Kampung Lama

Kampung Lama
kecurigaan kepala desa


__ADS_3

rupanya kedatangan mereka ke bekas mushola ,di ketahui oleh beberapa orang yang diam diam mengikuti mereka.


dan itu di ketahui oleh kepala desa,ia menjadi sangat marah ,selama ini tidak ada satupun penduduk yang berani melawan dirinya, mengapa baru sekarang ada yang berani ,apalagi semenjak kedatangan cucu si Halim,semuanya terancam terkuak, anak itu terlihat berbeda dari kebanyakan anak muda pada umumnya.


kepala desa tampak mondar mandir di ruang tengah rumahnya,pria paruh baya yang hampir keseluruhan rambutnya sudah memutih,tampak gusar berulangkali ia mengacak rambutnya kesal, beberapa anak buahnya tampak sudah berdiri di sampingnya menunggu komando .


kali ini mereka harus berhasil melenyapkan cucu nya Halim,karena dia cukup berbahaya.


mereka tampak tenang menunggu perintah dari bosnya,tampak Bardot ,tangan kanan yang selalu siap mengerjakan setiap pekerjaan kotor untuknya memperhatikan raut wajah pak kepala desa.


"kurang ajar,apa yang sudah di rencanakan si Halim,berani beraninya ia mencoba melawanku,apa yang ia lakukan di mushola tadi,bukankah mushola sudah tidak di pakai lagi? apa jangan jangan mereka sudah mulai mencari tau perihal pemuda yang kubunuh beberapa tahun silam,hmmm,kalau begitu ,aku harus bertindak cepat,,"


Bardot ,yang dari tadi memperhatikan tingkah bosnya,dengan cepat menimpali,ia seakan senang mengotori tangannya dengan darah orang orang yang tidak berdosa.


"jadi,apa selanjutnya tindakan yang akan kita ambil,,?


bagaimana kalau kita bunuh saja ,,?"


terlihat raut wajah menyeringai dari pria itu,


ia tampak sangat senang dengan sikap dan kesetiaan anak buahnya,dari dulu ,Bardot memang selalu bisa di andalkan.


"ahaha,, hahaha,,,,,, hahaha,,,


berulang kali ia tertawa senang,sangat mudah baginya mencelakai orang lain,dan yang terpenting bukan ia yang membunuh melainkan anak buahnya ..


.itulah sebabnya,ia tampak sangat senang dengan kesetiaan anak buahnya.


seketika tawanya berhenti,matanya mendelik tajam ke arah anak buahnya,


"segera cari tau semua yang berkaitan dengan cucu si Halim..,dan ingat!


Serapi mungkin jika kalian ingin melenyapkan mereka seperti yang sudah-sudah,aku tidak mau sampai orang tau.."


pria dengan tubuh tambun itu mengangguk cepat,


"baik bos saya akan mencari tau situasinya terlebih dahulu,sebelum bertindak karena aku tau betul siapa si Halim"

__ADS_1


"cepat laksanakan,karena yang aku tau cukup sulit jika menghadapi mereka"


"baik bos,akan saya laksanakan"


"awas jangan sampai gagal,dan jangan bertindak gegabah,aku tidak mau kita gagal!!"


bardot yang di perintah mengangguk dengan cepat,ia kemudian melenggang pergi dari hadapan kepala desa yang tak lain adalah Suseno,ia sudah lama menjalankan rencana kotornya,selama ini tidak ada warga desa yang berani protes atas apa yang ia lakukan,mereka semua takut pada dirinya.


dan kini sasaran berikutnya adalah kakek Halim dan cucunya yang akan mereka lenyapkan.


sementara itu,hari menjelang sore,terlihat beberapa orang sedang berjalan menuju hutan yang tidak jauh dari bekas mushola,.


mereka adalah kakek Halim dan kedua cucunya ,Banu dan aiman .


mereka memutuskan kembali ke hutan setelah sebelumnya berada di mushola ,


atas petunjuk dari penglihatan Banu ,mereka bertiga akhirnya sampai di hutan.


tanpa menunggu lama ketiganya mulai berpencar menemukan makam pemuda yang di bunuh , berdasarkan petunjuk dari Banu,yaitu sebuah pohon beringin dan ada tumpukan kayu ,akan tetapi setelah hampir satu jam mencari mereka belum menemukannya.


sementara itu,hari sudah semakin sore,sebentar lagi malam akan menggantikan siang,jadi secepatnya mereka harus menemukan makam tersebut.


akhirnya, beberapa menit kemudian mereka memutuskan untuk keluar dari hutan , dan akan mencari waktu yang tepat menemukan makam pemuda tersebut.


