Kampung Lama

Kampung Lama
jangan mencoba


__ADS_3

malam ini,tak tampak bintang yang menghiasi langit.suasana tampak sepi di dusun kampung lama,ada yang berbeda dari biasanya..


perlahan tiupan angin berhembus dari arah barat. terdengar bunyi petir bergemuruh di langit.


pohon beringin di ujung jalan setapak terlihat seperti sedang melambai-lambai mengikuti hembusan angin yang semakin kencang.


lampu petromak yang tergantung di setiap ruangan tampak bergoyang-goyang.


keadaan tampak semakin mencekam, menambah kesunyian kampung baru.


Banu yang baru selesai melaksanakan sholat isya berjamaah dengan kakek halim di buat terkejut dengan bunyi benda yang terjatuh menimpa atap rumah.


bum.. suaranya terdengar jelas dari arah depan rumah lalu bunyi ranting pohon jambu yang ada di depan rumah kakek seperti turut terkena benda yang jatuh terguling dari atas atap .


krekk... krekk....krekk...


beberapa saat terdiam dan tidak terdengar suara lagi...


seketika itu juga,,terdengar lolongan anjing yang cukup memilukan,, bersahutan,,


dari arah berlawanan..


sekelebat bayangan berwarna hitam melesat ke arah rumah kakek Halim.


tanah tampak bergetar dinding yang terbuat dari anyaman bambu tampak seperti akan roboh.


suara di luar rumah kembali terdengar,,sepeti erangan binatang buas..grrhh,,grrr,,suara yang terdengar mengerikan,,semakin jelas terdengar


di balik dinding rumah berpindah seakan mengelilingi rumah kakeknya.


masih di atas sajadah,kedua tangan mereka memegang tasbih..


Banu saling berpandangan dengan kakeknya,lalu mereka berdua saling mengangguk kepala...tanpa suara.


masing masing berkosentrasi menyerahkan sepenuhnya kepada sang maha pencipta.


mulut keduanya tampak komat Kamit membaca zikir,,,,,mengharap pertolongan dari yang kuasa,,,melawan kekuatan mahluk gaib.


suasana semakin mencekam,dari arah belakang rumah.. tercium bau kambing..


beberapa barang milik kakek Halim yang di letakkan di gudang belakang berhamburan ,bunyi benda yang di buang ke berbagai tempat...


masih tetap berdzikir,, perlahan,,suara suara yang terdengar mulai menghilang...sedikit demi sedikit...


kakek Halim bersamaan dengan Banu membuka mata,, setelah beberapa saat kemudian keheningan malam tampak seperti biasa..


kakek Halim menghirup udara beberapa kali..ada guratan kegelisahan yang terpancar dari wajahnya,

__ADS_1


Banu menatap dengan penuh tanda tanya berputar-putar di kepalanya, peristiwa yang barusan terjadi sungguh di luar dugaannya.


kalau memang itu akibat ulah mahluk astral yang mengincarnya,ia rasa tidak mungkin, karena selama ini jika mereka ingin menyampaikan pesan atau menceritakan suatu kejadian,maka tidak dengan cara yang mencengangkan seperti tadi.


biasanya mereka akan datang beberapa kali atau menampakkan diri dalam mimpinya,


ini tidak seperti biasanya.


dan ia juga merasa sepertinya dia tidak mempunyai masalah pribadi dengan siapapun.


"kek,apa kakek tau,apa yang sebenarnya terjadi,


"entahlah kakek rasa, ada yang berusaha mencelakai kita.sepertinya mahluk yang di kirim tadi berasal dari seseorang yang tidak menyukai kehadiranmu.


ucapnya gusar.kali ini wajah kakek Halim tampak tegang.


"tapi kek,aku merasa tak pernah menyakiti siapapun di sini,aku rasa tidak mungkin ada yang berani mencelakai aku.


