
sekembalinya dari hutan bersama kakek Halim dan Banu,aiman tidak pernah keluar rumah,ia sengaja tidak kemana-mana karena mengingat pesan dari kakeknya.
kini sudah tiga hari semenjak pencarian jenazah pemuda itu,ia hanya berdiam diri menunggu perintah dari kakek Halim serta Banu sepupunya.
hanya orang tua aiman saja yang pergi ke kebun setiap hari mengambil hasil kebun mereka untuk di jual di pasar.
tiga hari berikutnya...
waktu menunjukan pukul dua belas malam,
udara di dalam rumah terasa sangat panas,seluruh penghuni rumah terbangun,terutama aiman.
ia tampak mengambil kipas yang terbuat dari anyaman bambu lalu mengipas dengan cepat,sambil berbaring di dalam kamarnya.
lima menit kemudian,terdengar suara cekikikan di atap rumah, diikuti oleh bunyi benda yang berjatuhan di belakang rumah.
aiman menghentikan aktivitasnya,ia terdiam mendengarkan dengan saksama,ibunya yang sudah bangun,segera mengetuk pintu kamar anaknya,aiman terkejut,dengan cepat di bukanya pintu,ternyata ibunya.
wanita yang masih nampak muda di usianya yang sudah memasuki tiga puluh tahun itu,adalah adik kandung dari ayah Banu.
ia dari kecil hidup dengan kedua orang tuanya,yang tau tentang hal hal mistis,bukan hal baru baginya selama ini.
"nak ,jangan tidur,ibu akan mencoba mengusir mahluk yang sedang mengganggu kita,,"
"maksud ibu,apa ,,,ibu tau mahluk itu bukankah,,,"
__ADS_1
"itu kuntilanak yang mengamuk di atas atap rumah,ingat pesan kakek Halim jangan keluar rumah jika ada gangguan gaib seperti ini"
"baik Bu,saya juga sudah di peringatkan oleh nya...".
"ayo bantu ibu,kita kumpulkan kain lap kotor,lalu kita bakar di tungku perapian,itu salah satu penangkal gangguan kuntilanak,dengan sendirinya dia pasti pergi..."
aiman segera bergegas bersama dengan ibunya ke dapur,sementara ayah aiman juga sudah bangun,ia tampak sedang membuat perapian.
tak butuh waktu lama,total sepuluh kain lap kotor sudah terkumpul,satu persatu kain lap di masukan kedalam api,sambil berdoa kepada yang maha kuasa,meminta perlindungan kepada Nya.
sementara itu,di luar terdengar teriakan panjang melengking,berulang kali terasa memekakkan telinga, sepertinya kuntilanak itu sedang kesakitan.
tak berselang lama,suara cekikikan itu perlahan menghilang.
setelah di pastikan sudah aman ,mereka semua kembali beristirahat,aiman berniat besok pagi ia harus menemui kakeknya dan Banu,ia yakin gangguan dari mahluk halus tersebut, tidak terjadi dengan sendirinya melainkan ada yang sengaja mengirim mahluk itu meneror mereka.
tak berselang lama,aiman tertidur pulas,sementara suasana di luar rumah kembali tenang.
tidak untuk di suatu tempat....
"brengsek,,kenapa serangan ku dengan mudah di patahkan oleh mereka?,,,
awas kalian,,,aku bersumpah kau Halim dan seluruh keturunanmu,pasti akan ku lenyapkan
mungkin kali ini kalian bisa lolos,tapi aku yakin suatu saat nanti,aku pasti bisa melakukannya,dasar mereka merepotkan sekali,,padahal kuntilanak yang sudah ku kirim tadi cukup kuat,dia bisa mengusirnya dengan mudah...,
__ADS_1
ucap pria paruh baya itu dengan penuh kekesalan,ia sangat jengkel dengan keluarga Halim,yang selama ini menurutnya sudah sangat merepotkan dan mengganggu semua rencananya.
beberapa kali ia tampak berpikir keras,sambil memijit pelipisnya berulangkali,hingga tiba tiba. seringai licik tergambar di wajahnya,
dengan cepat ia berjalan menuju ke luar,tampak anak buahnya sedang bermain kartu di teras rumah,
"Bardot,kesini kau...cepat!
"ada apa,boss...?
"aku punya tugas penting untuk mu...
"kalau boleh tau ,tugas apa bos...
ia menganggukkan kepalanya berulangkali .
"sebentar malam,bunuh cucu si Halim yang bernama aiman itu...! aku sudah tidak tahan dengan mereka!!
"baik bos,,,
"ingat! jangan sampai gagal....
"baik bos...
tampak pria paruh baya itu menyeringai licik,ia berharap dengan membunuh salah satu cucu kakek Halim,maka semua gangguan akan selesai.
__ADS_1
rupanya ,percakapan antara kepala desa di dengar oleh salah seorang warga yang kebetulan lewat di depan rumah kepala desa.