
Halo gas, balik lagi ke cerita ini yak.Lanjut yuk gass....
Terlihat Rena sangat trauma atas apa yang terjadi padanya.Lalu Bunda Ranti pun menghampiri Rena untuk menenangkannya.
"Nak, jangan menangis, mereka pasti akan mendapatkan karma atas apa yang mereka perbuat padamu!." Kata Bunda sambil mengelus pundak Rena.
"........"
Namun tak ada jawaban dari Rena.Rena hanya berdiam diri dan tatapan matanya fokus kedepan.Rendy merasa iba dan bersalah terhadap adiknya itu, seharusnya dia tak usah memberi hukuman seperti itu.
"Nak, kamu ke kamar ya.Biar Bi Inah yang mengantarmu, Bunda mau bicara sama kakak mu itu!." Perintah Bunda.
"Ayok non!." Ajak Bi Inah yang menghampiri Rena.
Lalu Bi Inah dan Rena pun mulai menaiki tangga rumah.Dan Punggung mereka mulai menghilang.Saat itu Bunda mulai angkat bicara.
"Kenapa Mawar tega melakukan itu?."Tanya Bunda kepada Rendy.
"Rendy gatau bun."Jawab Rendy penuh penyesalan.
"Huft....kamu sih mainan wanita sana sini, kalau itu terjadi lagi awas kamu ya!" Kata Bunda dengan nada marah.
Maafin kakak ya Ren...
Bathin Rendy.
________________________________________
Sementara itu di kamar, Rena sudah mulai agak tenang.Jujur dia masih merasa takut atas apa yang terjadi padanya, terlebih saat Mawar memberikan minuman yang alkoholnya sangat tinggi.
Mawar kenapa tega melakukan ini....
Bathin Rena.
__ADS_1
Sudahlah, kamu harus semngat Ren!Lagi pula kamu belum di apa apa in sama pria itu!.
Bathin Rena untuk menyemangati dirinya.
Jam sudah menunjukakan pukul 6 sore.Rena pun bergegas untuk mandi dan menunaikan sholat.Lalu tiba tiba pintu kamar Rena di ketuk oleh seseorang.
Tok tok tok.
"Rena, makan yuk!."Ajak Rendy.
"Hah, baik kak, bentar ya..."Jawab Rena.
Rena pun keluar bersama Rendy, tak ada percakaoan diantara mereka sampai ke ruang makan.
"Yuk duduk Ren!" Ajak Bunda.
"Baik bun."Jawab Rena dan Rendy bersamaan.
"Ayah mana bun?."Tanya Rena.
"Ayah ada meeting di luar negeri, 3 minggu lagi baru pulang."Jawab Bunda.
"Ren, maafin kakak ya..."Kata Rendy tiba tiba.
"Gapapa kak, lagi pula Rena ga di apa apain kok, Rena baik baik aja.Kakak sama Bunda jangan khawatir ya...." Jawab Rena.
"Apa perlu kita beritahu Ayah atas apa yang terjadi pada Rena?."Tanya Bunda.
"Tolong bun, jangan beritahu Ayah, takutnya Ayah malah khawatir dan tidak fokus pada kerjaannya.Tolong jangan kasih tau Ayah ya Bun, sampai kapanpun." Jawab Rena panjang lebar.
"Baiklah." Kata Bunda
" Kakak sama Bunda janji ya sama Rena." Kata Rena.
__ADS_1
"Iya janji."Jawab Bunda dan Rendy bersamaan.
Setelah selesai makan malam. Bunda langsung ke atas untuk mengurus bisnisnya, namun Rena dan Rendy lanjut nonton tv.
"Rena..."Kata Rendy mengawali pembicaraan.
"Iya.." Jawab Rena menoleh ke arah Rendy.
Seketika jantung Rendy berdegup kencang dan wajahnya memerah.
"Kak, kenapa mukamu memerah, apa perlu aku panggilkan dokter?."Tanya Rena sambil memegang dahi Rendy."Tapi kakak ga demam kok."Sambung Rena.
Spontan Rendy pun menoleh ke samping untuk menghindari tatapann Rena.
"ngg ngga papa kok Ren." Jawab Rendy gagap.
"Hmmm yodah, Rena ambilin cemilan dulu ya." Kata Rena.
Bangke kenapa malah kek gini sih gue.
Bathin Rendy.
Tapi tu anak cantik juga.
Bathin Rendy dengan senyum senyum sendiri.Melihat kejadian tersebut Bi Inah pun angkat suara.
"Tuan muda kesurupan kah?"
"Hah, nggak Bi.Bibi lanjut kerja sana gih..." Perintah Rendy.
"Iya tuan muda."Jawab Bi Inah.
Lanjutannya besok ya Tayang tayang ku muahh♡
__ADS_1