
Hari pernikahan pun sudah di tentukan, Segala persiapan sudah di lakukan, Ayah Hadi dan ibu Hesti yang mengatur semua nya.
Mereka berdua yang begitu antusias dengan pernikahan ini, beda halnya dengan Amara dan Erdytha, mereka terlihat tak bersemangat, apa lagi Erdytha yang merasa hal ini hanya lah sebuah beban, karena menikahi Amara adalah sebuah amanat yang di berikan ayah Hadi kepadanya, karena ayah jadi orang yang sangat berjasa dalam hidupnya, sebab itu Erdy berjanji akan melakukan apa pun untuk membalas jasa ayah Hadi, tapi ia tidak pernah mengira ayah Hadi akan meminta nya untuk menikahi putri semata wayangnya.
Bukan karena Erdy tidak menyukai Amara, tapi karena sikap Amara yang sedari awal tidak pernah menganggapnya ada, karena amara selalu memandangnya sebelah mata, bahkan amara tidak pernah memandang Erdytha sama sekali.
Sebab itu Erdy takut mengecewakan ayah Hadi, apalagi di tambah kesepakatan yang Amara buat bahwa pernikahan mereka hanya sandiwara dan dalam satu tahun bahkan jika amara mau bisa kurang dari satu tahun pernikahan mereka selesai, Erdy ataupun Amara tidak di haruskan saling menuntut apa pun dari keduanya.
.
.
Sementara Amara menganggap pernikahannya hanya sebuah permainan, hanya untuk menjadi pemenang dari sebuah tantangan, tidak lebih dari itu.
Ayah Hadi maupun ibu Hesti, selalu mendampingi mereka dalam setiap kegiatan untuk persiapan pernikahan Amara dan Erdy, Seperti memilih cincin kawin, dan foto prewedding.
Saat memilih cincin, Erdytha lebih banyak diam, dan menyerahkan pilihan nya kepada Amara.
.
.
Pagi hari Erdy sudah standby di rumah ayah Hadi sesuai dengan instruksi dari ayah Hadi, karena jadwal hari ini, Erdy dan Amara akan melakukan sesi pemotretan foto prewedding.
Ayah Hadi meminta istrinya untuk memanggil Amara untuk segera menemui Erdy di ruang tamu, dan dengan sudah payah ibu Hesti membangunkan Amara yang masih tertidur pulas di kamar nya.
Ibu Hesti sampai memberi ancaman kepada Amara agar Amara mau bangun.
"Amara ayok cepat bangun ayah memanggilmu, kalau kamu gak bangun juga ayah bakalan marah dan tidak akan memberimu uang jajan selama satu Minggu" Ibu Hesti menakuti Amara
"Iih apaan sih berisik banget pake ngancam-ngancam segala" Gumam Asmara kesal sambil bangun dari tempat tidurnya, hendak menemui ayah Hadi dan Erdy di ruang tamu.
Amara berjalan lunglai menuju ruang tamu, dengan mata yang tertutup karena rasa kantuk yang masih menguasainya.
Kemudian di ruang tamu, Erdy begitu sok melihat penampilan Amara, Erdy sampai terperangah melihat nya dan dengan sudah payah menelan salivanya.
Bagaimana tidak, Amara datang dengan penampilan rambut acak-acakan, memakai celana short pendek hampir di atas paha dan kaos tank top, sebab pakaian yang di kenakan Amara hampir mengekspos seluruh tubuhnya dan membangkitkan jiwa lelaki sejati Erdytha.
Sementara Erdytha syok dan terperangah melihat Amara dengan penampilannya.
Ayah Hadi malah malah berteriak terkejut. pasalnya di sana ada Erdytha yang belum muhrim bagi bagi amara.
__ADS_1
"AMARA!" Seru ayah Hadi ketika melihat penampilan Amara.
Mendengar seruan ayahnya Amara langsung terhenyak dan membuka matanya.
"Ada apa ayah" Ucap Amara dengan ekspresi wajah cemas
"Kamu apa-apaan? lihat penampilanmu!" Ayah masih berseru
Kemudian amara melihat dari nya sendiri, dan barulah ia menyadari penampilan nya.
"Oh my God" Seru Amara membelalakkan matanya sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya, ketika menyadari penampilannya, dan menyadari keberadaan Erdytha di sana.
Amara langsung berlari kembali ke kamarnya sambil berteriak
"IBU..."
Sang ibu pun panik mendengar teriakkan putri semata wayangnya, dan langsung menghampiri nya.
"Kenapa nak, ada apa?" Tanya ibu Hesti
"Kenapa ibu gak ngingetin aku sih kalau penampilan aku kaya gini" Perotes Amara kepada ibunya
"Ibu kira kamu bangun terus ke kamar mandi, Ibu gak tau kalau kamu langsung menemui ayahmu" Ucap Ibu menjelaskan.
