
"Karena tidak pasti, saya akan mengecek rekaman cctv di lorong kampus.Dan kalian harus ikut!." Kata Rendy.
"Baik pak." Jawab mereka bertiga.
Lalu mereka pun berjalan menuju ruang cctv.Setelah berjalan selama 2 menit, mereka pun sudah sampai di ruang cctv.Ruangan ini adalah pusat kegiatan yang ada, termasuk me mata matai mahasiswa yang mungkin berbuat tidak wajar.
"Eh Pak Rendy." Sapa penjaga cctv.
"Iya pak, tolong periksa rekaman cctv sekitar pukul setengah 7 pagi tadi!." Suruh Rendy.
"Diruangan apa ya pak?." Tanya Penjaga cctv.
"Di lorong menuju kantin kampus." Jawab Rendy.
Mati aku, kalo begini caranya.
Bathin Diana.
Mampos lo, bentar lagi tamat riwayat lo hahaha.
Bathin Lia kegirangan.
Kakak marah gak ya sama aku?.
Bathin Rena yang bimbang.
Tentu saja mereka berbicara seperti itu, isi hati dan pikiran mereka berbeda.Saat rekaman cctv di putar, semua pun terbukti bahwa Diana lah yang bersalah.
"Diana, kamu adalah dalang dari masalah ini!."Kata Rendy tegas.
"Ma... ma...af pak." Jawab Diana sambil menundukkan kepalanya.
"Kalian juga Rena dan Lia, kalian juga bersalah!." Kata Rendy tegas.
"Maaf." Jawab Rena dan Lia bersamaan.
__ADS_1
"Untuk kasus kali ini, kalian harus di hukum.Terlebih buat kamu Diana, saya akan membuat surat peringatan untuk kamu!." Kata Rendy sambil menatap Diana.
******, nanti pasti Daddy bakal marah sama aku.
Bathin Diana.
"Baiklah, kasus kali ini sampai disini saja, kalian bisa kembali ke kelas kalian masing masing!." Suruh Rendy.
Saat hendak melangkah keluar, tiba tiba Rendy pun buka suara lagi.
"Diana, nanti saat kelasmu sudah selesai.Kamu keruangan saya untuk mengambil surat peringatan.Dan HARUS SAMPAI KE ORANG TUAMU!." Kata Rendy.
"Iya pak." Jawab Diana.
Lalu mereka pun kembali dengan kesibukan dan urusan mereka masing masing.Tak terkecuali Rena, dia pun juga mulai masuk ke kelas nya.Di kelas, Rena tampak sangat tidak memperhatikan materi yang di sampaikan dosen.Tentu saja dia begitu, alasannya adalah dia takut nanti saat pulang kerumah, dia akan di marahi habis habisan oleh kakaknya.
Semoga kakak ga marah sama aku.
Doa Rena dalam hati.
Ni anak kenapa yak? kok dari tadi ga fokus.
Saat jam sudah selesai, Rena dan Lia pun keluar kelas.Tak terkecuali Diana.Bedanya Rena dan Lia langsung pulang karena tidak ada jam lagi sedangkan Diana harus menemui Rendy di ruangan Rendy sendiri.
Tok tok tok
"Masuk!." Jawab Rendy.
"Oh ternyata kamu Diana, baiklah silahkan duduk!." Perintah Rendy.
"Iya Pak." Jawab Dian.
"Baiklah, ini surat peringatannya dan kamu boleh pulang sekarang." Kata Rendy dingin
Anjas, ****** gue mana dingin banget ni dosen, ini semua gara gara Rena itu.
__ADS_1
Bathin Dian.
"Baik pak, permisi." Jawab Diana.
Diana pun pergi dari kantor Rendy, dan dia berfikir untuk langsung pulang. Ya karena dia takut sama Rendy.Saat sampai di rumah,Dian pun langsung menuju ke ruang kerja ayahnya.
"Daddy.." Panggil Dian.
" Iya sayang, ada apa?." Tanya Saputra, yang tak lain adalah ayah dian.
"Ini da... dapat surat peringatan dari kampus." Jawab Dian gugup.
"Hah! surat peringatan apa ini? kamu buat onar kah disekolah?." Tanya Saputra.
"Dian, di fitnah dad, masak dian di tuduh sama ****** kampus." Jawab Dian berbohong.
"Heh, jaga mulutmu anak gadis gaboleh bilang aneh aneh ya..." Kata Saputra.
"Hehe maaf dadd. Tapi daddy bisa bantu dian kan?." Tanya Dian.
"Tentu saja sayang.Daddy pasti akan bantu kamu." Jawab Saputra.
"Makasih daddy." Kata Dian sambil memeluk Saputra.
Hahhah kali ini ****** kau Rena.Mana ada yang berani sama aku ini.Gadis kalangan bawah seperti kamu mana bisa ngalahin aku.
Bathin Dian.
________________________________________
Note: Jadi Diana ini gatau ya kalau Rena itu adik angkatnya Rendy.
***Author mau bilang makasih banget buat yang mau baca ini novel.Cerita abal abal dan gaje ini^T.
Author sayang kalian semua yahhh.
__ADS_1
lop yuu buat readers yang masih mau baca-^
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡***