
Rumah Aslan.
Seluruh isi rumah terkejut, karena tiba tiba Aslan pingsan.Ibu nya Aslan menelfon suaminya agar cepat pulang, untuk menyusul ke Rumah sakit.Pak sopir keluarga langsung menggendong Aslan untuk di bawa ke Rumah sakit terdekat.
Ya Tuhan, berikanlah kesembuhan kepada putraku ini.
Bathin Ibu Aslan.
Sesampainya di Rumah sakit, Aslan langsung di bawa ke UGD.Setelah hampir 30 menit dokter memeriksa Aslan.Ibu Aslan khawatir kepada Aslan, pasalnya Aslan adalah anak yang kuat dan jarang sekali sakit.Saat dokter keluar.
"Anak saya kenapa dok?." Tanya Ibu Aslan khawatir.
"Anda Ibunya pasien?." Tanya Dokter balik.
"Iya dok saya ibunya." Jawab Ibu Aslan.
"Mari buk, kita keruangan saya untuk membicarakan penyakit Aslan." Kata dokter tersebut.
Lalu Ibu Aslan mengikuti perintah dokter.Dengan rasa khawatir dan air mata bercucuran, ibu Aslan tetap bertahan.Sesampainya di ruang tersebut.
"Mari bu, silahkan duduk." Ajak Dokter.
"Sebenarnya apa yang terjadi kepada anak saya dok?." Tanya Ibu Aslan dengan mengusap air matanya.
"Menurut pemeriksaan saya, anak ibuk terkena kanker leukimia." Jawab Dokter.
"Hahh!! apa!!." Kata Ibu Aslan dengan tangis yang mulai pecah lagi.
"Ibu mohon tenang, kami belum bisa memastikan ini.Untuk memastikan benar atau tidaknya penyakit tersebut, saya akan mengetesnya." Jelas Dokter.
"Tapi kemungkinan anak saya tidak kenapa kenapa kan dok?." Tanya Ibu Aslan.
"Saya belum bisa memastikan itu, untuk beberapa hari kedepan.Anak anda harus di rawat inap di Rumah sakit ini." Saran dokter.
__ADS_1
"Baik dok, lakukan apapun untuk menyembuhkan penyakit anak saya." Kata Ibu Aslan.
Saat keluar Ruangan, Ibu Aslan sudah di sambut oleh Suaminya dan anak keduanya.Tanpa basa basi, suami nya bertanya kepada Ibu Aslan.
"Apa yang sebenarnya terjadi kepada Aslan?." Tanya Ayah Aslan panik.
"Di di di a..." Kata Ibu Aslan.
"Kakak kenapa momm?." Tanya adik Aslan.
"Dia, terkena leukimia." Jawab Ibu Aslan.
Ctarr, bagaikan tersambar petir.Ayah dan adik Aslan menangis dengan kencang.Bagaimana mereka sanggup menghadapi semua itu.Saat itu juga Adik Aslan berlari dan pergi ke kuil terdekat.
"Airin, kamu kenapa?." Sapa seorang perempuan penjaga kuil.
"Kakak aku, kakak aku terkena sakit leukimia." Jawab Airin.
"Yaudah yuk, naik dulu keatas.Kita minta kepada Tuhan supaya kakak kamu bisa cepat sembuh." Ajak perempuan tersebut.
________________________________________
Tarrr.
Suara pecahan kaca terdengar dari dapur.Pecahan gelas itu berserakan kesana kemari.ART yang mendengar suara tersebut, langsung mendatangi Dapur.Di lihatnya Rena yang sedang membereskan pecahan kaca tersebut.Rena berfikir, entah kenapa tiba tiba perasaannya menjadi kacau.
Ada apa ini? kenapa tiba tiba pikiranku menjadi kacau.
Bathin Rena cemas.
ART tersebut menggatikan Rena yang membereskan pecahan kaca.Di lihatnya ART yang sedang membereskan pecahan kaca tersebut.Rena menjadi ling lung seperti kerasukan hantu.ART itu merasa takut dan meninggalkan Rena di dapur sendirian.Lalu ART tersebut memanggil Rendy.
"Pak Rendy, Nona Rena seperti kerasukan." Kata ART.
__ADS_1
"Hah! jangan bercanda kamu!.Dimana dia sekarang?." Tanya Rendy.
"Di Dapur Pak." Jawab ART
Hentakan demi hentakan kaki terdengar di sana.Detak jam dinding juga membuat sepi suasana Rumah itu.Benar,Rumah itu terasa sepi kerana Bunda dan Ayah tidak sedang berada di Rumah.Rendy menyusul Rena yang sedang melamun.Tatapan Rena seperti mengatakan bahwa Rena sedang bingung.
"Ren." Panggil Rendy.
"........"
"Rena." Panggil Rendy sekali lagi.
"......." Tak ada jawaban.
"Rena... kamu dengar kakak?." Tanya Rendy dengan menepuk pundak Rena.
"Hah iya kak, kenapa?." Jawb Rena.
"Kamu kenapa sih?." Tanya Rendy sekali lagi.
"Rena bingung kak, kok kayak aku ada sesuatu yang mengganjal ya?." Tanya Rena.
"Mungkin hanya firasatmu saja." Jawab Rendy lega.
*
**
***
****
*****
__ADS_1
Maaf ya Author baru up.-^