
Selesai meeting, Rena dan Rendy pulang ke rumah bersama.Dalam perjalanan, Rena masih saja menggerutu di dalam hati soal pekerjaannya.
Capek banget, kalo bukan gara gara direktur ituu...
Gerutu Rena dengan memanyunkan mulutnya.
"Kamu kenapa Ren?." Tanya Rendy penasaran.
"Gpp kok." Jawab Rena.
"Jangan bohong." Kata Rendy.
"Nggak bohong kok." Kata Rena.
Sesampainya di rumah, Rena langsung naik ke kamarnya untuk mandi dan istirahat.Sama halnya dengan Rendy, dia pun juga langsung ke kamar untuk istirahat.
Malam hari di kediaman Hermawan, nampak satu keluarga sedang berkumpul.Keluarga yang sangat harmonis tanpa pertengkaran atau perselisihan ini, membuat para tetangga iri hati.
"Gimana anak anak Bunda, capek ya bekerjanya?." Tanya Ranti Tersenyum.
"Iya." Jawab Rena dan Rendy.
"Namanya juga kerja bunn, pasti ya anak anak capekk." Kata Agung.
"hahahh, benar juga Yahh." Jawab Ranti tertawa.
"Oh iya Rendyy, kamu kapan menikah?." Tanya Agung serius.
"Gatau Yah, belum ada yang cocok." Jawab Rendy menyepelekan.
"Kamu ini udah nggak muda lagi Rendy....Mendingan kamu cepetan nikah.Apa Ayah perlu mencarikan kamu jodoh? Banyak kok anak gadis temennya papa." Kata Agung serius.
degg
__ADS_1
Entah kenapa hatiku merasa sakit saat ayah mengatakan hal tersebut.Apa aku menyukai kak Rendy?.
Bathin Rena.
"Nggak usah Yah, sebenernya Rendy udah punya seseorang yang Rendy sukai." Kata Rendy.
"Siapa nakk?." Tanya Ranti.
"Benarkah kak? wahh aku bentar lagi punya kakak ipar heheh." Kata Rena di paksakan.
Kakak sudah ada orang yang disukai.
Bathin Rena.
"Dia ada di sini Bun." Kata Rendy.
"Hahh? maksudmu?." Tanya Agung.
"Dia Rena Yah." Jawab Rendy mantap.
"Ayahh, aku nggak tau apa apa.Tolong jangan marahi kakak Yahh." Pinta Rena.
"Bukan begitu Renn, Ayah udah setujuu.Terus kapan kalian menikah?." Tanya Agung serius.
"Hahh?." Kata Rena dan Rendy
"Sebenarnya... orang tua Rena dan aku sudah merencanakan ini sebelumnya.Kami berencana untuk menjodohkan kalian.Bahkan sebelum kaliam berdua lahir." Jelas Agung.
Flash back on.
"Ehh gimana kalo besok kita punya anak kita jodohin aja mereka." Kata Weni.
"Aku setuju wenn, kan pertemanan kita bisa berlanjut sampe tua nanti." Kata Ranti tersenyum.
__ADS_1
"Wahhh boleh juga tuhh." Kata Agung.
"Benerr."
Flash back off.
"Jadi, Aku dan Rena emang sengaja dideketin dari dulu?." Tanya Rendy.
"Ya begitulah." Jawab Agung santai.
"Bagaimana kalo cepetan aja nikahnya?." Tanya Ranti.
"Aku setuju." Jawab Agung dan Rendy.
"Rena gimana?." Tanya Ranti.
"Aku akuuu... setuju." Jawab Rena dengan pipi memerah.
"Bulan depan bagaimana?." Tanya Agung.
"Baiklah." Jawab Rena Ranti dan Rendy.
________________________________________
Hari pernikahan pun tiba, banyak orang yang berkumpul di Kediaman Hermawan.Mulai dari keluarga, kerabat, dan rekan bisnis sudah datang.Bahkan Ayah kandung Rena sudah ada di kediaman hermawan.Hanya menunggu Rena yang sedang turun dari tangga.Semua mata seakan terhipnotis akan kecantikan Rena.Dandanan sederhana dengan kebaya putih membuat Rena tambah anggun.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Rena Hermawan dengan maskawin seperangkat alat sholat di bayar tunai." Kata Rendy.
"Sahh."
Sekarang aku sudah menjadi istri orang tepatnya kakakku sendiri.22 tahun aku bersamanya dan sekarang aku akan menemaninya seumur hidupku.Aku berharap suatu saat nanti kami dikaruniai buah hati yang sangat lucu untuk menghidupkan suasana Keluarga kecil kami dan Rumah kami.Ya Allah, Terima kasih telah memberikan Hamba-Mu ini suami yang sholeh dan bertanggung jawab seperti Kak Rendy.Buatlah kami langgeng sampai tua nanti.
Aminn..
__ADS_1
********
Sebenarnya Author mau buat novel ini sad ending tapi kok kasiannn sama Rendy dan Rena😥.