
setelah mendengar penuturan kakek Halim,
Banu semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi,,,bermacam tanda tanya berputar-putar di kepalanya.
siapa sebenarnya pemuda yang di bunuh,dan dari mana asalnya.
sepertinya tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api. pasti ada pemicu dari semua peristiwa yang terjadi.
dan pemuda yang di bunuh,sengaja di kambing hitamkan.
"ada yang tidak beres..
sepertinya aku harus pergi ke telaga putih,
demi menguak misteri kampung lama .
pikirannya masih terus berkecamuk.
hari menjelang Maghrib,kakek Halim baru pulang dari kebun..
berbagai hasil kebun yang di bawa pulang ,ada pisang kapuk,semangka,jagung,dan ubi jalar.
Banu semakin kagum dengan kakeknya, betapa tidak di usia yang tidak muda lagi,ia mampu memikul beban yang berat,dan menurut Banu untuk orang yang seusia kakeknya,semestinya tidak harus bekerja keras seperti ini.
"kek , kenapa baru pulang? lain kali ajak aku kalau kakek mau ke kebun,biar Banu bantu bawa barangnya.
" aku sudah biasa cucuku...
kalau di rumah ,badan kakek rasanya pegal-pegal.
kata kakek Halim,,dengan napas yang agak ngos-ngosan.
kasian juga kakek..
Banu membatin dalam hatinya, bukannya ibu dan ayah sering mengirimkan uang..
"kek,,dari pada sendirian di rumah ini, mending kakek ikut aku saja ,gimana...
" cucuku,aku lebih senang hidup seperti ini,
aku tidak bisa meninggalkan kampung halaman ku. lagian di sini ada makam nenekmu,serta orang tua ku.
"sudahlah,kakek capek,mau mandi ,keburu Maghrib.
"ya udah kek,kakek mandi,,entar barang nya aku yang beresin.
selesai berkata Banu mengangkat barang yang di bawa kakek dari kebun kemudian ,segera bergegas pergi berwudhu, setelah terdengar adzan Maghrib berkumandang.
selesai sholat Maghrib bersama .Banu dan kakek Halim merebus ubi jalar untuk di makan bersama-sama dengan lauk ikan mujair bakar yang di ambil dari kolam ikan di belakang rumah kakek.
waktu menunjukkan pukul 10 malam,
selesai sholat isya,kakek Halim sudah pergi tidur di bilik sebelah.
mungkin karena kelelahan,pikir Banu.
selesai sholat,Banu melanjutkan dengan membaca Alquran.
tak berselang lama,kantuk mulai menyerang,ia menyudahinya ,lalu menyimpan Al-Qur'an dan kemudian segera bergegas ke kamar nya untuk tidur.
sebelum tidur,Banu berdoa, semoga dijauhkan dari segala marabahaya dan diselamatkan dari segala bentuk kejahatan.
baru 30 menit Banu menutup mata,, terdengar suara suara cekikikan yang tidak jauh dari rumah kakek Halim.
__ADS_1
rumah kakek Halim terletak paling belakang menghadap ke arah hutan belantara,dan cukup jauh dari rumah warga setempat.
Banu juga heran mengapa kakek membangun rumah, yang agak jauh dari rumah warga yang lainnya.
dan malam ini suara cekikikan yang terdengar cukup jelas , mungkin hanya mereka yang mendengar nya,pikir Banu dalam hatinya.
"hihi... hihihi,,,hii...
suara cekikikan yang terdengar semakin jauh
mungkin karena terlahir istimewa, bagi Banu hal yang berkaitan dengan alam gaib , baginya bukan sesuatu yang baru.
berbagai jenis hantu sudah di lihatnya,bahkan pernah berkomunikasi dengan mereka.
ia tau suara cekikikan yang terdengar jauh menandakan,mahluk itu semakin mendekat,
jika dekat,,suara yang terdengar, berarti mahluk itu keberadaannya cukup jauh.
perlahan tiupan angin menerpa wajah Banu,
dan ia tau ini bukanlah angin biasa,
hawa dari angin ini biasanya dingin,
lampu petromak yang di gantung di dapur bergoyang-goyang,, seperti mau padam.
bunyi benda yang di seret, mengelilingi rumah.
