
seperti yang sudah di janjikan sebelumnya ,
kepala desa akan mengadakan upacara adat pagi ini bersama warga kampung baru,
beberapa orang tampak sibuk mengurus segala keperluan untuk upacara persembahan sesajen
yang akan di persembahkan kepada penunggu telaga putih .
pagi itu matahari bersinar terang,cahaya keemasan nampak di ufuk timur,cuaca cukup cerah .
telaga putih tampak tenang,kicau burung terdengar menggema bersahutan.
di tepi telaga putih sudah berkumpul beberapa tetua adat desa di sebuah rumah adat yang di bangun khusus untuk upacara adat desa.
bangunan yang di bangun seluas lima kali enam meter ,di buat berupa sebuah rumah panggung,dengan gaya khas rumah penduduk pada umumnya,terbuat dari anyaman bambu,
tiang penyangga terbuat dari kayu jati
sedangkan atapnya di buat dari anyaman daun Rumbia.
berbondong bondong,sebagian dari mereka membawa sesajen di atas nampan .
iringan warga mulai bergerak berkumpul di tepi telaga putih,sesajen yang di bawa di letakan berjejer .
setelah semua berkumpul,di mulailah upacara adat ,tampak di antara para tetua desa,kepala desa berada di antaranya,
setelah semua di rasa siap,di mulailah upacara adat,seorang tetua desa tampak membaca mantra mantra,, yang lainnya tampak khusyuk menyimak mantra yang tengah di bacakan.
setelah selesai ,dilanjutkan dengan tarian adat desa kampung lama,di bawakan oleh beberapa
pemudi,mereka tampak menggunakan baju adat penduduk setempat yang biasa di pakai di acara penting dan yang di anggap sakral.
dengan iringan suling dan gendang,mereka menari dengan lentur,mengikuti irama,yang menambah kesan mistis.
bau kemenyan menyebar menusuk penciuman
setelah tarian adat selesai di lanjutkan dengan upacara inti yaitu menaburkan kembang di tengah telaga putih,terdapat tujuh sampan yang masing masing dinaiki oleh satu tetua adat dan satu pendayungnya.
selesai menabur bunga,ayam hitam yang sudah di persiapkan kemudian di sembelih di atas sampan,darah mengucur dari leher ayam hitam yang di potong,kucuran darah itu sengaja di biarkan meleleh menyatu dengan air telaga,
setelah selesai di bacakanlah mantra mantra oleh salah satu tetua desa.
__ADS_1
suasana tampak mencekam saat semua itu berlangsung,tak ada yang bersuara,bahkan kicauan burung pun seakan hilang,menyatu dengan suasana mistis,tak ada yang berani bersuara.
setelah selesai melakukan ritual di tengah telaga,semua warga yang hadir pada saat itu
menaburkan semua sesajen yang mereka bawa,hingga habis tak tersisa.
tepat pukul dua belas siang,upacara adat persembahan sesajen untuk penunggu telaga putih sudah selesai di laksanakan.
beberapa warga tampak mulai bergerak keluar melewati jalan setapak menuju ke arah kampung baru.
angin semilir bertiup lembut,menerpa dedaunan,pohon kelapa tampak melambai,seakan mengucapkan selamat tinggal,kepada setiap orang yang pulang kembali ke kampung baru.
saat semua penduduk sudah pergi,tinggallah beberapa di orang yang masih duduk di tepi telaga putih,termasuk kepala desa.
sepertinya ada hal penting yang harus di bahas.
rupanya ia memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki ,cucu kakek Halim.
asap tembakau tampak mengepul dari mereka,
membawa aroma harum dan gurih khas tembakau pedesaan.
anak itu seperti menyimpan sesuatu yang akan membahayakan aku,ia sepertinya tau banyak mengenai rahasia masa lalu kampung lama.
anak itu cukup berbahaya bagi kita,
ingat,,!! peristiwa masa lalu saat kita melenyapkan pemuda itu,aku tak mau rahasia yang sudah kita simpan rapat-rapat akhirnya terbongkar karena seorang bocah,puluhan tahun lamanya,,
ucapnya sambil menghirup aroma tembakau yang di hisapnya dalam dalam.
"tapi bos,anda tau sendiri kan, kalau kek Halim bukan orang sembarangan,bagaimana sampai ia tau, habislah sudah,
"kau aturlah sedemikan rupa,dan carilah tambahan anak buahmu..
"baiklah ,akan aku laksanakan.
ucapnya sembari menghirup aroma tembakau dalam dalam.
sukarta sebenarnya sangat penasaran dengan cucu kakek halim,kelebihan apa yang di miliki,
olehnya sehingga sulit untuk di kalahkan.
__ADS_1
"ingat,lakukan seperti yang sudah kita lakukan,
dan jangan dulu kau lenyapkan sebelum aku perintahkan.
"apa kau mengerti..?
"mengerti..tuan..
dan kali ini jika kau gagal aku Takan mengampuni nyawamu...
ucapnya tersenyum sinis...
"baik tuan..
ucap pria yang di sebut namanya tersebut.
sedangkan dua temannya yang lain,hanya mengangguk-angguk.
telaga putih yang airnya teduh seketika terlihat bergejolak,,membentuk pusaran air di tengahnya,,,burung yang hinggap di dahan pepohonan terbang menjauh dengan riuh,
seakan akan mengetahui,penunggu telaga putih sedang murka,
bau melati tercium,,tak lama berganti dengan bau bangkai yang cukup menyengat,membuat mereka yang ada di situ ingin muntah.
kepala desa yang mencium gelagat aneh segera bergegas mengajak anak buahnya menjauh dari area telaga putih.
dengan langkah tergesa-gesa mereka keluar melalui jalan setapak menuju kampung baru.
beberapa waktu kemudian, pusaran air di tengah telaga tampak berkurang seiring dengan hilangnya bau bangkai,
munculah sesosok pemuda tampan dari dalam telaga,
dari raut wajahnya,ia tersenyum sinis,,,,
"berbuatlah sesukamu tanpa aku harus mencegah mu dengan tanganku sendiri,,
dasar,manusia licik,,, suatu hari nanti aku pasti akan membalaskan dendam ku padamu,,
haha,,hahah,,,, hahaha,,beraninya kau mengusik salah satu keturunanku,aku pasti akan berusaha mencegah setiap perbuatan mu jika itu menyangkut keturunanku...
bersamaan dengan itu ia kemudian menghilang masuk kedalam telaga putih.
__ADS_1