
sudah hampir sebulan suasana kampung lama terasa tentram tidak terdengar lagi ada korban jiwa atau gangguan dari mahluk halus
semenjak penduduk setempat beserta kepala desa melaksanakan ritual penyembahan sesajen kepada penunggu telaga putih.
konon katanya,penunggu telaga putih itu menyerupai seorang pemuda yang cukup tampan,ia di sebut dengan nama sarupo bajia
yang artinya berwajah tampan.
beberapa penduduk mengaku pernah melihat rupa sang pangeran penghuni telaga putih ,bahkan ada yang mengaku pernah melihat wujud aslinya.
kabar yang berhembus kian cepat menyebar melebihi cepatnya api melahap rumput kering.
bahkan ada yang sengaja melebihkan cerita
di katakan kalau penghuni telaga putih sering meminta korban nyawa manusia,yaitu bayi yang berusia kurang dari ,dua tahun.
sebagian besar penduduk kampung lama sangat percaya dengan hal hal yang berbau mistis,mereka selalu mengadakan upacara persembahan sesajen,bukan hanya untuk penunggu telaga putih,tapi kadang di tempat tempat yang di anggap angker.
biasanya mereka sering meletakan nampan dari anyaman bambu,di dalamnya di isi dengan empat warna nasi,yaitu nasi kuning,nasi putih,nasi hitam dan nasi merah.
beberapa linting daun tembakau serta empat telur ayam dan uang koin di taruh di dalamnya, lalu di letakkan di tempat yang di anggap berpenghuni mahluk astral.
semua itu mereka lakukan apabila keadaan kampung lama mengalami hal yang tidak baik atau apabila terjadi musibah dan bencana alam.
sementara itu ,
sudah hampir sebulan kakek Halim sering ke kebun yang terletak tidak jauh dari rumahnya
ia jarang terlihat berkumpul dengan warga yang lainnya,Banu juga di peringatkan agar tidak terlalu keluar rumah.
bukan tanpa alasan hal itu di lakukan oleh kakek Halim, beberapa hari yang lalu ia melihat gelagat yang mencurigakan dari beberapa orang warga setempat.
dan mereka adalah kaki tangan dari kepala desa,mereka sering melakukan hal hal yang merugikan orang lain misalnya mencuri harta benda milik warga dan yang paling menjengkelkan adalah setiap kali permasalahan itu di bawa ke kantor kepala desa agar segera di selesaikan dengan cara yang baik,tetap saja seakan akan kepala desa berpihak pada orang orang tersebut.
kakek Halim tau,bahkan penduduk kampung baru semua tau kalau Bardot dan kawan kawan nya adalah kaki tangan kepala desa,akan tetapi mereka diam saja bahkan terkesan takut menghadapi anak buah kepala desa .
selama puluhan tahun hidup di kampung baru
kakek Halim belum pernah di ganggu oleh mereka, akan tetapi entah mengapa perasaan khawatir belakangan ini ia rasakan.
dan biasanya jika kakek Halim pergi ke kebun
ia sering pulang guna melihat cucunya ,khawatir Banu di serang orang orang itu,memang benar Banu adalah seorang pemuda dengan ilmu beladiri yang cukup mumpuni ia juga belajar ilmu agama di kota tempat tinggalnya,Banu merupakan seorang pemuda yang cukup disegani di
kampus karena sikap dan ilmu yang di milikinya .
walaupun demikian kakek Halim khawatir ia tau betul perangai kepala desa yang serakah dan licik,ia takut cucunya menjadi target korban berikutnya oleh kepala desa,itulah sebabnya,siang ini saat hampir mendekati waktu sholat dhuhur ia sengaja pulang ke rumah.
__ADS_1
sesampainya di rumah kakek Halim melihat pintu belakang terbuka,sepi tak ada suara
bergegas ia masuk dengan cepat,
ternyata ,,hatinya sungguh lega,Banu sedang mengaji .
pemuda itu tampak tenang membaca ayat ayat kitab suci,yang di lantunkan dengan suara pelan.
mengapa itu ia lakukan,, karena sesuai dengan pesan kakek Halim,penduduk di sini tidak menyukai orang yang mengaji ataupun melakukan hal yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.
mungkin satu satunya yang melakukan aktifitas keagamaan hanya mereka.
"kampung ini terasa mati,, seperti ada kabut yang menyelimuti nya,gelap seperti hati penduduknya."
ucap kakek Halim membuat Banu seketika menghentikan bacaannya,ia memandang sang kakek dengan tatapan keheranan..
"maksud kakek..