Banu bangun dari tempat tidur dan menuju bilik kakek nya, ternyata bersamaan dengan itu terdengar suara seperti bunyi pasir yang di siram dari atas atap.
terdengar pintu kamar kakek terbuka,rupanya ia belum tidur.
kakek Halim kemudian menghampiri Banu dan mengajaknya duduk di atas dipan di dapur.
"sepertinya dia kuntilanak yang di sungai,kek
aku bisa merasakan hawa dingin yang di bawa nya.
"jika boleh aku mau berkomunikasi dengan nya, sepertinya dia punya tujuan datang menggangguku..
sekejap kemudian ,Banu sudah duduk di atas dipan dengan bersila
matanya terpejam dan mulai berkonsentrasi.
ia melihat dengan mata batinnya,ada kuntilanak,yang sedang mengelilingi rumah kakeknya.
"siapa kau,,,mengapa kau datang mengganggu kami...
"aku mohon ,tolong aku,,,tolong aku..
suara kuntilanak itu menjerit keras..
tolong...tolong aku...hu,,huhu...huhu, ia terdengar menangis,rambutnya yang panjang menutupi sebagian wajahnya,
perlahan ia menyibakkan rambutnya terlihat tangan yang keriput,penuh luka ,,nanah dan darah,,, kukunya hitam panjang...
terlihat wajah yang setengah hancur, ada tetesan darah dari wajahnya,,luka di wajahnya seperti gigitan binatang buas,sebelah wajahnya terlihat sangat cantik. matanya sebelah berwarna merah darah,sebelahnya lagi seperti biasa,,mata yang indah.
bau anyir tercium...rasanya Banu ingin muntah
ia menatap kearah Banu dengan. wajah yang menyeramkan
perlahan air matanya mengalir ,,air mata darah.
__ADS_1
Banu dapat merasakan ada sesuatu yang terjadi pada wanita itu...
"apa yang sebenarnya terjadi pada mu,,dan apa yang bisa ku bantu...
"hiks, hiks.....
tangisnya melengking,,,,tolong...aku..
saat berbicara,daging di wajahnya berjatuhan..
terlihat tulang pipinya...lalu dia membuka mulutnya lebar-lebar,, keluarlah cairan pekat berwarna hitam,,,berbau busuk...bercampur bau lumpur...
benar-benar menyeramkan.....
dengan cepat Banu membuka kedua matanya,kakek Halim masih duduk di sampingnya,ia tau cucunya pasti bisa menghadapi mahluk astral.
"cucuku kau jangan takut, kakek pasti akan membantumu.
"kakek tau sepertinya dia hanya meminta bantuan kepada mu.
"berhati-hatilah,jangan gegabah.
kakek dapat merasakan apa yang sebenarnya terjadi.
sejurus kemudian suara cekikikan terdengar semakin dekat...
pertanda mahluk itu semakin jauh...
lalu desiran angin perlahan berhenti.
Banu menatap kearah kakek Halim.
seakan meminta penjelasannya tentang mahluk itu.
"sepertinya, ada rahasia yang tersembunyi yang hendak di ungkapkan oleh kuntilanak tadi.
mungkin dia tau hanya kau yang bisa membantunya.
"ia kek,aku dapat merasakan kemarahan dan sekaligus kesedihannya.
"sepertinya dia mati dengan cara yang tidak wajar.
"aku curiga semua ini ada kaitannya dengan sejarah kampung lama.
jika benar maka aku yakin ada pihak yang terlibat dalam masalah ini.
kakek Halim mendengarkan perkataan Banu dengan serius, sepertinya ada sesuatu yang di pikirkan nya.
"sepertinya ada peristiwa yang terjadi pada masa lampau,,yang kakek tidak tau.
"mungkin saja ada yang sudah terjadi di luar pengetahuan kakek.
"kau berhati-hatilah jangan pernah jauh dari Allah..
jika ada yang mengusik pikiran mu segera beri tau kakek.
"baik kek,aku paham.
"kakek mau tidur dulu,kamu jangan begadang .
kata kakek Halim sambil berjalan menuju kamar tidur nya.
"baiklah ,aku juga sudah mengantuk.
__ADS_1
Banu kemudian beranjak ke kamar nya untuk melanjutkan tidurnya yang terganggu oleh ulah kuntilanak tadi.