Kampung Lama

Kampung Lama
mencari kesalahan


__ADS_3

ketika kakek kakek Halim dan kedua cucunya serta anaknya sudah turun ke kaki bukit ,mereka dapat melihat dari jauh asap tebal membumbung tinggi ,berasal dari perumahan warga,mereka dengan tergesa-gesa


mengangkut daun Rumbia ke dalam gerobak kayu yang di sembunyikan di dalam semak belukar dekat kaki bukit.


Ainan dan Banu yang bertugas mendorong gerobak menuju kampung lama, beberapa kali mereka berpapasan dengan warga kampung yang kebetulan sudah pulang dari kebun mereka.


ketika sampai di kampung,mereka dengan cepat meletakan gerobak kayu di halaman belakang rumah,dan bergegas menuju ke rumah yang terbakar,sesampainya di sana mereka melihat ternyata yang terbakar adalah gudang kepala desa,pria yang sudah memasuki usia senja itu terlihat mondar mandir di depan samping gudang yang terbakar,ia nampak sangat kesal berkali kali kedua tangannya di kepalkan.


matanya mencari kesana kemari seperti tengah mencari seseorang.


saat mereka sudah sampai ,ia langsung menatap tajam ke arah kakek Halim dan kedua cucunya,


"brengsek,,si Halim itu,dia pasti sedang menertawai aku saat ini,awas saja akan ku balas kau nanti,,,"


ucapnya pelan dengan raut wajah kesal.


sementara itu kakek Halim dan kedua cucunya tanpa menunggu lama mereka juga turut bersama para warga membantu memadamkan api,begitu juga dengan warga lainnya,mereka berbondong bondong saling membantu mengangkut air dari sungai kecil yang tidak jauh dari rumah pak sukarta.


hampir satu jam lamanya api baru bisa di padamkan,kini yang tersisa dari gudang pak sukarta hanyalah puing puing saja,dan dari harta benda yang terbakar di dalam gudang , yang dapat di selamatkan hanya sedikit.


selesai membantu pak sukarta ,perlahan para warga kembali pulang begitu juga dengan kakek Halim dan kedua cucunya.


kepala desa tampak mengangguk mengucapkan terima kasih kepada pra warga yang sudah membantunya memadamkan api .


ketika semuanya sudah pulang,ia memanggil anak buahnya,pria itu nampak mencurigai seseorang yang ia yakini sebagai dalang di balik terbakarnya gudang berasa miliknya.


ketika semua anak buahnya berkumpul ia kemudian seperti menginstruksikan sesuatu ,sambil berbisik bisik,setelah itu ia kemudian memerintahkan anak buahnya untuk pergi.


kakek Halim dan kedua cucunya kini sudah kembali kerumahnya, sesampainya di rumah kakek Halim mengajak kedua cucunya membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menunaikan ibadah shalat.


selesai sholat mereka segera menyantap hidangan yang di sediakan oleh ibunya Ainan yang tidak ikut pergi ke rumah kepala desa,rupanya beliau memasak umbi umbian yang di rebus.


ketika selesai menyantap hidangan,kakek Halim mengajak kedua cucunya ke ruang tengah, sepertinya ada hal penting yang hendak ia bicarakan.


"ayo kalian berdua ikut kakek ke ruang tengah,ada yang hendak kakek bicarakan dengan kalian,,,"


ucap kakek Halim dengan raut wajah yang menampakkan keseriusan, sepertinya ada sesuatu yang sudah terjadi.

__ADS_1


Banu dan Ainan mengikuti kakeknya kini mereka sudah berada di ruang tengah ,keduanya duduk di kursi rotan saling berhadapan dengan kakek Halim.


Banu yang dari tadi sudah memperhatikan raut wajah kakeknya ia dapat menyimpulkan kalau ada sesuatu yang serius telah terjadi.


tapi ia tidak ingin bertanya terlebih dahulu sebelum mendengar penjelasan kakeknya.


beberapa kali kakek Halim tampak batuk batuk,pria yang sudah puluhan tahun hidup di kampung lama itu merasakan ada sesuatu yang buruk akan terjadi.


"ada hal penting yang hendak kakek bicarakan,kakek harap kalian dengarkan baik baik,dan jangan lupa untuk tidak melanggar semua yang kakek ucapkan"


ucap kakek Halim pelan,memandang cucunya satu persatu,ketegangan tampak terasa di dalam ruangan kecil berukuran empat kali dua meter itu.


