Kampung Lama

Kampung Lama
fitnah


__ADS_3

menjelang sore hari,suasana di kampung lama tampak sangat sepi,beberapa warga tampak berjalan beriringan menuju ke kampung lama, empat orang dari mereka tengah mengusung keranda mayat yang kosong,setelah selesai di pakai memakamkan jenazah pemuda tersebut.


saat memasuki perkampungan,tampak beberapa orang yang tengah berkerumun di jalan masuk kampung lama.


sepertinya ada yang di bicarakan,mereka terlihat tengah menantikan seseorang yang baru pulang dari pemakaman umum tadi siang.


selang beberapa waktu kemudian,munculah kakek Halim dan Banu bersama dengan aiman,mereka bertiga tampak berjalan beriringan menuju ke arah jalan setapak .


sontak orang orang yang berkerumun di tempat itu memandang mereka dengan tatapan curiga dan merendahkan.


kakek Halim seperti merasakan ada yang tidak beres,pria yang sudah puluhan tahun tinggal di kampung lama itu, merasakan hal yang aneh dari tingkah para penduduk desa yang dari tadi memperhatikan mereka.


sambil berjalan mereka menyapa para warga uang sedang duduk di situ,kakek Halim mengajak aiman dan Banu ke rumahnya,ia merasa ada yang harus di sampaikan kepada kedua cucunya, firasatnya mengatakan ads yang tidak beres.


sesampainya di rumah kakek Halim mereka semua duduk di balai bambu yang terletak di dapur.


sementara itu,ibu aiman yang turut mengikuti mereka ia menjerang air panas kemudian memasak makanan untuk di santap bersama.


untuk malam ini ,kakek Halim menyarankan.mereka agar tinggal dan menginap di rumahnya ,agar beliau tidak khawatir dengan keadaan mereka jika berjauhan mengingat perilaku para warga dan aktifitas para antek kepala dusun yang licik.


sambil makan mereka bercakap cakap mengenai peristiwa yang tengah terjadi di dusun kampung lama.


setelah selesai mereka melanjutkan dengan melaksanakan sholat Maghrib berjamaah di pimpin oleh kakek Halim.


saat tengah sholat,mereka di kejutkan dengan bunyi sesuatu di atas atap rumah,suara suara juga kian terdengar mendekat kepada mereka.


"bunuh mereka,adili mereka, dasar penipu,ulung dukun berkedok guru mengaji"


terdengar ucapan yang begitu jelas di telinga kakek Halim,semua itu di tujukan untuk dirinya seorang guru mengaji di kampung lama.


bunyi lemparan batu perlahan memecahkan kaca depan rumah, menimbulkan bunyi sesuatu yang pecah berserakan di lantai riang tamu.


suara suara itu kini terdengar kembali,


."bunuh mereka,kamu para penipu ulung yang berkedok orang baik..!


tiba tiba saja dari arah depan terdengar suara


ayo hancurkan dan bakar rumah ini,jangan banyak tanya..!!"

__ADS_1


.asap mulai terlihat di pintu belakang rumah diikuti oleh asap dari depan rumah,mereka segera berhamburan keluar rumah.


"ada apa ini"


"pak Halim rupanya selama ini pak Halim hanyalah seorang penipu ulung,dukun berkedok orang baik,


ucap kepala. desa dengan mengangguk pelan.


rumah kakek Halim mulai terbskar , hingga perlahan lahan lenyap di telan api yang berkobar-kobar.dari kejauhan tampak sukarta dan anak buahnya yang tengah tersenyum melihat hali tu,rupanya mereka semua yang merencakan sesuatu yang buruk pada kakek Halim dan cucunya.


mereka semua yang ada di dalam rumah sontak berhamburan keluar rumah,kakek halim ,memegang kedua cucunya di ikuti oleh anak perempuan satu satunya.


belum berakhir sampai di situ, rupanya bebrapa orang warga yang lain tengah mengatur siasat untuk menghukum kakek Halim dan kedua cucunya.


sukarta hanya mengamati dari jauh apa yang terjadi ia kini tersenyum puas menyaksikan hal itu,di pikirannya akan terjadi hal yang pernah terjadi dahulu kala ia menghabisi seorang pemuda puluhan tahun silam di dekat telaga putih.


ia selalu membenarkan setiap tindakan kejahatan yang dilakukan oleh nya dengan dalih mengganggu apa yang ia lakukan cara yang sering di lakukannya ,menghabisi orang yang di anggap merusak semua rencananya.


kobaran api perlahan mulai membesar,namun di luar dugaan mereka,kilatan petir tiba tiba menyambar,langit yang tadinya cerah kini di tutupi awan hitam .