"oh,,maaf cucuku teruskan mengajinya,kakek hanya heran dengan kebiasaan penduduk di kampung ini,mereka tidak pernah melaksanakan sholat dan mengaji,,"
terlihat guratan kesedihan di wajahnya,,
kakek Halim menghela napas berat..
"dulu saat surau di sebelah barat ,masih di pergunakan masih ada beberapa beberapa orang penduduk yang sering pergi sholat dan mengaji di situ,akan tetapi itu tidak bertahan lama,,,
kakek Halim nampak menggelengkan kepalanya ,,,ia seperti menyesalkan sesuatu..
Banu menatap kakek Halim,ia merasa masih banyak rahasia yang tersembunyi dari desa ini.
"memangnya mengapa kek?
"dulu kurang lebih sepuluh tahun yang lalu,pernah ada seorang pemuda datang ke sini ,ia mengajarkan ilmu agama kepada warga desa,ia juga sering membantu warga di sini.
pemuda itu menghidupkan kembali kegiatan keagamaan di kampung ini,ia tinggal di surau
dan sering mengimami sholat.
tidak terlalu lama banyak dari penduduk yang mulai tergerak untuk sholat,surau yang kotor sudah sangat bersih dan terawat dengan baik berkat pemuda itu .
kebiasaan penduduk setempat juga mulai hilang perlahan lahan berkaitan dengan hal hal mistis."
beberapa saat hening ,,kakek Halim menghentikan ceritanya,,,ia nampak gusar..
"lalu kek,apa yang terjadi,,,di mana pemuda itu?"
"itulah yang jadi pertanyaan kakek selama ini.
__ADS_1
beberapa waktu setelah itu,pemuda itu hilang bagai di telan bumi.ia tak terlihat lagi..
dan menghilang secara misterius.
konon katanya menurut beberapa orang warga,ia di bunuh,tapi mereka sendiri tidak melihatnya secara langsung.
"mengapa mereka berkata demikian kek?seakan akan mereka tau sesuatu tapi takut untuk mengatakannya..
"menurut kakek juga demikian,,seandainya pemuda itu pergi,pasti ada yang tau ia kemana,soalnya barang barang miliknya masih ada di surau,mungkin sampai sekarang
masih ada..
"apakah kakek mencurigai seseorang atau telah terjadi sesuatu pada pemuda itu?
"benar cucuku,,,kakek pernah mendengar dari beberapa orang penduduk,katanya beberapa hari sebelum pemuda itu menghilang,terlihat anak buah kepala desa tampak mondar mandir di sekitar surau,dan setelah kejadian itu mereka nampak menghilang.
"maksud kakek?
"sepertinya,ini ulah kepala desa,,,kakek yakin pemuda itu pasti mati di bunuh oleh mereka.
dan mudah mudahan apa yang kakek pikirkan tidak terjadi,kasian sekali pemuda itu..
tutur kakek Halim,ia terlihat menyesalkan apa yang terjadi pada pemuda itu.
peristiwa itu juga mengingatkannya pada kejadian puluhan tahun silam .
"kalau memang barang barang pemuda itu masih ada,apa kakek bisa mengantarkan aku ke surau,,
"untuk apa cucuku,,
"kek,aku bisa mengetahui suatu kejadian hanya dengan melihat barang peninggalan korban,siapa tau kita bisa dapat petunjuk.
"bukanya kakek tidak mau cucuku,,tapi ini terlalu berbahaya..
"tidak kek,selama kita tidak menangkap pelakunya,maka hal seperti ini akan terus terjadi,dan aku yakin pelakunya adalah orang yang sama dengan kejadian yang pernah terjadi puluhan tahun silam."
kakek Halim terdiam memikirkan perkataan Banu,ia tau memang benar apa yang di pikirkan cucunya,
dan Banu adalah pemuda yang pemberani ia tidak akan tinggal diam melihat Angkara murka terjadi.
apa yang harus ia lakukan,Banu bukanlah anak yang bisa di cegah,ia berkemauan keras dan pantang menyerah.
"kek,ayo kita sholat dhuhur,...
"eh,iya,,ya,kakek lupa,,kakek mandi dulu,setelah itu , wudhu barulah kita sholat,kamu tunggu saja biar kita sholatnya jamaah "
"iya kek...
__ADS_1
lamunan kakek Halim buyar seketika,saat mendengar ajakan cucunya,,
sejujurnya ia merasa khawatir,,,tapi apapun yang terjadi ia tidak akan tinggal diam jika ada yang berani mengusik cucunya ..