"ayo,hari sudah menjelang malam,kita harus bergerak cepat,sebelum waktu sholat Maghrib berakhir"


ucap kakek Halim,karena dari tadi siang beliau merasakan ada bahaya yang mengintai,sepertinya ada yang mengawasi mereka.


"baik kek,aku rasa ada baiknya kita hentikan untuk sementara,aku rasa apa yang kita lakukan ini sudah mulai tercium oleh kepala desa,aku tau dia sangat licik,"


ucap aiman menambahkan,ia berkata seperti itu karena sudah lama ia hidup di kampung baru,dan ia tau bagaimana sepak terjang kepala desa dari para warga yang merasa di rugikan olehnya.


Banu menatap sepupunya itu,ia hanya mengangguk,dan membenarkan ucapan aiman.


"baiklah kalau begitu,kita harus bergegas dengan cepat,ayo kita keluar,,,"


kemudian mereka berjalan dengan cepat keluar dari hutan,ketika melewati bekas mushola tadi,aura mistis nampak sangat terasa menyelimuti tempat itu,Banu dan kakek Halim dapat merasakannya.

__ADS_1


ketika mereka sampai di ujung jalan setapak memasuki kampung baru,hari sudah semakin gelap,dan keadaan kampung baru ,tampak sunyi,lampu teplok tampak menyala di perumahan warga


setelah sampai di dekat rumah aiman,kakek Halim berpesan padanya agar berhati-hati dengan kepala desa.


"aiman cucuku,kau berhati-hatilah dan jangan bertindak sendirian,kalau ada yang tidak beres,segera beritahukan kepada kakek,,ingat jangan lupa,,,"


aiman menganggukkan kepalanya,ia mengerti maksud dari kakek Halim memperingatkan dirinya.


sebelum masuk ke rumahnya yang terletak tak jauh dari jalan setapak,ia melihat ke arah kakeknya yang sudah berjalan menjauh menuju ke rumahnya.


beberapa menit kemudian,


kakek Halim dan Banu sudah sampai di depan rumah,Banu segera mengeluarkan kunci rumah dan bergegas ingin membuka pintu,namun alangkah terkejutnya mereka tatkala mendapati sesuatu yang mengerikan di depan pintu depan rumah.


"kek,apa ini,,?


Banu menatap kearah kakek Halim,kemudian mengeluarkan korek api yang di bawanya dari saku celana mengeluarkan dan menyalakannya,seketika mereka terperanjat melihat ke arah pintu,,


tampak di depan pintu,ada bangkai kucing dengan kondisi yang mengerikan, serentak mereka baru sadar,tercium aroma anyir darah yang membuat mual perut.


bagaimana tidak,bangkai kucing itu sudah tidak utuh lagi,setelah di lihat lebih dekat,di lehernya ada luka menganga yang cukup besar,bahkan hampir putus tinggal kulitnya yang menggantung.


sementara isi perutnya terurai keluar ,kedua matanya sudah tidak ada.


melihat hal itu,Banu cepat memalingkan wajahnya,bukannya ia merasa jijik ,tetapi ia tak sanggup melihat hal mengerikan itu.


sementara Banu adalah salah seorang pecinta kucing,jadi jangankan menyiksa hewan yang akrab dengan manusia tersebut,memperlakukannya dengan kasar saja ia tak sanggup.


kakek Halim yang melihat hal itu,dengan cepat meraih kunci yang di pegang cucunya lalu bergegas membuka pintu depan.


setelah pintu depan terbuka,ia masuk dan di ikuti Banu dari belakang,.


kakek Halim segera mengambil potongan kain putih dari lemari usang miliknya,dengan cepat ia mengangkat bangkai kucing tersebut lalu membungkusnya dengan kain putih.


setelah itu ia menguburkannya di samping rumah.


sementara genangan darah yang ada di depan pintu,di siram dengan air hingga bersih.

__ADS_1


setelah selesai kakek Halim bergegas masuk ke dalam rumah,mengambil air wudhu,begitu juga dengan Banu ,mereka berdua segera melaksanakan sholat Maghrib ,di terangi lampu teplok yang tergantung di dinding.


__ADS_2