Kakak Angkat Ku Ternyata Jodoh Ku

Kakak Angkat Ku Ternyata Jodoh Ku
8. pernikahan yang terancam batal


__ADS_3

Suasana di acara pernikahan Amara dan Erditha menjadi kacau balau, karena kehadiran Eva yang datang sambil membuat derama.


Kemudian ayah Hadi mengajak Erdi dan Eva untuk duduk dan bicara.


Dengan masih berpelukan Erdi menggiring Eva duduk ke tempat yang ayah Hadi tunjukkan untuk mereka berbicara lebih serius mengenai hubungan mereka berdua dan kelanjutan acara akan Seperti apa.


Sebab Eva tak ingin sama sekali untuk melepaskan pelukannya dari Erdi.


Setelah mereka duduk bersama ayah Hadi mulai berbicara bertanya tentang kejelasan hubungan mereka berdua (Erdi dan Eva).


"Apa kalian saling mencintai?" Tanya Ayah Hadi.


Erdi langsung menggelengkan kepalanya, sebab memang tidak ada hubungan apapun antara dirinya dan Eva, Erdi juga tidak merasa mencintai Eva.


Sedangkan Eva, tentu saja ia langsung mengangguk sebab ia memang sangat mencintai Erdi.


Melihat respon dari keduanya ayah Hadi merasa bingung dan merasa pusing dengan tingkah anak-anak muda yang berada di sekelilingnya.


"Erdi, jangan permainkan saya, saya butuh kepastian jelaskan ini semua" ayah Hadi mulai emosi.


Bagaimana tidak acara yang ayah Hadi atur sedemikian mewah dan megahnya meskipun hanya di selenggarakan di rumah nya, tapi acara itu cukup meriah.


"Jika memang kamu memiliki kekasih mengapa tidak jujur sedari awal jangan kecewakan aku seperti ini" Sambungan ayah Hadi, merasa sangat kecewa dengan apa yang terjadi.


Ucapan ayah Hadi sontak membuat Erditha tidak terima di tuduh memiliki hubungan dengan Eva.


"Maaf ayah, sungguh saya dan Eva tidak memiliki hubungan apapun kami hanya bersahabat, aku juga tidak pernah mencintai Eva" tegas Erditha.


Padahal ayah Hadi sengaja berucap seprti itu hanya ingin melihat kesungguhan Erditha.


Eva memekik ketika mendengar penuturan Erditha "Kak Erditha.... Ucapanmu sungguh menyakitkan bagiku..." Eva berucap sambil menangis.


"Maaf kan aku Eva, tapi memang sesungguhnya di antara kita tidak ada hubungan apapun, kita hanya sahabat!" Erditha kembali menegaskan.


"Sekarang kau jawab aku,,, apa kau mencintai Amara...?" Tantangan Eva kepada Erdi

__ADS_1


Tapi Erdi tak mampu menjawabnya.


"Jawab aku kak Erdi! Apa kau mencintai Amara? Kau tak bisa menjawab kan, karena kau juga tak mencintainya, tapi kau akan menikahi nya... ini sungguh tak adil bagi ku kak Erdi" pertanyaan Eva bertubi-tubi meminta penjelasan dari Erditha.


Mendengar semua itu Asmara merasa tertantang ia tidak ingin di sepelekan, Erdi harus menyukainya dan ingin menikah dengan nya. Meskipun ia Sendiri tidak menginginkan hal itu benar terjadi.


Amara mendekati dan bertanya kepada Erdi untuk mendapatkan jawaban bahwa Erdi menyukai nya dan ingin menikah dengannya.


Amara mendekati Erdi dengan tersenyum manis dan menatap matanya, seakan sedang menggoda Erdi.


"Apa benar! Kak Erdi tidak menyukaiku, tidak ingin menikah denganku?" Ucap Amara lemah lembut, sambil bergelayut manja kepada Erdi.


membuat Erdi gugup bukan main, ia sampai susah payah untuk menelan salivanya.


"Ayok dong kak Erdi jawab..." Amara kembali bertanya, Amara sengaja melakukan itu hanya untuk menjaga image, sebab merasa di rendahkan oleh kata-kata Eva.


padahal jika Erdi mengatakan bahwa ia memang tidak mencintai Amara dan tidak ingin menikah dengannya, pernikahan itu memang bisa di batalkan.


