
Aku belum bisa, belum bisa mencintaimu 100%.
Kan ada papa ada mama...plis Pak Ir, ajari aku menjadi perempuan yang baik.
Ku ingin sesuatu menjadi diri sendiri tapi aku tidak bisa, karena surgaku ada di bawah telapak kaki ibuku.
Aku mengepalkan tanganku se-erat-eratnya.
Kok nggak menyangka ternyata di luar sana tengah sang SEO ganteng, Aku sayang siapa-siapa dalam hidup ini.
Aku belum bisa berarti dalam hidupku ini, aku hanya seseorang yang hanya bisa berjuang untuk diriku sendiri dan belum bisa berjuang untuk anak orang lain. Terbukti orang yang aku perjuangkan juga malah pergi hanya dengan alasan, di bawah telapak kaki ibu...
Oke fine Saya dukung itu, oleh karena itu inilah saat aku untuk berbuat, bahwa aku laki-laki yang benar-benar juga punya keinginan punya harapan dari seorang perempuan yang cantik seperti engkau...
Aku laki-laki yang berharga yang selama ini hanya aku tumpahkan dengan sebisa bisanya aku, Aku tidak ingin impotensi, Aku tidak ingin syahwatku terus tekan-tekan.
Aku tidak ingin menjadi seorang laki-laki yang baik untuk seorang perempuan. Aku buang berkali-kali spermaku dengan caraku sendiri, semata-mataku angin mendapatkan seorang istri yang Saleh, sisi yang berbakti di kemudian hari.
Aku tahan ini semua semata-mata karena aku berharap bisa mengawal seorang perempuan yang akan menjadi calon bidadariku nanti, Tapi semua musnah Aku hanya menanti sebuah kesia-siaan saja.
Kalau begitu aku bersama siapa, Jadi selama ini aku bersama hanya cuma dengan ragamu saja, sedang hatimu bersama orang lain.
Buat apa aku buang-buang ****** aku dengan caraku sendiri, semata-mata Aku tidak ingin dengan ****** ini akan melahirkan bayi-bayi yang tidak bermartabat.
Perempuan itu kemudian bersimpuh di hadapanku. Dia mohon ampun atas semua kesalahan.
Aku boleh melihatnya sebagai seorang perempuan yang tegar.
Ternyata Ia perempuan yang sangat rapuh, anak yang aku lihat di KFC--seorang perempuan mahal, seorang perempuan yang aku pun saat melihat aku tidak mampu untuk berpaling, kali ini perempuan cantik itu bersimpuh di bawah kakiku dan menanti untuk dijadikan seorang pelacur.
"Bapak, selama ini kebaikan Bapak disia-siakan oleh Ana. Maafkan bapaknya cuma bisa mendapatkan ragaku saja, mohon ma'af pak. Sekali lagi, Jika Bapak hanya ingin sekedar melepas dahaga saja, lepaskan saja kepadaku Pak,
Aku ingin mendapatkan calon anak yang baik sebaik bapak, Aku ingin semua yang Bapak miliki itu ada di tubuh Ana... Ana mohon, Bapak jangan buang-buang semua itu hanya semata-mata bapak takutkan untuk tidak mendapatkan kedepan saat perempuan Saleh.
Dan ternyata singgah saat ini bapak juga masih belum mendapatkan semua itu, demikian juga Ana, belum bisa menjadi perempuan harapan bapak, namun mohon dengan setulus hati Ana, jadikan anak toilet untuk menampung semua bakal janin itu...!"
Aku merindukan kepala, dampak seorang perempuan yang cantik. Tengah bersimpuh di bawah kaki dan menghiba-hiba pelepasan sosial yang berharga bagi dirinya.
__ADS_1
Kemurahanku mendadak sirna, sudah sebelumnya iya melihat perempuan itu keciduk persiapanmu nanti sang CEO sehingga menggumpal kemarahan yang luar biasa.
Seketika kemarahannya pun menurun. Meski ia bersimpuh di bawah kakiku, Ya udahlah perempuan yang Saleh yang taat kepada orang tuanya.
Dia bukan seorang perempuan pelacur, yang meluncurkan dirinya semata-mata untuk kesenangan duniawi.
Tapi ya iyalah seorang penghamba orang tua. Aku tidak boleh menahan diri untuk pergi menemui cinta ridhonya orang tua.