"apakah itu musuh kakek?


tanya Banu,menatap penuh semangat ke arah kakek Halim.


sejenak kakek Halim termenung,lalu kemudian turun dari dipan tempat mereka sholat tadi.


ia menuju ke arah tungku ,kemudian mulai menyalakan api,sambil menumpuk kayu menjadi tumpukan di tungku,kakek Halim menghela nafasnya gusar.


ada yang mengganjal di hatinya kali ini tampak sangat serius,ia merasa baru kali ini, mendapatkan serangan langsung,tapi ia pun masih bertanya-tanya mengapa ia dan cucunya di serang,,?dan siapa yang sudah berani menyerang nya.


jadi ia memutuskan biar besok saja,agar lebih leluasa, pikirnya.


setelah beberapa saat kemudian,kakek Halim mengajak Banu shalat tahajud, sebelum mereka melanjutkan tidur yang sudah terganggu tadi ,akibat ulah mahluk astral.


sementara itu,di suatu tempat,,


sebuah rumah , tepatnya di arah barat dekat jalan setapak,asap tampak mengepul dari dupa yang di bakar,bau kemenyan menyebar di seluruh ruangan,ada nampan yang di dalamnya terdapat kain putih yang di ikat dengan rambut menyerupai bentuk tubuh manusia dan itu ada dua,lalu ada dua batang rokok,dua telur ayam jarum ,paku dan semangkok cairan kental warna merah darah,...


lilin tampak berjejer di atas meja dan mengitari ruangan.


entah kepala hewan apa yang bertengger di atas nya mungkin rusa atau binatang lainnya.


ada seorang pria ,yang masih duduk bersila ,kepalanya di ikat dengan kain berwarna merah ia tampak mengenakan baju berwarna hitam dan celana panjang senada.


kedua tangannya tampak saling menyatu ke depan.


mulutnya tampak komat Kamit,ada darah mengalir dari sudut bibirnya..


beberapa kali ia tampak batuk batuk..

__ADS_1


mantra masih terus di ucapnya..


ruangan tampak redup di samping nya ada baskom kecil berisi campuran beberapa kembang,,di atasnya terdapat keris berwarna emas,,.


suasana yang tadinya hening , tiba-tiba angin yang entah datang dari mana,,cahaya lilin seperti akan padam,,


lalu angin pun berhenti seketika..terdengar suara tawa yang cukup besar...


huahahaha.....hahaha...


sesosok mahluk berbulu dan bertubuh besar tiba tiba hadir di situ,wajahnya tampak menyeramkan,,bola matanya tampak memerah,ada taring yang mencuat dari kedua sudut bibirnya,,,kuku yang panjang berwarna hitam,, seperti Siap mencabik apa saja di depannya,,ia tampak marah,,


laki laki itu tampak tenang,perlahan ia membuka matanya,kedua tangannya di turunkan ia memandang ke arah mahluk tadi..


"hai manusia kau memang tak tahu di untung,,,


sudah beberapa kali aku membantumu,tapi apa balasan mu, haaah,,


ucapnya marah, suaranya tampak menggelegar memenuhi ruangan itu.


dengan tenang laki laki itu menjawab...


"aku akan memberikan persembahan manusia kepada mu..asalkan kau mengikuti perintah ku.


aku tau orang yang kita serang tadi cukup kuat.tapi kau harus mencobanya lain kali,


aku juga tak menyangka Halim bertambah kuat mungkin karena kehadiran cucunya itu..


jadi untuk sementara waktu biar aku menyembuhkan luka dalam ku dulu,dan jika aku sudah mendapatkan tumbalnya ,aku pasti akan memanggilmu..


ucapnya sambil menatap ke arah mahluk itu.


"aku juga baru menemukan lawan yang begitu kuat, sepertinya mereka membaca kalimat kalimat yang maha pencipta,...jangankan menyentuh mereka ,menerobos rumah mereka saja aku tidak bisa,padahal sudah ku kerahkan semua kekuatan ku.


beberapa anak buah ku juga lenyap karena berusaha menerobos masuk,terlihat seperti ada perisai yang menyelimuti rumah itu...


aku juga butuh waktu untuk menyembuhkan luka dalam ku.


aku tidak bisa memaksakan diri karena kalau tidak,akulah yang akan lenyap .


ucapnya marah.


" maafkan aku ,aku berjanji sekali lagi,tumbal yang ku janjikan pasti akan ku siapkan ,cepat atau lambat.


"baiklah manusia,aku pegang janjimu..dan ingat jangan coba-coba mengingkari janjimu itu,karena aku paling tidak suka di tipu oleh kalian bangsa manusia .


hahaha ...hahaha....

__ADS_1


perlahan terlihat asap hitam mengepul bersamaan dengan hilangnya mahluk itu.


laki laki yang tampak kerutan di wajahnya itu terduduk lemas...


__ADS_2