Awalnya amara sangat berantusias melihat derama yang di buat Eva, tapi saat Eva terkesan merendahkannya Amara merasa tidak terima, dan malah mendesak jawaban dari Erdi, untuk melanjutkan pernikahan mereka berdua.


karena Amara tau Erdi tidak akan mengatakan "tidak" sebab perjanjian yang telah Erdi buat dengan Amara, dan juga dengan ayah Hadi.


sebab jika Erdi berkata tidak, sudah pasti Amara akan malu, image sebagai bunga desa bisa turun pamor. karena memang pernikahan itu terjadi tanpa di dasari rasa cinta dari keduanya.


semua sahabat Amara berdecak kagum dengan apa yang Amara lakukan, tidak menyangka Amara akan bertingkah seperti itu.


"Bagus Amara,,, tindakan mu sungguh sudah sangat benar" gumam Ratna seakan memberi dukungan.


"Aku tidak menyangka amara akan bertindak seperti itu..." Tisa


"Amara di lawan...!" Neneng.


mereka bertiga saling menimpali Gumaman satu sama lain.


Amara melirik para sahabat nya yang terlihat tersenyum sumringah kepadanya memberi dukungan.

__ADS_1


membuat Amara makin semangat.


"Ayok jawab kak Erdi biar semua orang tau bahwa kamu menyukaiku!" karena belum mendapat jawaban Amara kembali bertanya.


Padahal dalam hatinya Amara pun merasa sedikit cemas Erdi akan mengucap kata "tidak".


Tapi kali ini Erdi berusaha untuk menjawab pertanyaan Amara.


"Iya aku menyukaimu dan akan menikah denganmu, dan aku berjanji aku membahagiakanmu" jawab Erdi dengan lantangnya, meyakinkan Amara dan kedua orang tuanya, beserta para tamu yang hadir di sana.


membuat Amara tersenyum puas, lalu mencibirkan bibir ke arah Eva. merasa menang dari Eva.


Entah berkata sesungguhnya atau hanya sandiwara jawaban dari Erdi, Amara tidak memperdulikan nya yang jelas Amara merasa puas dengan jawaban itu.


"Andai saja kau tak terkesan merendahkan ku, mungkin dengan senang hati aku akan membantumu untuk mendapatkan kak Erdi" Batin Amara ketika mencibir Eva, lalu menyunggingkan senyum di ujung bibirnya.


Mendengar pernyataan Erdi dan perlakuan dari Amara, Eva merasa sangat syok harapannya pupus sudah untuk memiliki Erdi, seketika tubuh Eva melemah dan ia hilang kesadarannya.


Dengan sigap Erdi menyanggah tubuh Eva yang melemas, dan meminta izin untuk membawanya ke tempat yang lebih aman.


Erdi membopong tubuh itu dan meletakkan nya di dalam kamar tamu di rumah ayah Hadi, Erdi berusaha menyadarkan Eva di bantu oleh ibu Hesti ikut membaluri tubuh Eva dengan minyak kayu putih.


sementara Erdi menempelkan minyak itu hidung Eva, agar Eva bisa menghirupnya dan tersadar.


Sedangkan Amara bersama para sahabatnya malah terlihat bersenda gurau di luar rumah atau di tempat acara akad nikah. Sungguh aneh menurut para tamu yang datang melihat pemandangan seperti itu.


"Kok, ada ya calon pengantin yang sesantai Amara, ketika pernikahannya terancam akan batal tapi ia masih bisa bercanda dan bercanda..." Semua menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Amara


Setelah beberapa waktu Eva tersadar dari pingsannya, dan menangis sejadi-jadinya.


Erdi berusaha untuk menenangkannya.


"Eva aku mohon jangan seperti ini, jodoh sudah di atur oleh yang maha kuasa, mungkin Allah telah menyiapkan jodoh yang lebih baik untukmu lebih baik dari aku" Erdi memberi pengertian kepada Eva.


"Aku sungguh berterimakasih kepadamu atas kebaikanmu selama ini, dan terimakasih telah mencintaiku, tapi maaf aku tidak mampu membalas semua kebaikanmu dan cintamu" Erdi merasa bersalah kepada Eva.

__ADS_1


"Aku hanya bisa mendoakan mu, agar dirimu selalu bahagia dengan siapapun pasanganmu" Harapan Erdi, dengan mendoakan Eva.


Mendengar semua ucapan Erdi, Eva makin menangis pilu, tapi ia sadar Erdi tidak menginginkan dirinya.


__ADS_2