
pada hari yang di tentukan,kakek Halim mengajak Banu jalan jalan,dan untuk berjaga jaga,Banu juga mengajak serta sepupunya aiman .
sebelum berangkat mereka berkumpul di rumah kakek Halim,ada beberapa hal yang ingin beliau sampaikan,untuk mencegah hal yang tidak di inginkan terjadi,beliau perlu memberikan beberapa nasehat untuk kedua orang cucunya.
mereka rencananya akan ke mushola siang ini,melihat barang barang milik Kosim,pemuda yang menghilang secara misterius.
melewati jalan setapak mereka menuju ke arah barat ,sengaja kakek Halim mengikuti jalan itu karena di rasa lebih aman dan mengurangi kecurigaan warga ,maklum
warga kampung baru selalu waspada dan sering mencurigai pendatang baru.
mereka sangat mudah di pengaruhi oleh orang lain terutama kepala desa,ia sering memprovokasi warga setempat untuk melakukan hal yang menguntungkan dirinya.
dan kali ini mereka harus berhati-hati,kakek Halim punya siasat,ia sudah menyusun rencana agar nantinya tidak mengundang kecurigaan warga .
setelah berjalan kurang lebih 30 menit,sampailah mereka di surau yang di maksud oleh kakek Halim.
surau yang letaknya di ujung jalan ini,nampak tidak terawat,pagar yang hampir sebagiannya sudah roboh,pintu surau tinggal sebelahnya,sedangkan jendelanya masih terlihat baik,walau sebagian kacanya sudah pecah,atap mushola yang terbuat dari anyaman daun Rumbia,tampak sudah banyak yang rusak.
kakek Halim yang pertama kali memasuki halaman mushola yang sebagian besar pagarnya sudah roboh.
sedangkan aiman dan Banu mengikuti dari belakang.
saat menginjakkan kaki di halaman surau Banu merasakan ada hal yang aneh,mereka seakan sedang di awasi dari jauh oleh seseorang,dan ini bukan manusia.
perlahan kakek Halim masuk ke dalam surau,
ia mengamati sekeliling,lalu memberi isyarat pada kedua cucunya untuk ikut masuk,mereka harus bergerak cepat keburu di temukan warga desa,walaupun sudah menyiapkan dalih tapi tetap saja lebih baik
bertindak cepat dari pada mengundang kecurigaan .
saat memasuki ruangan dalam mushola,Banu merasakan hal yang aneh,ia memperingatkan aiman agar tidak jauh darinya,begitupula kakek Halim.
setelah memeriksa ke dalam seluruh ruangan,mereka tidak menemukan apa apa
kemudian kakek Halim mengajak keduanya pergi ke ruangan belakang mushola,yang berupa kamar d yang di petak..
ruangan itu ternya di gembok,setelah membukanya dengan cara di tendang,pintu uang sudah mulai lapuk itupun terbuka.
kakek Halim masuk lebih dahulu lalu di ikuti keduanya,mereka menemukan ada pakaian dan buku buku yang tersusun di atas meja, beberapa pakaian yang nampak masih tergantung.
Banu jadi heran,,dengan semua itu,,pasalnya,tidak ada barang pemuda itu yang tertinggal,jadi bagaimana mungkin ia melarikan diri,dan lebih mustahil kalau ia masih hidup setidaknya ada warga yang melihatnya.
ia jadi penasaran dengan semua itu...
__ADS_1
sebenarnya apa yang terjadi,,,
terhadap pemuda itu,dan kalau memang ia di bunuh,lalu siapa orang yang sudah membunuhnya.
"kek,sepertinya pria ini di bunuh,aku yakin itu.."
ucap Banu,menyatakan apa yang dipikirkannya kepada kakek Halim,
pria yang sudah beruban itu mengangguk ,ia sangat percaya pada kemampuan Banu
kakek Halim tau kalau cucunya itu dapat merasakan apa yang terjadi terhadap Kosim.
ruangan yang sangat berdebu,membuat aiman dan Banu batuk serta bersin beberapa kali,begitupula kakek Halim.
mereka semua mulai memeriksa seluruh kamar ,Banu belum merasakan sesuatu yang aneh,lima menit kemudian,ia tak sengaja melihat ke lantai ada bekas sobekan kain dan ada noda yang menempel di lantai ,sesuatu berwarna agak kehitaman entah apa,
Banu kemudian menyentuh noda itu, matanya tak henti melihat,saat tangannya bersentuhan dengan noda itu,,bayangan masa lalu melintas seperti sebuah kejadian tiba tiba terlihat olehnya.
terdengar teriakan dari luar,,berulang kali dan suasana yang ia lihat sepertinya malam.
