
Dion kena semprit keluarganya. Mereka kecewa dengan sifat Dion, terutama ibunya, Azizah. Dengan cara-cara seperti itu membuat dia kecewa.
Sejak awal dia tidak setuju Ratih dibawa-bawa ke rumah, apalagi sampai melakukan tindak-tindakan yang tidak senonoh
selain tidak syar'i cara mereka berperilaku juga tidak menunjukkan perempuan yang baik-baik.
ujung-ujungnya mereka menyaksikan sendiri sifat dan perilaku keduanya sudah mengarahkan tindakan-tindakan yang mesum.
Jauh-jauh Dion sekolahkan di Amerika dan mendapatkan dan mendapatkan title mentereng dari negara Paman Sam.
Bahkan dirinya digadang-gadang bakal menggantikan sang ayah menjadi CEO perusahaan.
Tapi nyatanya malah justru berperilaku yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan orang tua.
Azizah sudah bangga anaknya berkenalan dengan perempuan yang sholeh, Ana, namun ujung-ujungnya malah memilih perempuan sendiri sesuai keinginannya.
Alih-alih membawa perempuan-perempuan yang lebih dari perempuan yang ia referensikan yaitu Ana.
Malah yang dibawain justru tidak mencerminkan perempuan baik-baik.
"Mama kecewa dengan sikapmu, Nak! jujur mama merasa gagal dalam mendidik mu.
Mama sekali lagi kepadamu agar kembali kepada pasangan terdahulu."kata Azizah.
Azizah terus menerus memberikan nasihat, bukannya mendengarkan, ia malah asyik saja dengan lagu Blaze of glory-nya Bon Jovi melalui headset nya..
When you're brought into this world
They say you're born in sin
Well at least they gave me something
I didn 't have to steal or have to win
__ADS_1
Well they tell me that I'm wanted
"Hei....denger nggak apa yang Mama katakan, coba dengarkan kalau mama berbicara...!"teriak Aziza kesal.
sayang dia tidak mendengarkan karena gaduh dengan lagu-lagu hits-nya Bon Jovi Blaze of glory-nya.ibunya berteriak-teriak tetap saja tidak kedengaran. ya asyik dengan lagu-lagu lewat lirik lagu bon Jovi tersebut.
kesel karena tidak direspon nasehatnya, sama mak jambret headset yang nempel di telinga anaknya.
"Sampai kapan kamu akan menculak seperti itu, Mama sudah capek mau ngurusin dan membesarkan bahkan menyekolahkan kamu di Amerika Tapi balasan seperti itu mau jadi apa nanti kamu, Dion!"
"Mama kok kasar begitu sama Dion, orang lagi nikmati musik bon Jovi Mama ganggu aja... nggak tahu anaknya lagi senang, ganggu aja..."
"Dion... jangan kurang ajar kamu, Mamamu capek mengurus mu sampai sebesar ini. Tapi balasan seperti ini, mau kecewa misalnya kamu."
Lagi-lagi sikap yang acuh seperti tidak terjadi apa-apa saat Azizah menasehatinya meski sampai berteriak saking kesalnya.
"Ada apa Ma, kok kedengarannya rame, ada apa? lagian Kenapa sih dengan Dion, biar aja, jangan terlalu sering diomelin, apa sih yang diinginkan Mama, keluyuran diomelin ada di rumah diomelin-- lagian biarlah Dion kan udah besar, bisa ngurus sendiri, tidak harus kita awasi sedetil itu, kita hanya cuma pengawasan saja.
lagian dia lama di Amerika tentunya banyak hal yang juga harus adaptasi di sini."elak pak Harun malah membantu Dion.
"Itulah yang Mama nggak suka, Papa selalu manjain dia mau sampai kapan dia mandiri kalau bapak selalu membela-bela dia!
Mama udah capek lihat dia dari hari ke hari nggak ada perubahan. Coba bapak pikirkan kita udah punya calon mantu yang saleh berhijab syar'i, berkata yang lembut, ditambah pergaulan yang baik-baik, malah justru dia memilih wanita yang gak karu-karuan.