"Ana, mungkin aku tidak bisa memiliki lagi cinta, kecintaanku hanya pada orang yang mencintai orang tuanya.
Biarlah aku habiskan semua rasa ini di mana saja yang aku suka tidak jadi semuanya ini sampai mana perempuan-perempuan pemburu hawa nafsu. Biarlah aku memuaskan semua asaku dengan caraku sendiri.
Ujarku sampai menuju toilet.
Belum sampai pada lantai kedua aku melihat sosok anak yang lain.
Sosok yang benar-benar siap untuk didarati pesawat.
"Ana siap menjadi pemuas hawa nafsu Bapak...asal Bapak jangan pergi dari kehidupan Ana.
Biar status keluarga aku sendiri yang punya, calon suamiku yang punya, tapi ragaku bersama Bapak..."ujar perempuan itu sambil membuka kancing kemejanya.
Terasa semua indah.
Aku belum keburu untuk mencegah perempuan itu.
Aku memeluk perempuan itu. Sumatera untuk menenangkan batinnya yang gundah.
Kenapa aku lakukan itu, aku melihat dia perempuan yang cukup tidak cukup kuat untuk membiarkan dirinya menjadi prasyarat orang tua sebagai penebus harta yang telah diberikan seseorang kepada orang tuanya.
Aku dekap perempuan itu, aku melihat di balik tasnya ada benda tajam yang sewaktu-waktu bisa melenyap jiwanya.
"Jadikan aku sebagai pelepah syahwat Bapak, Aku tidak mau rahimku laki-laki yang hanya pemburu ambisi saja."ucap perempuan itu sambil memohon-mohon kepadaku.
Isak air matanya sudah sedari tadi terlihat.
Pembaca Budiman, bagaimana menurut pendapat kalian tentang tokoh Aku, jika nggak setuju ditunggu kritik dan sarannya terima kasih
__ADS_1
Meski anak memang sudah mempersilahkan semua propertinya untuk aku jejaki.
Tetapi bukan aku tidak mau untuk menyelesaikan dengan cara seperti itu. Bahkan mungkin saja bisa 1000 kali lipat emosiku untuk menjeda perempuan yang sudah sangat pasrah itu siapa yang menangis minta diselesaikan.
Aku tidak mau, perempuan yang perempuan tidur orang tua justru aku nodai.
Sudah cukup terlalu besar sih kok aku ketika nyaris menunggu menenggelamkanku dalam penjelasan sempit dengan hanya karena alasanku sengajaan.
Tapi itu semua cara Allah Yang Maha Kuasa untuk menolongku agar aku bisa sedikit mempertahankan diri dalam sesuatu yang bersifat maksiat.
Ini bukan hanya telapak tangan yang diindikasikan menyentuh bagian pribadi perempuan itu malah semuanya aku lihat sekarang, ketika anda mempelajari satu demi satu baju yang membalut tubuhnya.
aku mencoba menatap wajah perempuan itu.
terbit rasa syukurku, bukankah laki-laki menginginkan kecantikan seorang perempuan,
"Mungkin aku yang pergi jauh, supaya aku tidak melihat kamu bersama kecintaanmu.
"Ucapku sambil membelai rambut perempuan itu.
Yang nampak membenamkan diri.
Aku berusaha untuk menguatkan perempuan itu, sesekali aku mengeratkan peganganku pada jemarinya.
"Bapak tidak mencintaiku, kenapa membiarkan Ana rindu pa!"
Perempuan itu terus ngeracau.ia menggayutkan keduanya tangannya di pundakku.
Ia memejamkan matanya. Dadanya yang sedikit terbuka terlihat turun naik.
Tiba-tiba libidoku naik. Selain memiliki kulit yang putih bersih, ternyata Ana bertubuh ideal.
Kombinasi tubuhnya yang langsing, juga memiliki dada yang montok.
Saat aku mulai tidak bisa menahan diri, tidak bisa tidak aku harus melepaskan dari perempuan itu.
Tidak ada lain adalah dengan menyebut nama seterunya, yaitu Ratih.
__ADS_1
Praktis ketika nama itu disebut dia menggelosoh dan merasa malu, ternyata kekasihnya masih mencintai mantannya.
Pembaca Budiman, bagaimana menurut pendapat kalian tentang tokoh Aku, jika nggak setuju ditunggu kritik dan sarannya terima kasih