Kampung Lama

Kampung Lama
teror


__ADS_3

sejak sore hari,hujan turun terus menerus seperti di curahkan dari langit,angin bertiup kencang beberapa pohon di samping rumah mulai tumbang,kakek Halim mengingatkan cucunya untuk tidak tidur sementara waktu mengingat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.


hampir dua jam lamanya hujan kembali reda,waktu menunjukan pukul sembilan malam,terdengar bunyi jangkrik dan beberapa hewan lainnya bersahut sahutan seperti irama musik di tengah malam.


sejak hujan berhenti ,beberapa orang tampak meringkuk di bawah selimut,mereka adalah aiman ,Banu dan kakek Halim serta ibu aiman.


sejak jam delapan tadi kakek Halim mengajak mereka untuk segera makan malam sebelum beristirahat nanti,mengingat cuaca di luar yang cukup dingin.


saat semuanya sudah tertidur,hanya Banu saja yang belum busa memejamkan mata,ia merasakan ada sesuatu yang buruk akan terjadi sejak sore hari tadi ia merasa tidak enak,seakan akan ia akan melihat sesuatu yang mengerikan.


berulang kali ia memejamkan matanya berusaha untuk tidur,tapi tetap tidak bisa ,akhirnya ia hanya bisa berbaring sambil memandang ke langit langit rumah.


pukul dua belas malam...


anehnya,udara yang tadinya sangat dingin berubah menjadi panas,kakek Halim segera bangun ia menuju ke dapur menjerang air panas,sambil duduk di balai balai bambu menunggu air mendidih,ia mengeluarkan tembakau dari saku celana,lalu mulai menggulung daun tembakau ,sambil berpikir mengenai peristiwa yang terjadi tadi siang.


saat tengah menikmati tembakau,ia melihat Banu juga sudah bangun,pemuda itu kini sudah duduk di dekat kakeknya.


melihat cucunya bangun,kakek Halim menegurnya.


"kenapa bangun nu?"


tanya kakek Halim,melirik sekilas lalu menghisap tembakaunya lagi dalam dalam menikmati harumnya tembakau.


"aku tidak bisa tidur kek,entahlah rasanya panas sekali,udara yang tadinya dingin kok,anehnya bisa panas padahal tadi kan hujan?"


tanya Banu melihat ke arah kakek Halim.


tanapa menoleh kakek Halim mulai mengerti apa yang cucunya pikirkan.


ia menghela napas nya pelan.


"entahlah rasanya sesuatu yang buruk akan terjadi,kita berdoa saja kepada Allah yang kuasa,semoga apa yang kita pikirkan tidak terjadi.."


beberapa saat kemudian kakek Halim menyeduh air panas dan membuat kopi untuk mereka berdua.


saat tengah menikmati kopi,terdengar lolongan anjing hutan yang sangat memilukan,menggema di seluruh kampung bersahut sahutan seperti tengah terjadi sesuatu yang mengerikan.


kakek Halim dan Banu segera meletakkan kembali gelas kopi yang mereka pegang.

__ADS_1


keduanya saling berpandangan dengan penuh kebingungan.


dalam keheningan malam,setelah lolongan anjing hutan berhenti ,kembali terdengar tawa cekikikan yang cukup keras ,membuat siapa saja merinding mendengarnya,perlahan semakin keras dan cepat seakan-akan mengelilingi rumah membuat keheningan malam semakin mencekam .


suara hewan malam seketika hilang sama sekali, seperti layaknya hewan hewan tersebut mengetahui ada sesuatu yang mengerikan di luar sana.


kakek Halim dan Banu segera berdiri dan menuju ke arah luar rumah,saat keduanya telah sampai di halaman depan,mereka dapat melihat dengan jelas sesosok kuntilanak tengah berputar putar mengelilingi rumah kakek Halim.


saat melihat keduanya,mahluk itu kemudian terbang ke atas pohon besar di samping rumah.


tampak oleh keduanya,sesosok perempuan dengan rambut panjang terurai dan ,wajah yang hancur ia tampak menyeringai,sebelah matanya terlihat bola mata yang hampir keluar,ada cairan berbau busuk yang merembes keluar darinya,


mereka dapat melihat itu dari cahaya bulan yang perlahan mulai keluar .


saat itu kakek Halim mengangkat kedua tangannya,ia membaca ayat ayat,mengusir kuntilanak tersebut,terlihat hantu itu seprri kepanasan ia berteriak teriak kesakitan,


untuk melawan kakek Halim,mahluk itu mengalihkan pandangannya ke arah pohon besar,dan terlihat dahan yang cukup besar patah dan terlempar ke arah kakek Halim yang sedang khusyuk membaca doa.


dengan cepat ia menyadari serangan tersebut, pria paruh baya itu, melompat ke samping dengan cepat,sambil berteriak memanggil Banu agar ia lekas menghindar.


