
Halo temen temen, maafin Author yang udah lama buanget ga lernah up. Jadi Niatnya Author mau nglanjutin novel ini, semoga pada suka ya....
Hah ini dimana, kok tempatnya kotor dan lembab seperti ini. Bathin Reyna.
"Wah wah wah, sang tuan putri sudah sadar rupanya." Kata seorang wanita, yang suara nya menggema ke seluruh ruangan itu.
"Hah kamu, kamu kenapa nyulik aku, dimana ini, dan kenapa kepalaku pusing sekali?." Tanya Rena kepada Mawar.
"Hahaha, kali ini tidak akan ada yang akan menolongmu." Kata Mawar tanpa menjawab pertanyaan Rena.
Mawar pun mulai mengkode dengan bahasa isyarat dengan pria yang ada di luar pintu.
Isi bahasa isyaratnya:
Mawar: hei cepat masuk, dia sudah siap untuk kau nikmati!
Pria itu: Baik bos, siap.
Setelah itu seorang pria dengan badan yang tinggi itu masuk ke dalam ruangan.Tangan pria itu mulai membuka jilbab Rena.
"Tolong, jangan lakukan ini!." Pinta Rena dengan suara memelas dan mulai menangis.
"Hohoho, tidak bisa sayang, hari ini akan menjadi malam yang panjang buat kamu." Kata Pria tersebut.
Jilbab Rena mulai terbuka, dan dilihatlah rambut panjang rena yang indah.Itu membuat sang pria merasa terpesona dan langsung ingin membuka baju Rena.Namun tiba tiba....
Brakkk....
"Lepaskan adikku!." Perintah seorang laki laki yang mendobrak pintu tersebut, yanga tak lain adalah Rendy.
"Hei siapa kau, berani sekali mengganggu kesenanganku." Jawab Pria itu.
__ADS_1
"Kakak...." Rintih Rena.
"Tsk." Jawab Rendy.
Rendy pun mendatangi Rena untuk membawanya pulang.Tapi saat mendekat, Rendy di halangi oleh Pria yang ingin melecehkan Rena. Spontan Rendy pun memukul wajah pria tersebut.
"Cuihhh, ga berguna.Apa kamu tega dengan adikku kau memang tak pantas menjadi seorang laki laki sejati." Kata Rendy dengan nada yang tinggi.
Setelah menyelesaikan Pria yang ingin melecehkan Rena.Rendy pun bergegas menghampiri Rena. Rena tampak berantakan, Jilbabnya pun hilang entah kemana.Mungkin karena saat tadi dibuka, jilbabnya di lempar oleh Pria itu.
"Rena..." Kata Rendy.
Spontan Rena langsung memeluk Rendy.
"Kakak,Rena takut." Rintih Rena.
"Hmmm, maafin kakak ya, Kakak ga bisa jagain Rena." Jawab Rendy dengan mata berkaca kaca.
Flash back on
Rendy pun berjalan melewati lorong lorong kampus untuk ke tempat tujuannya, yaitu kamar mandi tempat Rena di hukum.
Sebelum sampai kekamar mandi, Rendy melihat wanita yang tak asing baginya.
"Hah, itu bukankah....Ah celaka Rena....."Teriak Rendy.
Rendy berlari menuju ke kamar mandi tempat Rena di hukum.Namun dia terlambat Rena dan Mawar sudah tak tampak di sana. Rendy pun menelfon salah satu bawahannya.
"Dani. tolong kamu kirim body guard untuk datang menyusulku ke kampus, dan kamu juga ikut." Perintah Rendy.
"Tapi bosss....."Kata Dani.
__ADS_1
"Gausah tapi tapian, cepat kirim!" Jawab Rendy marah.
"Ba baik bos." Kata Dani ketakutan.
Setelah mematikan telefonnya dengan Dani.Rendy pun mulai bergegas melacak dimana Rena berada, sambil berlari menuju mobilnya.Tentu saja Rendy bisa melacak Rena, karena di ponsel Rena sudah ada aplikasi yang dapat dilacak.
"Ketemu." Kata Rendy.
Rendy pun menelfon Dani untuk menuju tempat dimana Rena berada.Setelah itu Rendy dan para body guard nya masuk ke gudang tua tersebut.Namun Rendy begitu kaget atas apa yg dilihatnya.
Flash back off.
Rendy pun menggendong Rena keluar dari gudang tersebut, lalu memasukkan Rena ke dalam mobil. Dani membereskan mawar dan pria yang ingin lecehkan Rena.
Saat sudah sampai di rumah.
Ting tung ting tung
"Hah, Non Rena kok bisa begini, haduh..... nonnn...." Kata Bi inah yang kaget melihat kondisi majikannya yang berantakan tersebut.
"Bi, tolong ambilin air minum buat Rena!." Pinta Rendy.
"Bunda Bundaa......"Panggil Rendy.
"Ada apa sih kok rame rame gini?."Tanya Bunda yang sedang menuruni tangga rumah.
"Rena bun..."Jawab Rendy.
"Astaghfirullah, Renaa..... Rendy jelaskan sama bunda, apa yang terjadi terhadap adikmu ini..?." Tanya bunda khawatir.
"Begini bun....."Rendy pun menceritakan apa yang di alami Rena.
__ADS_1
"Astaghfirullah, terus gimana sama orang yang mencelakai adikmu, apa sudah di tahan di kantor polisi?." Tanya bunda.
"Sudah bun... anak buah nya Rendy yang ngurus."Jawab Rendy.