Kakak Angkat Ku Ternyata Jodoh Ku

Kakak Angkat Ku Ternyata Jodoh Ku
Hari - H


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di nantikan oleh ayah Hadi dan ibu Hesti.


Dimana hari ini akan di selenggarakannya akad nikah Amara dan Erdytha sesuai keinginan ayah Hadi dan ibu Hesti, tentu sebaliknya bagi Amara dan Erditha.


Justru mereka berdua sangat ingin menghindar momen ini. Tapi karena sudah di atur sedemikian rupa oleh ayah Hadi, mulai dari perjanjian sampai semua persiapan telah di atur sesuai rencana ayah Hadi, tibalah saatnya pernikahan di laksanakan.


Para tamu telah berkumpul untuk menyaksikan acara akad nikah.


Erditha pun sudah bersiap dengan berpenampilan layaknya pengantin pria.


Penghulu dan para saksi sudah siap di posisi masing-masing


Kini tinggal menunggu kehadiran Amara di tempat acara, suasana begitu tegang.


Erditha sudah pasti ialah orang yang paling tegang di antara orang-orang yang hadir.


Ayah Hadi dan ibu Hesti pun apa lagi, tidak kalah tegangnya dengan Erditha. Pasalnya mereka takut semua rencana akan gagal mengingat Amara dan Erditha yang tidak menginginkan terjadinya pernikahan.


....


Di kamar Amara yang kini telah di sulap menjadi kamar pengantin dengan berbagai hiasan, terlihat Napak begitu mewahnya.


Mungkin jika pengantin pada umumnya akan sangat merasa senang dan puasa, lalu bersemangat melihat kemewahan dan kemegahan yang di suguhkan dalam setiap ... Acara pernikahan.


Tapi tidak untuk Amara, ia terlihat biasa saja malah terkesan cuek dengan semua itu.


Apa lagi ketika para sahabat nya memuji semua perhelatan pernikahan dan penampilannya, Amara malah mencibir semua pujian-pujian dari para sahabatnya.


"Wow... Asmar amazing, semua terlihat sangat sempurna...!" Ucap Tisa memuji


"Aku sungguh sangat speechless melihat penampilan mu Amara, kau benar-benar cantik sempurna..." Ratna


"Sungguh perfect..." Neneng


Amara hanya mencibir pujian para sahabatnya.


Kemudian salah satu panitia penyelenggara pesta pernikahan datang memberi tau bahwa Amara di minta untuk segera hadir di tempat acara.


"Ayok Amara...!" Seru para sahabatnya.


Mereka langsung bersiap untuk memasuki tempat acara.


Amara memakai kebaya pengantin modern bernuansa putih, senada dengan Jas Buka Prangwedana Yang di kenakan oleh Erditha.


Bagi pria, Jas Prangwedana melambangkan kejantanan dan kewibawaan. Sebagai bawahan, para pria menggunakan kain batik yang disarungkan hingga ke kaki bagian bawah.


Begitu juga dengan Amara memakai bawahan lilitan kain batik sampai kebawah kaki dan sepatu pengantin berjenis sepatu wedding high heels, membuat Amara kesulitan untuk berjalan.


Apalagi keseharian Amara yang Barbar membuat amara benar-benar sulit untuk berjalan dengan penampilan seperti itu.

__ADS_1


Karena itu Amara berjalan sangat hati-hati dengan berlenggak-lenggok bak putri keraton... Itu menambah keanggunan Amara saat itu.


Amara berjalan di apit (di tuntutan lebih tepatnya) oleh ketiga sahabat nya. Ratna berada di sebelah kanan amara, Tisa di sebelah kiri Amara, sedangkan Neneng berjalan di belakang Amara memegangi kebaya pengantin Amara yang menjuntai kebelakang.


Amara terlihat begitu anggun nan elegan...


Tapi harusnya seulas senyum yang di tampilkan di bibir manisnya. tapi malah sebaliknya, Melainkan bibir Amara terlihat bergerak-gerak seperti mengunyah sesuatu, ya Amara malah mengunyah permen karet, sungguh penampilan di luar dugaan, tak seharusnya seperti itu.


Amara terlihat begitu cuek tak peduli dengan momen yang harusnya sakral bagi pasangan pengantin.


"Ya Tuhan anak kita Bu...!" Seru ayah Hadi kepada istrinya ketika menyadari Amara sedang mengunyah permen karet.


"Amara benar-benar tak perduli dengan pernikahan ini" Ibu Hesti mengeluh menimpali ucapan suaminya.


Ayah Hadi dan ibu Hesti merasa malu kepada penghulu dan para tamu atas sikap yang di tampilkan oleh Amara.


Tapi yang menjadi pikiran ayah Hadi dan ibu Hesti, Amara akan membuat kacau acara pernikahan dengan tingkah recehannya. Yang sengaja akan di buatnya untuk menggagalkan pernikahan. Dan akan membuat mereka makin merasa malu.


ketika sudah berhadapan dengan Erditha, Amara langsung membuang muka. Tak mau menatap calon suaminya yang terlihat begitu tampan dan gagahnya.