"awas Banu lekas menghindar.....!!!


merasa tak berhasil melukai mereka,mahluk itu kemudian terbang agak rendah dari atas tanah ,ia tampak sangat marah ,perlahan ia mengeluarkan kukunya yang panjang dan hitam bermaksud menyerang mereka,sasarannya kini bukan lagi kakek halim tetapi Banu,cucunya yang berdiri agak jauh dari kakek Halim.


mahluk itu kini terbang kearahnya ,kukunya yang panjang di arahkan ke wajah pemuda itu,kini sepersekian detik saat semakin dekat,


Banu mengeluarkan suara ia berseru keras sambil menghindari serangan itu,sambil membaca takbir,


"Allahu Akbar,laa hawla wala kuwwata Illa billahi aliyyil adzim..."


seketika mahluk itu terlempar ke belakang,


hingga menimpa sebatang pohon yang tumbang .


"brakkk...bummm,,,krekkkk"


bunyi pohon tumbang hingga manimbulkan bunyi retak .


mahluk itu menyeringai,ia kembali terbang ke arah Banu,kali ini sasarannya adalah bagian perut,tentu saja Banu sudah memasang kuda kuda bersiap menangkis serangan itu,

__ADS_1


saat kuku kuku hitam panjang itu hampir menyentuh kulitnya,ia mengeluarkan tasbih dari saku bajunya,sambil membaca dzikir ,dengan cepat ia memukulkan tasbih ke arah mahluk itu,terlihat mahluk itu kesakitan dengan cepat ia menghindar,terlihat asap hitam keluar dari tubuhnya,tercium bau seperti sesuatu yang hangus terbakar,menusuk penciuman .


terdengar jeritan kesakitan,


"aaaaarhgghhhhh,,,,,"


kakek Halim mengambil segenggam garam lalu melemparkannya ke arah mahluk itu,sambil membaca doa,dan dengan di iringi takbir sebanyak tiga kali,mahluk itu kembali mengeluarkan suara memilukan hati.


Banu yang melihat itu segera mengeluarkan sorban pemberian kakeknya,ia mengibaskan berulang kali sampai mengeluarkan cahaya putih menyilaukan mata,menimbulkan hawa sejuk, berputar putar lalu dengan membaca bismilah,ia arahkan ke mahluk itu,hingga terpental jauh,di iringi suara menjerit kesakita.


"aaaaaa,,aaaaaaa....."


suara mahluk itu semakin jauh dan jauh...


kakek Halim kemudian mengajak banu segera masuk ke dalam,beliau merasakan sepertinya akan ada serangan dari mahluk yang lain.


saat mereka masuk ke dalam rumah terlihat aiman dan ibunya sudah bangun mereka terduduk ketakutan,menyaksikan peristiwa yang baru saja terjadi .


kemudian kakek Halim mengajak mereka melaksanakan sholat tahajud sebelum melanjutkan tidur.


saat mereka sedang sholat,suasana di luar sangat hening dan sepi, sepertinya hewan hewan itu mengetahui apa yang barusan terjadi.


ketika selesai sholat,mereka lanjutkan dengan berdzikir,dan di tutup dengan berdoa.


memohon pertolongan kepada yang maha kuasa,atas pertolongan yang di berikan,kakek Halim memimpin doa.


selesai berdoa mereka melanjutkan tidur yang terganggu akibat ulah mahluk halus.


sementara itu di suatu tempat,masih di kampung lama,dalam sebuah ruangan,yang remang remang hanya ada cahaya lilin yang mengelilingi pria itu ia tampak komat kamit membaca mantra,dari wajahnya ia seperti menahan kesakitan,dari sudut bibirnya terlihat ada cairan merah kental merembes ke luar,pria itu tampak batuk batuk, beberapa kali,lalu ia meludah dan betapa kagetnya ia ketika melihat apa yang di keluarkan dari mulutnya ,darah segar..


lalu suasana yang tadinya sepi dan hening kini terdengar suara tangis dari luar,pelan pelan dan kemudian semakin keras memekakkan telinga,membuat pria itu menahan sakit,ia berusaha membaca mantra sambil menutup kedua telinga dengan tangan


tapi tetap saja,ia terguncang akibat teriakan mahluk tadi,dari telinganya keluar darah segar.


hingga laki laki itupun pingsan terkapar dengan telinga dan mulut mengeluarkan darah segar.


perlahan ,suara suara di luar kemudian menghilang.


mahluk itu kemudian melesat pergi ke arah kuburan umum,lalu berputar putar sebentar kemudian menghilang di balik kegelapan malam.

__ADS_1


__ADS_2