
pagi-pagi sekali Banu sudah bangun.
setelah melaksanakan sholat subuh,ia bergegas ke dapur memasak air.
ia mengambil beberapa buah pisang dan ubi jalar lalu di rebus, untuk sarapan pagi bersama kakek Halim.
setelah itu ia mulai mencuci peralatan makan yang kotor,lalu membersihkan rumah.
di bukanya pintu depan ,dan jendela.
"hmmm,ia menghirup udara segar...
jika bukan karena libur semester yang tidak lama lagi berakhir,ingin rasanya ia berlama-lama di tempat ini.
selesai membersihkan rumah,di lanjutkan dengan mengangkat rebusan ubi dan pisang yang sudah matang.
hidung nya mencium aroma yang sangat enak dari kepulan asap di belanga.
Banu jadi ingat kata-kata kedua orang tuanya,
kalau benar makanan yang di ambil dari kebun sungguh nikmat,apalagi kalau di rebus.
tak sabar rasanya ingin segera mencicipi nya.
biasanya ,setiap Banu bangun mau sholat subuh,Selalu keduluan kakek Halim.
sudah beberapa hari ini kakeknya yang mengerjakan semua pekerjaan rumah.
"sebenarnya kakek bangunnya jam berapa sih.
gumam Banu dalam hatinya.
selesai menyiapkan sarapan pagi,sambil menunggu kakek Halim keluar dari kamar,Banu melihat-lihat koleksi album foto kakek di ruang tamu.
di ruang tamu , terdapat sepasang kursi yang terbuat dari anyaman rotan,di lengkapi dengan meja yang terbuat dari kayu jati,dengan sedikit ukiran di tepinya.
ada foto yang tergantung di dinding ,terlihat dua orang gadis cantik dengan memakai kebaya dan kain batik.
sebelah kirinya,ada foto lima orang pemuda dengan posisi duduk bersama di sebuah tempat duduk,mereka saling merangkul pundak.
Banu jadi penasaran dengan orang-orang yang ada di foto itu,,
"sudahlah,nanti kutanyakan pada kakek.
gumamnya.
dari arah dapur Banu mendengar suara,, sepertinya kakek sudah keluar dari bilik nya.
"kakek sudah bangun..tanya Banu.
"dari sebelum subuh , kakek sudah bangun,tapi sepertinya kakek tidak enak badan.
"kenapa tidak membangunkan Banu ,kek..?
"tidak apa-apa, mungkin karena kelelahan saja.
jangan khawatirkan kakek.
__ADS_1
ya sudah ayo kita sarapan pagi.
keburu dingin, ujar kakek .
selesai sarapan,Banu memutuskan pergi menemui sepupunya,iman.
rumah iman berada di sebelah jalan ke arah barat .
setelah bertemu dengan iman,keduanya memutuskan jalan-jalan, keliling kampung.
selama beberapa hari ini Banu belum pernah berkeliling kampung,jadi hari ini merupakan pertama kali ia keliling kampung.
dari arah barat, mereka berdua. berjalan melewati jalan setapak di dalam kampung baru,
semak belukar dan beberapa tanaman merambat di sekelilingnya, kurang lebih 15 meter di depan mereka,tepat di samping jalan ada sebuah rumah yang agak besar,namun kalau di lihat sepertinya sudah tidak terurus.
beberapa warga mulai memperhatikan mereka berdua.
mereka sempat berpapasan dengan beberapa warga yang hendak ke kebun ,ada juga yang hendak pergi menggembala ternak.
beberapa dari mereka tampak mengendarai sepeda motor.
sepanjang perjalanan menuju kearah timur kampung baru,mereka di suguhkan dengan pemandangan alam khas pedesaan.
bukit yang menghijau,, pepohonan yang rindang
serta kicau burung yang hinggap di dahan seperti irama musik yang sangat indah.
"ini seperti wisata alam, menyenangkan sekali ya...kata Banu dengan senyum di wajahnya.
"ia,coba kalau kamu tinggal di sini,,pasti lebih menyenangkan..iya kan, Banu..
maunya sih berlama-lama..tapi..aku harus kembali kuliah.
"oh gitu..ya udah gak apa-apa,entar kalau libur datang lagi ya...
Banu tersenyum sambil memandangi sepupunya yang lahir beda dua hari dengannya itu.
sedang asyik mereka bercerita,dari arah depan ,terdengar suara tertawa ...
setelah di lihat rupanya ada seorang nenek-nenek yang sedang asyik berjingkrak-jingkrak kegirangan.
iman menoleh kearah Banu lalu meletakan jari telunjuk nya di atas dahi..
"orang gila...jangan di dengar..
jalan saja...
"kalau lagi kambuh gitu,biasanya suka melempari batu..
kata iman menarik tangan Banu lalu berjalan tergesa-gesa melewati orang gila itu.
baru beberapa langkah terdengar teriakan dari arah belakang ,,,
"hei anak muda,aku tau siapa kamu...ayo kembali kesini ,,,ayo....
Banu menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang...
__ADS_1
"jangan cari tau apa-apa...kalau mau selamat.
"kalau mau mati silahkan saja...
"hehehehe...
ia menangis lalu terduduk di tanah sambil mengacak-acak rambutnya yang kotor,,
tiba-tiba..
"huhu...huhu....huhu...
ia mulai menangis sesenggukan...tangannya menunjuk ke arah Banu...
aku tau kamu...
aku tau ...siapa kamu...
iman lalu menarik tangan Banu,
"ayo,jangan di dengarkan..nenek itu gila..ayo kita pergi...ayo...
"jangan teruskan apa yang kamu ingin tau...bahaya ...bahaya...mengintai..
ada orang jahat di sini...
nenek tua itu terus berteriak-teriak histeris..seakan memperingatkan bahwa ada bahaya yang mungkin terjadi...
Banu semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi...
"hm..siapa nenek itu...mengapa ia seakan tau siapa aku...apa yang di ketahui nya.
mereka berjalan semakin jauh...
masih terdengar teriakan orang gila tadi...
...
beberapa warga mulai memperhatikan
mereka..
setelah berjalan cukup jauh, mereka berdua berhenti di depan sebuah pohon besar yang ada di tepi jalan setapak.
Banu memperhatikan sekelilingnya,
"jumlah rumah di kampung ini,tidak terlalu banyak,kurang lebih ada enam puluh rumah yang agak berjauhan...mereka juga sepertinya tidak terlalu akrab satu sama lain.
ada yang tampak aneh dari tingkah laku penduduknya...mereka seperti tidak menyukai kehadiran pendatang baru.
walaupun mereka tau, kakeknya berasal dari desa ini.
menjelang duhur, mereka memutuskan pulang ke rumah kakek.
sebelum pulang keduanya berjanji akan pergi berjalan-jalan esok hari .
sesampainya di rumah,Banu langsung mandi dan menunaikan shalat duhur , kemudian ia makan siang di temani kakeknya.
__ADS_1
setelah makan ia beristirahat, sambil memeriksa pesan-pesan masuk di HP-nya