
sudah hampir sebulan lamanya,sejak.kejadian itu, terbakarnya rumah kek Halim,kerusakannya tidak terlalu parah hanya sebagian saja,itupun untungnya hujan turun dengan deras pada saat itu juga,
kek Halim sangat bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa,karena semua pertolongan yang di dapatnya adalah karena kehendak Allah SWT.
kini yang bisa ia lakukan hanyalah memperbaiki semua kerusakan yang terjadi akibat kebakaran tersebut.
suara nyanyian burung burung di hutan seakan menghibur hatinya yang sedang gundah memikirkan kejadian demi kejadian yang terjadi di kampung lama,sejak ia kecil sering terjadi peristiwa peristiwa mistis di luar nalar dan logika manusia.
dulu ia sering mendengar dari orang orang di sekitar tempat tinggalnya,tentang perbuatan kepala desa bagi mereka yang berani menentang aturan yang di buatnya,atau mereka yang berani melawannya.
pikirannya menerawang kembali ke masa tiga puluh tahun yang silam,saat terjadi pembantai seorang pemuda di desa ini,saat itu usianya baru menginjak remaja,dan semua peristiwa itu ia saksikan sendiri.
dan menurut cerita yang beredar di kalangan para warga,kalau semua kejadian itu ada kaitannya dengan kepala kampung lama.
Banu yang tengah membersihkan daun Rumbia ,ia menatap ke arah kakeknya,tampak guratan kesedihan di wajah pria paruh baya itu,ia seperti tengah memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"kek,apa yang kakek pikirkan?"
tanya Banu penasaran melihat raut wajah sang kakek yang tidak seperti biasanya.
padahal selama ini , menurut nya kakek Halim adalah orang yang selalu optimis dalam melakukan segala sesuatu yang baik, beliau termasuk tetua kampung yang di hormati dan di segani oleh warga kampung lama.
baru kali ini terjadi peristiwa yang ia sendiri tidak begitu mengerti apa yang terjadi,dan ia sendiri merasa yakin kalau semua peristiwa yang terjadi adalah ulah kepala desa dan antek anteknya.
kakek Halim menghela nafasnya pelan,ada beban yang pria paruh baya itu rasakan sejak peristiwa kemarin yang menimpanya,untung saja ia masih bisa selamat berkat hujan yang turun dengan deras.
ia sangat berterima kasih kepada Tuhan yang kuasa ,untung saja anak cucunya selamat,karena kalau tidak ia tidak akan tinggal diam melihat Angkara murka yang terjadi selama ini.
"iya kek,aku juga merasakan hal yang sama seperti kakek, menurut ku semua ini sepertinya ulah kepala desa ,tapi kita belum punya bukti yang kuat kek,untuk menuduhnya walau kita sendiri yakin seratus persen ini adalah sebuah kebenaran,"
ucap Banu sambil mengikat daun Rumbia yang sudah di bersihkan dan siap diangkut.
__ADS_1
sementara itu,Ainan dan ibunya juga sama,mereka sudah mengikat daun Rumbia yang mereka ambil ,kini sudah terkumpul empat ikat besar daun Rumbia ,tinggal mengangkutnya saja dengan gerobak kecil yang mereka bawa.
ibu Ainan mengeluarkan semua perbekalan yang mereka bawa,lalu menggelar beberapa helai daun pisang yang diambil di kebun sebagai alas tempat makan mereka.
setelah semua siap,mereka kemudian menyantap hidangan sederhana yang sudah tersedia,sambil makan mereka menikmati pemandangan alam di kaki gunung sebelah barat ynag menjulang tinggi,angin semilir menerpa dedaunan menimbulkan bunyi gemericik seperti alunan musik yang menghibur.
saat mereka sudah selesai makan ,terdengar seruan dari bawah ,rupanya ada beberapa orang warga yang berkebun di sebelah mereka sudah kembali ke kampung,kakek Halim heran tidak biasanya hal seperti ini terjadi.
saat mereka tengah kebingungan,datanglah beberapa orang warga yang memberitahukan kepada kakek Halim bahwa terjadi kebakaran di rumah kepala desa,gudang tempat penyimpanan beras miliknya hangus terbakar dan tak tersisa satupun dari harta benda yang ia miliki .
mereka kemudian bergegas mengangkut barang bawaan mereka,sambil berjalan menuruni gunung mereka masing masing membawa satu ikat daun Rumbia.
sesampainya di bawah kaki gunung,mereka meletakan daun Rumbia di dalam gerobak kemudian di angkut kembali ke kampung.
saat mereka sampai di kampung,terlihat asap hitam membumbung di angkasa, sepertinya benr apa yang di katakan warga.
__ADS_1
dengan cepat kakek Halim dengan kedua cucunya,kembali ke rumah kepala desa,tapi apa yang terjadi,ternyata ,gudang milik kepala desa sudah hangus terbakar,terlihat tidak jauh dari mereka, kepala desa dan beberapa orang anak buahnya berdiri dengan raut wajah yang penuh amarah,pria yang sudah memasuki usia senja tersebut,sangat kesal dengan apa yang terjadi ia menduga pasti ada yang sengaja mencelakai dirinya,pria licik itu terus saja menatap penuh kedengkian ke arah para warga yang sudah kelelahan dari tadi berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya,tapi bukan terima kasih yang mereka terima,melainkan tatapan mata yang penuh kecurigaan.
karena kesal sebagian warga memilih untuk pulang ke rumah masing masing,mereka takut jika berlama lama di situ akan mendapatkan akibat dari apa yang terjadi.