"kakek jangan khawatir kami akan mengikuti semua yang kakek bilang,begitu juga dengan Ainan,iyakan man?"


ucap Banu sambil menoleh ke arah sepupunya yang duduk di sampingnya.


Ainan pun mengiyakan ,


"baik kek,kami pasti mengikuti apa yang kakek bilang"


"dengarkan baik baik ucapan kakek,, sepertinya kakek merasa ada hal buruk yang akan terjadi,kakek dapat merasakan hal itu,kakek ini lahir dan hidup di kampung ini,jadi kakek tau apa yang terjadi di sini,kakek juga dapat merasakan tanda tanda dari suatu kejadian yang buruk .."


sampai di situ,ia menghentikan ucapannya,sambil menghisap tembakaunya dalam dalam,mengeluarkan asapnya dan membuangnya kembali,ia kemudian melanjutkan ucapannya.


"sudah beberapa hari ini kakek melihat tanda tanda yang tidak baik, seperti sesuatu yang mengerikan akan terjadi,,"


kakek Halim kembali menghisap tembakaunya dalam dalam ia menatap di kejauhan melalui jendela ruang tengah yang terletak di samping .


"maksud kakek,apa tanda tanda itu,aku kurang paham"


.ucap Banu,aiman pun menambahkan,


"iya kek,aku jadi penasaran dengan apa yang akan kakek sampaikan kepada kami"


ucap aiman menambahkan .


kakek Halim kemudian menatap ke arak keduanya,kali ini tidak main main.

__ADS_1


"cucuku, beberapa malam yang lalu kakek melihat dan mendengar suara burung hantu yang menangis berulang ulang kali,dan bukan itu saja bau anyir darah tercium jelas ,kakek juga melihat aura kegelapan menyelimuti tempat ini.."


ucap kakek Halim kembali,


"selama ini kakek belum pernah merasakan hal itu di kampung ini,dan setiap firasat yang kakek rasakan sebagian besar terjadi,jika dulu kakek hanya melihat kejahatan terjadi di depan mata,tapi tidak untuk sekarang,kakek akan menentang itu,di sisa usia kakek yang sekarang kakek ingin banyak banyak berbuat baik kepada orang lain,,"


ucapan kakek Halim membuat Banu merasa sedih,ia sangat menyayangi kakeknya.


"kakek jangan khawatir,kami berdua akan berusaha keras membantu kakek apapun yang terjadi"


ucap Banu di ikuti dengan aiman.


"aku juga kek,aku pasti akan membantu kakek."


sebenarnya sudah beberapa hari lalu Banu melihat sesuatu yang mengerikan di kampung lama saat ia dan aiman pergi ke rumah aiman mengambil barang barang milik mereka.


saat itu Banu melihat ada mahluk dengan tubuh penuh luka dan nanah serta berbau busuk berjalan mengelilingi kampung lama.


tapi ia tidak berani memberitahukan hal itu pada sepupunya itu.


saat mereka melintas di dekat rumah kepala desa,Banu dapat merasakan aura kegelapan menyelimuti tempat itu,saat Banu menatap ke arah rumah kepala desa ia melihat rumah itu di penuhi berbagai mahluk astral,sebagai orang yang terlahir dengan kemampuan istimewa yaitu dapat melihat mahluk gaib,walaupun Banu sudah terbiasa melihat mereka tapi tentu saja ia juga merasa merinding,melihat mereka sebanyak itu dalam satu tempat,dan saat Banu menatap ke arah mereka ,para mahluk halus itu tampak menatap marah ke arah pemuda itu,mereka menampakan wajah mengerikan kepada Banu


sontak saja ia mengajak aiman untuk lekas pergi dari tempat itu.


saat Banu tengah mengingat kejadian itu,ia di kejutkan dengan tepukan pelan di bahunya,oleh aiman.


"Banu,kamu mikirin apa",tuh kakek lagi bicara ,,"


ucap Banu tersenyum,ia menertawai sepupunya yang seperti orang kebingungan.


"cucuku,kalian berhati hatilah,untuk saat ini jangan dulu kemana mana,sampai kakek mengijinkan kalian,,mengerti?"


"mengerti kek,".


ucap keduanya serempak.


setelah itu mereka kemudian pergi beristirahat sebelum sore harinya mereka harus menganyam daun Rumbia menjadi atap.

__ADS_1


__ADS_2