
waktu menunjukkan pukul setengah sembilan malam, jalanan tampak sepi seorang pria baru pulang dari kampung sebelah,kampung arung.
satu satunya akses menuju desa lain adalah jalan setapak yang menghubungkan kampung baru dengan desa lainnya.
jarak yang di tempuh dari desa arung ke kampung baru,sekitar 12 kilometer jarak tempuh,biasanya penduduk kampung baru jika hendak bepergian mereka harus keluar pagi pagi sekali,karena belum ada penerangan listrik terutama penerangan jalan,maka mereka harus kembali jika urusannya sudah selesai sebelum matahari tenggelam.
karena jika mereka memaksa bepergian pada malam hari ,situasi jalan serta keadaan yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk bepergian jika malam.
tetapi pria itu tetap nekad melakukan perjalanan kembali ke kampung baru,dengan mengendarai sepeda motor,ia mulai mengarahkan motornya menuju ke kampung baru,angin sepoi-sepoi bertiup,hujan rintik-rintik turun membasahi bumi,menghalangi pandangan mata ,di tambah kabut yang entah datang dari mana,di tengah perjalanan terlihat sesuatu yang menghalangi jalan.
ia melambatkan laju kendaraan,semakin dekat,dekat,,,,ia mengira itu hanya pelepah kelapa yang kebetulan jatuh dan menghalangi jalan.
saat sudah semakin dekat ,lampu depan motornya,mengarah tepat ke arah benda yang menghalangi jalan tersebut,tetapi tiba tiba benda itu bergerak gerak,setelah di lihat dengan seksama,itu seekor buaya putih,dengan ukuran seberat seratus kilogram,dan panjang sekitar dua meter,mulutnya tampak menghadap ke arah pengendara sepeda motor.
sementara ekornya di kibaskan ke kiri dan ke kanan, hewan itu tampak memandang ke arah pria itu , seakan-akan tidak mengijinkannya melewati jalan itu.
pria itu,segera merogoh kantong celananya,seperti mengeluarkan sesuatu dari dalamnya,tiba tiba belum sempat ia mengambilnya,hp nya berdering,ia segera mengangkatnya dengan tangan gemetaran,peluh sudah membanjiri tubuhnya,padahal saat itu malam hari dan cuaca sedang dingin.
handphone yang di pegang ya terjatuh ,di atas jalan setapak,terdengar bunyi' krek,,..
handphone itu terlempar jatuh mungkin pecah.
sesaat kemudian ,ia merasa tubuhnya seperti terasa kaku,kakinya sulit untuk di gerakan,seperti sudah menyatu dengan bumi.
seperti di hipnotis,ia kemudian turun dari motornya,berdiri tepat di hadapan sang buaya,
perlahan,asap putih menyelimuti tubuh sang buaya,lalu semakin banyak hingga tak terlihat sama sekali,
tiba tiba saja berganti dengan seorang pemuda yang cukup tampan,ia mengenakan pakaian jaman dulu ,baju berwarna merah darah dan celana warna hitam panjang,di kepalanya,ada hiasan dari bulu serta ada mahkota kecil,
di lehernya,ada kalung dengan mainan liontin berkilau .
mendekat dan semakin mendekat ke arah pria tersebut,,
"hai manusia,aku ingin memperingatkan kalian,jika suatu saat nanti ada korban jiwa dari kalian,maka jangan salahkan kami.
karena kalian yang memulai semuanya,
kalian sudah mengotori istanaku,dengan perbuatan yang tidak senonoh,
berani beraninya,setelah apa yang terjadi kepada salah satu anak buah ku,kini kalian berniat mengotori tempat kami dengan perbuatan kalian,jadi katakan kepada kepala desa ,untuk memperingati warga kampung setempat.
aku tidak akan lagi memaafkan kesalahan kalian jika terulang kembali,korban jiwa akan berjatuhan,,,,
setelah berkata demikian,pria tampan di depannya kembali berubah wujud menjadi seekor buaya,lalu berjalan pelan masuk ke hutan yang tidak jauh dari telaga putih.
