
Pagi hari, burung berkicaw langit yang cerah.Matahari mulai menyinari bumi.Rena mulai bangun dari mimpinya.Lalu mandi dan menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim.
Hari ini, tepat Ulang Tahun Aslan.Dan Rena benar benar ingat akan hal itu.Bagaimana tidak, laki laki yang sudah menjadi mantan pacarnya itu selalu menghiburnya kala dia sedang sedih atau pun senang.Namun hal itu telah berakhir karena pengkhianatan Aslan, terlebih mereka berdua berbeda keyakinan dan mereka juga tak mungkin bisa bersatu.
"Tanggal 13." Kata Rena sambil menghela nafasnya.
________________________________________
Rumah sakit,
"Nak, makan yuk!." Ajak Mama Aslan.
"Ga mood makan momm." Jawab Aslan.
"Kamu sedang sakit kok malah ga mau makan.Kamu makan ya sayang, 4 suapan aja ya.." Kata Mama Aslan memelas.
"Baiklah." Jawab Aslan lemas.
Bersamaan dengan hari ulang tahun Aslan, Tes kanker Aslan juga keluar.Tepat pukul 7 pagi, Ayah Ibu dan Adik Aslan menunggu di ruangan dokter.Hasil sudah keluar, dibuka pelan pelan kertas tersebut.Dan hasilnya positif.
"Me.. mengapa ini terjadi pada anak kuta dadd?.mengapa?." Tanya Mama Aslan dengan isak tangis.
"Sabar momm, mungkin ini ujian untuk keluarga kita." Jawab Ayah Aslan.
"Kakak apa masih bisa sembuh dadd?." Tanya Airin ragu.
"Pasti bisa sayang! kita harus semangat." Jawab Ayah Aslan.
Ya Tuhann, apa ini hadiah ulang tahun dari-Mu untuk anakku?.
Bathin Mama Aslan.
Kamar Aslan
__ADS_1
Airin menemani kakaknya yang sedang dalam proses rawat.Di tatap wajah kakaknya tersebut, tiba tiba air mengalir dari kedua bola matanya.Bagaimana tidak? melihat Kakak kesayangan yang biasanya tertawa dan ceria, sekarang terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit.
"Kamu kenapa nangis? pasti gara gara kakak ya? Kakak baik baik aja kok." Kata Aslan.
"......" Tak ada jawaban.
"Kakak pasti bisa sembuh." Kata Aslan, meskipun dia tidak yakin akan hal itu.
"Kakak harus kuat! pokoknya kakak harus sembuh." Teriak Airin.
"Jangan teriak teriak, lihat nih kakak baik baik aja." Kata Aslan dengan menunjukan senyum lembutnya.
Hati mana yang tak tersentuh akan hal itu.Melihat Kakak dan adik nya sedang berbicara hal tersebut, membuat Orang tua mereka berdua meneteskan air mata.
"Selamat ulang tahun kak." Kata Airin.
"Makasih ya." Jawab Aslan.
"Sekarang kakak tidur geh! kakak harus istirahat!." Perintah Airin.
________________________________________
Tring tring.
"Halo." Kata Airin.
"Iya, dengan siapa ya?." Tanya Rena.
"Aku Airin kak." Jawab Airin.
"Owh, Airin kamu apa kabar?." Tanya Rena.
"Aku baik kak, tapi Kak Aslan sedang ga baik." Jawab Airin.
__ADS_1
"Kenapa dengan Aslan Rin?."Tanya Rena khawatir.
"Kakak terkena leukimia kak." Jawab Airin.
"Hah ka kamu serius?." Tanya Rena meyakinkan.
"iya kak." Jawab Airin.
"Di rawat di rumah sakit mana?." Tanya Rena cemas.
"Di Rumah Sakit Sari Medika kak." Jawab Airin.
"Baiklah, aku akan segera kesana!." Kata Rena.
"Iya kak." Jawab Airin.
Rena pun langsung ke kamar dan mengganti baju nya.Selangkah demi langkah menuju garasi mobil.Tanpa suara, benar Rena tak ingin memberitahu Rendy.Karena pasti Rendy tak akan mengijinkannya menjenguk Aslan.
Sampai di Garasi, Rena langsung masuk ke dalam mobilnya.Di perjalanan menuju Rumah sakit, Rena mampir ke toko buah untuk membeli Apel.Benar, Apel adalah buah kesukaan Aslan.Sesampainya di Rumah Sakit, Rena langsung bertanya ke resepsionist dimana tempat Aslan dirawat.
*
**
***
****
*****
******
*******
__ADS_1
Maaf Author baru up, Author lagi sibuk banget sama urusan nya Author.