Kakakku Dosenku

Kakakku Dosenku
Ketauan.


__ADS_3

Sudah 2 bulan berlalu, kabar baiknya kondisi Aslan mulai membaik.Namun ada kabar buruknya.Kabar buruknya adalah Rendy mengetahui hubungan Rena dan Aslan.


Juli tanggal 10, Rena dan Aslan memutuskan untuk ngedate bareng.Mereka berdua memulai kencan, dengan menonton bioskop.Lalu mereka berdua makan siang di salah satu restoran jepang.Bertepatan dengan Rendy yang sedang meeting dengan klien nya.


Suara sandau gurau terdengar di meja samping Rendy duduk.Rendy seakan mengetahui suara itu.Tanpa pamit kepada klien nya, Rendy langsung menuju ke meja tersebut.Tak meleset tebakan Rendy, Rena dan Aslan sedang makan siang disana.


"Rena!." Panggil Rendy marah.


"Ka.. kak." Jawab Rena gagap.


"Kamu kenapa bisa sama dia hah?." Tanya Rendy.


"Mmm kak, aku dan Aslan...." Jawab Rena gagap.


"Kami pacaran." Kata Aslan.


"Hah! Rena kamu bisa jelasin semua ini?." Tanya Rendy.


"Hmmm." Kata Rena ketakutan.


Kak Rendy, astaga.Apa aku sedang menang lucky spin? sampai sampai bisa ketemu kak Rendy disini.Astaga tapi kenapa lucky spinnya kek gini sih? malah kena sembur omelan kakak.


Bathin Rena ketakutan.


"Kamu putusin dia sekrang!." Perintah Rendy kepada Rena.


"Kakak, aku juga berhak bahagia!." Kata Rena.


"Kamu berani melawan kakak mu ini?." Tanya Rendy geram.


"Biarkan Rena sama aku Kak." Kata Aslan.


"Siapa kamu? atas hak apa kamu memanggilku dengan kata kakak?!." Tanya Rendy.


"Maaf." Kata Aslan.

__ADS_1


"Inget ya kak Rendy! aku juga berhak bahagia." Kata Rena. " Yuk Slan, kita pergi dari sini!." Ajak Rena.


Rena menarik tangan Aslan untuk meinggalkan Restoran tersebut.Banyak orang yang sedang berbisik ria disana, karena melihat pertikaian tadi.Rendy pun tak habis pikir, kenapa Rena lebih memilih pergi dengan Aslan daripada menuruti perintahnya.


Anak itu!.


Bathin Rendy.


Jam menunjukkan pukul 7 malam, namun Rena tak kunjung pulang.Rendy khawatir dimana Rena berada.


Anak itu! apa dia tidak tau sekarang jam berapa?.


Tanya nya pada diri sendiri.


Di Taman Kota, Rena dan Aslan sedang duduk.Tak ada pembicaraan ataupun obrolan di antara mereka berdua.Hanya ada suara kendaraan dan orang yang sedang berbincang di sana.Aslan yang tak tega dengan kondisi pacarnya, dia pun mencoba menghibur Rena dengan leluconnya.


"Ren." Panggil Aslan.


"Iya, kenapa?." Tanya Rena.


"Nggak tau tuh." Jawab Rena dengan menggelengkan kepala.


"Katanya nih orang yang sering nangis bisa cepet tua loh." Kata Aslan.


"Hah? sok tau." Ketus Rena.


"Dihh, serius kok." Kata Aslan.


"Bohong." Ketus Rena.


"Hehehe, jangan masang muka kek gitu dong.Senyum nihh." Kata Aslan dengan mempraktekkan senyum yang manis.


"hihihi, paan sih sok imut." Kata Rena tertawa kecil.


"Nahh gitu dong ketawa." Kata Aslan.

__ADS_1


"Aslan, pulang yuk! udah jam segini." Ajak rena.


"Yaudah ayuk." Jawab Aslan.


Mobil Aslan menerobos jalanan kota Semarang dengan kecepatan sedang.Selain fokus menyetir, Aslan juga sering kali curi curi pandang untuk melihat Rena.Kondisi Rena saat ini, mata bengkak dan wajah yang penuh kesedihan.Hening, tak ada pembicaraan di sana.Sampai di depan gerbang Kediaman Hermawan.


"Aku masuk dulu ya." Kata Rena.


"Yaudah, aku pamit pulang ya." Kata Aslan.


"Baiklah, hati hati di jalan." Jawab Rena.


________________________________________


Manisse janji, janjimu kui nglarani ati


Senajan aku loro, neng isih kuat nyonggo


Tatu, seng ono dodo.


Perih rasane yen eling koe


Angel tambane.


Tatu - Didi Kempot.


Alunan lagu itu terdengar di ruang tamu.Membuat Rena penasaran, siapa yang memutar lagu galau tersebut.


Lagu ini.


Bathin Rena.


******************


Maaciw buat yang masih setia ngikutin novel ini.

__ADS_1


Author usahain buat up tiap hari ya-^


__ADS_2