pemuda desa itu pun tiba-tiba dapat menggerakkan seluruh badannya,ia merasa persendiannya seakan mau copot,
__ADS_1
dengan tangan gemetaran,ia berusaha menghidupkan motornya kembali,beberapa saat kemudian motor itupun menyala ,lalu ia bergegas menuju ke arah kampung baru.
kurang lebih 20 menit kemudian,ia telah sampai di kampungnya,lalu memarkirkan motornya ,berjalan dengan tubuh yang gemetar,ia mengetuk pintu rumah beberapa kali
saat sampai di dalam rumah,belum sempat menjawab ketika di tanya,bibirnya terasa kelu,
tiba-tiba pemuda itupun pingsan,dan tak sadarkan diri.
seisi rumah pun panik, ibunya yang membukakan pintu, berteriak histeris,
"tolong,,,,tolong,,tolong,,
ayahnya yang ada di dalam rumah keluar dengan cepat,,.
"ada apa Bu,,Reno mengapa,
"tidak tau pa,mungkin dia kelelahan,tapi mengapa sampai jadi begini,ayo kita angkat dia ke kamar,
"baik pa ,ayo cepat.
ucap sang ibu dengan cemas,
"pak,ayo panggil orang pintar,mungkin anak kita di ganggu mahluk halus.
"ia Bu,sebentar ya,,,
laki-laki itu kemudian berusaha ke rumah seseorang,mengetuk pintu berulang kali..
Mardin,ayo buka buka pintu,,,
Mardin,,,,
"sebentar pak,,saya buka pintunya.
pintu pun terbuka,laki laki yang di panggil Mardin itu kemudian muncul di ambang pintu.
"oh rupanya pak kades,,ada perlu apa pak?
"oh ,Din,putraku si Bambang,baru pulang dari kampung sebelah,tapi tiba tiba,ia pingsan .
aku sendiri tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.
sekarang kau panggil Mbah Halim,katakan padanya aku butuh bantuan .!!
cepat,..
"baik pak kades..
__ADS_1
dengan langkah cepat,pria paruh baya yang di suruh tadi melangkah menuju rumah kakek Halim,tak lupa dengan menggunakan senter di tangannya.
sesampainya di rumah kakek Halim,,
tok,tok tok,,permisi Mbah
tok,tok,tok..
kakek Halim segera membuka pintu rumahnya,menemui orang yang ada di depan,
"maaf Mbah,saya mohon bantuan Mbah kata pak kades,anaknya pingsan setelah baru pulang dari kampung sebelah,,
"oh jadi begitu,ayo kita berangkat sekarang.
"sebenarnya apa yang terjadi,aku bingung.
tapi sudahlah,yang penting aku laksanakan dulu tugasku.
Banu yang kebetulan belum tidur,tidak sengaja mendengar percakapan kakeknya dengan seseorang di luar.
ia keluar kamar karena penasaran dengan apa yang terjadi.
"apa yang terjadi kek,..
"oh itu,anaknya pak kades,yang bernama si Bambang,telah terjadi sesuatu terhadapnya.
kakek tidak tahu apa itu pasti,tetapi seperti nya cukup serius.
"kakek mau berangkat sekarang,apa kau mau ikut atau tinggal di sini,soalnya kakek harus menolongnya..
"aku ikut kek,,siapa tahu bisa membantu...
ucap Banu mantap,di sambut anggukan kepala kakek Halim.
sebelum berangkat,mereka terlebih dahulu sholat sunat dua rakaat,memohon pertolongan kepada Allah SWT,sebelum menuju rumah kepala desa.
sepanjang perjalanan menuju ke arah rumah kepala desa,Banu di ingatkan oleh kakek Halim untuk senantiasa berdzikir kepada Allah karena beliau merasa ada yang tidak beres,begitu juga dengan Banu ia merasa ada aura misterius yang belum pernah ia rasakan selama ini,
dan sepanjang jalan mereka terus berdzikir,
berharap perlindungan dari alam sekitar.
dari jauh terdengar lolongan anjing yang sangat memilukan,jalanan juga tampak sepi .
suasana semakin mencekam...
mereka terus berjalan,,menuju rumah kepala desa
__ADS_1
ada aura misterius yang menyelimuti kampung baru,,,,
"