.
.
Ketika akan di lakukan foto prewedding Amara sempat perotes kepada ayah Hadi agar tidak perlu ada foto prewedding.
"Udahlah ayah, gak usah ada foto prewedding segala yang pentingkan ijab qobul nya" perotes Amara saat ayah memberi taunya bahwa akan ada sesi pemotretan foto prewedding.
"Ini kan pesta pernikahan putri ayah semata wayang, jadi harus sempurna segala sesuatunya, jadi ayah tidak mau mendengar penolakan dari mu, ayo cepat Erdy sudah menunggu mu" Ayah Hadi tetep dengan rencananya.
Sebelum pergi ayah Hadi sengaja meninggalkan Amara dan Erdy berduaan di ruang tamu, dengan alasan ayah Hadi ingin bersikap dulu sebelum pergi, dari raut wajah Erdy maupun Amara tidak terlihat kebahagiaan sama sekali, meski akhir-akhir ini mereka berdua (Erdy dan Amara) sering bertemu tapi mereka tidak pernah sekalipun terlihat berbincang.
Sampai pada saat acara pemotretan berlangsung Erdy dan Amara terlihat sangat canggung, ada berbagai pose yang harus mereka peragakan harus dengan penuh kemesraan, dan itu sangat sulit sekali bagi mereka berdua, sampai harus berkali-kali mengulang setiap adegan atau setiap gaya yang mereka berdua peragakan
Apa lagi ketika memeragakan salah satu adegan yang menurut mereka sangat sulit karena adegan ini paling banyak atau paling lama di ulang.
adegan di mana Amara harus duduk di pangkuan Erdytha dengan saling bertatap mata sambil tersenyum, ini pertama kalinya bagi mereka berdua sedekat itu, dan pertama kali nya untuk Amara menatap Erdytha selama itu dan semesra itu.
__ADS_1
membuat keduanya bercucuran keringat dingin.
Situasi seperti itu ternyata di manfaatkan oleh ayah Hadi.
ternyata sang fotografer sudah mendapat kolingan dari ayah Hadi untuk membuat Amara dan Erdytha lebih dekat dan lebih mesra.
"Neng Amar, tatapan matanya kurang menjiwai fokus lihat mata kak Erdy jangan lihat sana sini" Intrusi dari fotografer
"Kak Erdy juga senyum nya yang tulus dong, jangan kaku seperti itu" fotografer masih mengarahkan mereka berdua.
Kemudian Amara dan Erdytha mengulang kembali adegan tersebut, tapi hasilnya masih tetap saja sama terlihat kaku, meskipun berulang kali di ulang dan di arahkan.
"Ayok dong, fokus dong!" Seru fotografer geregetan kepada sepasang calon pengantin itu.
" Baru kali ini saya ketemu, sepasang calon pengantin yang susah sekali di arahkan, padahal ini pose-pose favorit para calon pengantin, kenapa di kalian berdua susah sekali" fotografer merasa heran.
Amara dan Erdytha tak ada yang menjawabnya mereka hanya saling diam karena memang seperti itu kenyataannya.
"Ayok dong fokus dong!" Fotografer mulai hilang kesabaran nya.
"Hey, kamu pikir aku gak Pegel apa , dari tadi kamu bisa nya nyuruh-nyuruh dong, gak tau apa bibirku nih Pegel banget di suruh senyum palsu dari tadi" Amara pun tersulut emosi.
"Makanya tolong kerjasama biar cepat kelar" Jawab fotografer
"Kamu nya aja yang tidak profesional masa ngambil foto yang bagus aja gak bisa" Seru Amara penuh emosi
Baru saja Amara akan menimpali ucapan si fotografer lagi masih dengan raut wajah penuh emosi.
Namun Erdytha mencekal lengan Amara, dan otomatis Amara langsung melihat ke arah Erdytha.
"Kenapa?" Kemudian tanya Amara kepada Erdytha
"Tahan emosimu jangan membuat keributan, ingat ayah ada di sini ia akan merasa sedih jika proses pemotretan ini gagal, ingat tujuan pernikahan kita untuk membahagiakan ayah" Erdytha mengingat kan Amara
Amara mendengus kesal lalu kembali melanjutkan proses pemotretan.
"Oke siap sekali lagi ya" Interuksi sang fotografer
Kali ini Amara dan Erdytha benar-benar berusaha bergaya semesra mungkin untuk terlihat natural dan sempurna.
...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak mu dengan cara like, vote, komen ya tekanan ❤️, dan kota hadiah nya sertakan juga bintang lima nya...
mohon dukungannya kawan terimakasih 🙏🙏🙏