Kalau begini caranya silakan Bapak harus sendiri, Mama udah berusaha ngarahin dia agar dia nanti kalau menjadi anak yang baik.
Mama kecewa berat, terserah kamu mau bagiamana, tadinya malah mau karena anak mama itu berhasil dikuliah lagi seperti papa yang sukses.
"Sudah ma sudah, Dion itu udah besar dia udah bisa menentukan jalannya sendiri, masalah calonnya kembalikanlah kepada Dion. karena dia yang akan ngejalani rumah tangganya kita jangan terlalu hiperproteksi terhadap dia.
Kenapa Bapak sekolahkan dia jauh-jauh ke Amerika sana biar dia lebih dewasa dan mandiri tidak harus selalu terkungkung oleh adat kita zaman kita lagian zaman sekarang anak muda berbeda.
Kalau Mama sepertinya teruss bagaimana bisa maju dia harus berpikir, dan dia juga harus peka dalam menghadapi keadaan.
__ADS_1
Dan semua itu berjalan dengan sendirinya tanpa harus kita banyak campur tangan..."tambahnya, membuat istrinya tambah geram.
"Mama bilang silakan-silakan saja. semua terserah papa. Mama pokoknya nggak ikutan karena nasihat mama tidak diindahkan."
"Sudah, sudah, sudah aku muak dengan pertengkaran kalian."
Kenapa sih aku di ributin terus aku bisa aku sudah gede aku sudah bisa memilih jalan hidup sendiri kenapa kalian tidak senang aku berada di sini... sambil melemparkan piring yang sedang jatuh maksudnya tadinya mau makan sehingga masih berserakan bersama dengan pecahan kaca di lantai
Bibi segera membersihkannya dengan dengan Mang miun ngomong uti pecahan-pecahan kerja yang berserakan di lantai
itulah bapak lihat sendiri bagaimana sikap Dion karena Bapak terlalu memanjakan sehingga dia seperti itu perilaku Bagaimana mungkin dia menjadi atau menggantikan Bapak menjadi seperti itu demi kebaikan dia bukan berarti Mama tidak sayang.
Pak Harun mengelus-ngelus dadanya, benar juga kata istrinya Dia memang harus betul-betul diajari bagaimana cara hidup taat pada orang tua. Berperilaku sesuai denga adat ketimuran dia tidak harus mengikuti Budaya Barat secara mentah.
Sekarang Papa sudah tahu Dion harus mendapatkan pengawasan Aku khawatir dia malah tidak karu-karuan.
Samanya saja Bapak dan Mama seperti itu. Kenapa tidak ada seorangpun yang membantu saya. Semua tidak akan saya dianggap salah.
Apa sih maunya kalian. Jadi kalian anggap aku benalu di rumah kalian.
Kalau kalian tidak mau lagi aku berada di sini aku mending pergi saja..."teriak Dion sambil berkemas hendak pergi.
Bah tinggal diam dia bersikeras untuk menahan anaknya agar tidak pergi.
Kamu jangan salah paham ya Bapak lakukan seperti ini karena papa sayang padamu. Tolong jangan salahkan papa.
Ia sambil megang tangan Dion agar tidak pergi.
biarkan Aku pergi, pergi, aku sudah muak dalam keluarga ini. Kerja kalian ngatur-ngatur aku, padahal aku sudah besar.
Biarlah aku mencari jalan hidup sendiri, ketimbang aku harus memberontak kalian sementara kalian tidak menghargai aku.
"Bukan begitu Nak, tolong Mama Bapak semuanya sayang pada kamu, Kamu harus sukses. Papa menyekolahkan kamu ke luar negeri, semata-mata untuk kebahagiaan kamu, untuk kesuksesan kamu, jadi jangan kamu artikan Papa dan Mama tidak sayang padamu justru mamamu Bapak saya yang padamu...
__ADS_1