"keluar kamu Kosim..!!!
"ayo keluar,cepat...!!
beberapa orang turut menimpali,sementara itu di tangan mereka masing masing memegang sebuah obor,
tampak dari kejauhan terlihat kepala desa bersama dua orang anak buahnya.
ia tampak tersenyum menyeringai licik sambil menatap ke arah mushola.
beberapa saat kemudian pintu kamar surau
terbuka,keluarlah seorang pemuda tampan,
ia tampak tenang walaupun di maki maki dan di ancam .
bukan itu saja terdengar sumpah serapah
dari mulut mereka,akan tetapi ia nampak tenang.
setelah berbicara serentak,ia tampah terlihat berusaha menenangkan para warga.
namun,kepala desa yang melihat sepertinya
__ADS_1
warga dan beberapa anak buahnya mulai luluh,ia kemudian mulai memprovokasi warga
mereka yang masih ragu.
mereka kemudian melempari pemuda itu dengan batu,hingga kepalanya berdarah.
lalu beramai ramai ia di seret ke luar surau.
saat itu ia berusaha menjelaskan dengan suara kesakitan,tapi tak satupun dari warga desa menaruh iba,mereka seakan sudah termakan hasutan yang di lancarkan kepala desa dan antek-anteknya.
tubuh pemuda itu di bawa ke suatu tempat yang agak jauh,dari surau,terlihat rimbunnya pepohonan yang tumbuh di jalan yang mereka lalui.
kemudian setelah sampai di suatu tempat,mereka membuangnya,lalu beramai ramai memukulinya dengan kayu.
suara kesakitan terdengar dari mulutnya, beberapa saat kemudian mereka berhenti,karena tidak lagi melihat pemuda itu bernafas.
mereka saling memandang satu sama lain.
bahkan ada yang saling menyalahkan.
lalu salah seorang di antara mereka mendekatkan kedua jarinya di hidung pemuda itu,seketika ia terduduk dengan lemas dan wajah pucat pasi,matanya terbelalak,
"dia,,,,dia,,maa,,,tttiii..ayo kita pergi dari sini..!!!
yang lainnya saling berpandangan kemudian mereka secara tak sadar melepaskan kayu yang di pegang masing masing.
lalu serempak berlarian ke luar dari hutan,
sekarang yang tertinggal hanya Bardot dan kepala desa serta beberapa kaki tangannya yang lain.
kepala desa kemudian memerintahkan kepada anak buahnya untuk segera mengubur jenazah pemuda itu.
mereka menyeretnya masuk ke dalam semak belukar,ke arah kiri,lalu beberapa orang bergegas dengan cepat pergi ke kampung mengambil cangkul dan linggis.
mereka datang dan langsung menggali lubang yang cukup dalam.
beberapa saat kemudian tubuh yang sudah tidak bernyawa itu di dorong ke dalam lubang yang menganga,kemudian mereka bergegas dengan cepat menimbunnya dengan tanah,lalu di atasnya di taruh tumpukan kayu dan beberapa balok kayu yang cukup besar.
Banu yang mendapatkan penglihatan itu,keringat mengalir deras dari sekujur tubuhnya,ia tampak ter engah engah.sekujur tubuhnya terasa lemas,ia seperti kehabisan tenaga.
kakek Halim yang melihat itu,segera membantunya berdiri begitupula dengan aiman.
mereka kemudian bergegas keluar dari surau.
__ADS_1
kakek Halim yakin Banu sudah mendapat penglihatan yang cukup menegangkan.
bersama sama mereka kemudian bergegas kembali pulang ke rumah.