bunyi petir yang bersahut-sahutan,terasa memekakkan telinga,menyambar di pepohonan dekat rumah kakek Halim,para warga yang masih berkumpul di situ serentak berhamburan lari menyelamatkan diri masing masing,mereka ketakutan melihat pemandangan mengerikan seperti itu.


sementara itu,kepala desa dan anak buahnya kini sudah menjauh dari area rumah kakek Halim,mereka juga sama seperti warga yang lainnya .


sukarta tak habis pikir,mengapa kejadian seperti ini bisa terjadi,anehnya,ia merasa seakan akan alam pun murka terhadap perbuatan yang tengah ia lakukan.


langit yang tadinya cerah mengapa dengan cepat berubah menjadi gelap,bukan itu saja ,hujan turun dengan derasnya seperti di curahkan dari langit .


kini ,sukarta dan anak buahnya sudah pulang ke rumah masing masing,


di rumah kakek Halim..


kobaran api yang mulai membesar,kini sudah padam ,karena hujan yang turun dengan tiba tiba,kakek Halim dan kedua cucunya serta anaknya,mereka mengucapkan syukur yang tak terhingga kepada yang maha kuasa atas segala pertolongan yang di berikan kepada mereka.


karena derasnya hujan,mereka terpaksa masuk ke dalam rumah, melalui pintu depan,karena hanya sebagian kecil yang di lahap api,itupun hanya gudang belakang tempat penyimpanan barang .


sementara bagian depan dan dapur hampir tak tersentuh sama sekali.


setelah sampai di dalam rumah,ketiganya masing masing segera berganti pakaian yang basah akibat terkena hujan.

__ADS_1


sambil beristirahat di ruang tengah,mereka berbincang bincang perihal perbuatan yang dilakukan oleh kepala desa dan anak buahnya.


kakek Halim kemudian mengajak kedua cucunya serta anaknya mereka melaksanakan Sholat isya yang tertunda akibat peristiwa yang terjadi.


di luar,hujan mulai mereda,suasana kembali hening , sunyi dan sepi, terdengar suara-suara binatang malam yang berirama seperti tengah menyanyikan suatu lagu.


Banu dan aiman serta ibunya dan kakek Halim,kini mereka sudah berada di tempat tidur masing masing.


mereka dengan cepat tertidur karena kelelahan akibat peristiwa yang baru saja terjadi.


saat semuanya tengah terlelap,di luar rumah kakek halim,angin bertiup dengan lembut menerpa dedaunan di sekitarnya, beberapa pohon tampak bergoyang goyang ke sana kemari.


tiba tiba saja ,,munculah sesosok pria tampan dengan memakai mahkota di kepalanya,ia mengenakan pakaian seperti dalam sebuah kerajaan,dengan mengenakan celana panjang berwarna keemasan ,dengan baju berwarna senada dan ikat pinggang dari sabuk emas di tengahnya ada hiasan kecil menyerupai kepala buaya.


sementara itu ,mahkota di atas kepalanya bersinar, mahkota kecil berhiaskan kepala buaya itu mengeluarkan sinar warna merah.


wajahnya tampak menyiratkan kemarahan yang luar biasa,ia tampak memandang ke arah rumah kakek Halim.


"keparat kau sukarta,berani beraninya kau ganggu keturunanku,kau mungkin mempunyai pelindung, sehingga berani mengganggu mereka,tapi aku bersumpah akan membalas semua perbuatanmu ,kali ini akan ku pastikan kau,tidak akan lolos!!"


selesai berkata demikian ,pria itu kemudian menepuk kedua tangannya,tiba tiba saja,di hadapannya munculah sesosok pria tampan,dengan pakaian yang menyerupai pakaian yang ia kenakan,tetapi tanpa mahkota.


"siap tuanku,ada apakah gerangan sehingga tuanku memanggil hamba,,,?


ucap pria itu,yang ternyata merupakan panglima dari kerajaan buaya.


ia menunduk sembari memberi hormat kepada raja siluman buaya.


"sekarang juga kau hancurkan harta benda milik sukarta,tapi ingat!,satu persatu,jangan secara keseluruhan sekaligus,aku ingin meneror dia,aku ingin dia merasa ketakutan,setelah hartanya kita habisi,barulah yang lainnnya..!!


"baik paduka,hamba siap melaksanakan tugas yang paduka berikan"


"sekarang. juga laksanakan lah aku sudah tak sabar melihat kehancuran bangsat itu!!


pria yang di sebut panglima itu,kemudian menghilang ,di ikuti oleh raja siluman buaya putih.


kakek Halim yang tengah tertidur,ia terjaga seketika,seperti ada yang tengah memanggil namanya,tetapi ia tidak tau siapa.


beberapa saat kemudian ia melanjutkan tidurnya kembali.

__ADS_1


__ADS_2