimana menjadi seorang profesi dokter yang dan bisa diterima oleh khalayak.


"Aku tidak banyak berkata-kata sayang, Karena bagaimanapun kau juga memiliki permasalahan di depan, perkuliahan pastinya, cita-cita seorang dokter anak itu kan harus dipupuk sejak sekarang.


Jadi jangan terlalu kau dipusingkan dengan persoalan-persoalan masa kini.


Aku yakin kau bisa memilih kita seorang calon pendamping yang cerdas bisa memenuhi kebutuhan sedih dan keluarganya serta lingkungannya dan masa depannya..."ucapku puitis.


Aku hanya bisa berkomunikasi lewat aplikasi WhatsApp.


Dan calon dokter itu, hanya menanggapinya dengan stiker


"Amin, amin..."


"Lho, kok cara merespon kamu dengan seperti itu ngomong dong!"Aku mau bertanya tegas lagi dalam handphone aku nggak mau aja cuma dengan respon stiker.


"Ya terus?"


Iya kamu itu kan seorang perempuan yang sudah dipersiapkan oleh alam agar bermanfaat dalam hidup.


bukan hanya sebatas sekarang menjadi seorang dokter akan tetapi kamu harus berguna bagi masyarakat karena tidak selesai hanya cuma dengan bermanfaat bagi dirimu sendiri


Dan dinantikan oleh masyarakat tiduran sambil menanti kreativitas pengabdian sebagai seorang dokter..."


Ana...


Pembaca Budiman, bagaimana menurut pendapat kalian tentang tokoh Aku, jika nggak setuju ditunggu kritik dan sarannya terima kasih

__ADS_1


.


__ADS_2