Di saat semua orang memuji ketampanan dan kegagahan Erditha, Amara malah tak tertarik sedikit pun.


Sebaliknya dengan Amara, Erditha terlihat begitu tegang apa lagi saat sudah berhadapan dengan amara , Erditha begitu grogi.


Entah ia harus bahagia atau malah sakit hati.


Melihat calon istri yang begitu cantiknya, namun calon istrinya malah membuang muka ketika berhadapan dengannya.


Saat penghulu akan memulai acara tiba-tiba, ada seorang perempuan yang datang memanggil Erditha, menghentikan acara, sontak semua orang menolak kepada orang tersebut.


"Kak Erdi...!" Panggilnya.


Erditha langsung menoleh ke arahnya


"Eva...!" Gumam Erditha ketika melihat perempuan itu. Erdi langsung bangkit dari tempat duduknya, karena syok melihat siapa yang datang.


Eva adalah gadis yang selama ini dekat dengan Erdi bisa di bilang dia adalah sahabat Erdi dari kecil, namun Eva begitu menyukai Erdi, Eva memiliki perasaan lebih dari seorang sahabat kepada Erdi, ya Eva sangat mencintai Erdi.


Tapi sayangnya erdi tidak memiliki perasaan apapun kepada Eva, selain hanya menganggap Eva sebagai sahabatnya.


Erdi malah lebih tertarik kepada Amara, ia merasa lebih tertantang untuk bisa menaklukkan hati Amara seperti yang di inginkan oleh ayah Hadi.


Eva berlari kearah erdi dan memeluk Erdi sambil menangis tersedu-sedu.


"Aku gak rela kamu menikah dengan perempuan lain!" Ucap Eva.


"Maafkan aku Eva, tapi aku memang harus menikah dengan Amara....!" Erdi


Mendengar itu Eva makin histeris memeluk erdi begitu erat dan menangis meraung-raung.

__ADS_1


Ayah Hadi dan ibu Hesti panik, suasana menjadi ricuh.


Sementara Amara malah tersenyum senang.


Seulas senyum terbit di wajah cantiknya, Amara menampilkan suatu kesenangan di hatinya, melihat adegan mengharuskan tersebut, mungkin Amara berharap pernikahan itu akan gagal.


Erdi berusaha untuk menenangkan Eva agar tidak bersikap seperti itu, dengan mengelus punggungnya, Erdi memang selalu bersikap baik penuh kelembutan, sopan santun kepada semua orang, karena sikap Erdi seperti itu di salah artikan oleh Eva sehingga ia memiliki perasaan lebih terhadap Erdi.


"Hiks,,, hiks,,, aku yang menemanimu sedari kita kecil, jadi aku yang harus menikah denganmu, karena aku yang lebih memahamimu" Eva masih saja meracaw di sela-sela tangisnya.


"Eva maaf aku" Erdi merasa bersalah


"Udah kamu jangan menangis seperti ini gak enak dilihat orang banyak" Erdi mengingatkan Eva.


Dan mereka berdua masih saling berpelukan.


Kini Amara bangkit dari duduknya dan bertanya kepada Erdi dan Eva.


"Kalian pasangan kekasih...?" Tanya Amara.


Dengan cepat Erdi menggelengkan kepalanya karena mereka memang bukan pasangan kekasih.


Sedangkan Eva tetap memeluk sambil menangis tersedu-sedu.


"kamu ingin menikah dengan Erdi?" tanya Amara lagi kepada Eva.


Pertanyaan Amara membuat Eva mengurai pelukannya.


"Apa kau mau melepaskan kak Erdi untukku" Eva malah balik bertanya kepada amara


Amara malah tersenyum mendengar pertanyaan Eva "menurut mu bagaimana?" Amara pun balik bertanya lagi.


Eva menggelengkan kepalanya karena ia memang tidak tahu apa jawabannya, apa mungkin amara akan sudi melepaskan Erdi begitu saja.


Perempuan mana yang akan rela melepaskan calon suaminya untuk wanita lain di hari pernikahannya sendiri, semtara calon suaminya begitu tampan dan gagahnya, dengan persiapan acara yang sudah 99% hampir berjalan lancar terlaksana.


Eva ragu dengan pertanyaan Amara.


Tapi aneh sekali menurut Eva, Amara terlihat begitu santai menghadapinya.


Harusnya Amara marah kepadanya karena telah berusaha menggagalkan acara pernikahannya dan ingin mengambil calon suaminya.


Amara memang tidak menjawab pertanyaan dari Eva, ia malah berbalik menghadap ayahnya.


Amara memasang ekspresi wajah sendu berpura-pura rapuh dan tersakiti.


"Lihat ini ayah aku sungguh tidak tega harus bahagia di atas penderitaan wanita lain" Ucap Amara kepada ayahnya yang juga memiliki sifat tidak tegaan.


Dan berharap akan membatalkan pernikahannya dengan Erditha.

__ADS_1


....


__ADS_2