Kampung Lama

Kampung Lama
upacara adat


__ADS_3

setelah kakek Halim dan Banu sampai di rumah kepala desa,kakek Halim mencoba mengobati


anak kepala desa yang sakit karena gangguan mahluk halus,tubuhnya terasa dingin seperti layaknya mayat,ia tampak gemetaran,ia seperti tak sanggup berbicara.matanya tampak mencari kesana kemari seperti melihat sesuatu,ia tampak ketakutan..


"aampuun...a,aa,,a,ampun,,


terdengar agak pelan di telinga Banu,kakek Halim memandangi cucunya,,


"Banu,ayo coba kamu lihat putra kades ini apakah kau melihat atau merasakan sesuatu yang ganjil,,?


"kalau yang aku lihat sih kek, sepertinya dia cuma terlalu takut saja,,atau mungkin dia sudah melihat wujud iblis secara langsung ,hingga membuat jiwanya terguncang..


karena ,bagi orang biasa yang tidak bisa melihat mereka secara langsung,apabila mereka para iblis menampakkan wujudnya,bisa saja orang yang melihat akan terganggu jiwanya.karena saking mengerikannya wujud para iblis dan siluman itu,tapi kalau orang yang terlahir dengan indera ke enam maka ia mungkin sudah terbiasa dengan wujud mereka.


ucap Banu, dengan raut wajah yang tenang.


kakek Halim hanya manggut-manggut,membenarkan ucapan cucunya itu.


kemudian ia kembali berucap,


"kalau begitu,bantu kakek kamu baca beberapa ayat pendek dan ayat kursi,kakek akan membaca dzikir ,mari kita bantu mereka dengan menyerahkan semua persoalan ini kepada sang maha pencipta,


ucapnya mantap..


mereka berdua duduk masing masing di samping putra pak kades yang sakit.


sebelum memulai berdoa,kakek Halim meminta semua orang yang ada dalam ruangan tersebut untuk berdoa,memohon kesembuhan kepada sang maha pencipta,,


hening sejenak,kakek Halim mulai membaca doa pengusir jin,begitupun dengan Banu,ia membaca doa ,semua yang hadir di ruangan menundukkan kepala, tiba-tiba,,


lampu petromak yang tergantung di ruangan bergoyang-goyang,suara angin yang entah datang dari arah mana,menderu cukup kencang


membuat seisi ruangan,terkecuali kakek Halim dan Banu yang tampak tenang,,


aroma melati tercium,, beberapa orang hendak lari,tapi kakek Halim memberi kode dengan mengangkat kedua tangannya, menghentikan mereka,yang kemudian kembali duduk..


pintu depan terbuka seperti ada yang mendorong dengan keras dari arah luar,,


begitupun dengan jendela ruang tamu seperti sengaja di dorong seseorang dari luar,,,


dzikir masih terus di lantunkan,beberapa orang yang hadir di ruangan mengikuti bacaan dzikir yang di lantunkan oleh kakek Halim,,

__ADS_1


kepala desa dan istrinya tampak gelisah,keduanya tidak ikut berdzikr seperti yang lainnya,mereka tampak menoleh ke kiri dan ke kanan seperti sedang mencari sesuatu,


mereka tampak gelisah,,


bau melati berganti dengan bau kambing yang menusuk hidung,beberapa dari mereka seperti ingin muntah tapi mereka masih berusaha menahannya,Konon menurut cerita para tetua desa,jika kita mencium bau kambing sementara tidak ada kambing di sekitar kita,maka itu berarti Ada mahluk gaib yang cukup berbahaya berada tidak jauh dari kita.


sementara itu,putra kepala desa tampak gelisah tubuhnya menggeliat geliat kesana kemari,sepeti kepanasan,,


bibirnya tampak bergetar,,,ia terlihat seperti mengigil,, arghh,,,rrrr,,, arghh,,,,Hua,,haha,,,,


hembusan angin semakin kencang,beberapa lampu di ruangan hampir padam,


angin kembali menderu,,semakin bergetar tubuh putra kepala desa,, menggeliat kepanasan,ia meracau tak jelas,,


kakek Halim memegang puncak kepalanya,sambil komat mamit membaca doa, pengusir jin


sesaat kemudian,ia membuka matanya pemuda itu kemudian tertawa dengan keras..


"huahahaha,,,jangan coba-coba mencampuri urusanku,,jika kau inginkan selamat,hai manusia,kalian itu pandai bersilat lidah...


kalian munafik,pembohong,kalian mengaku lebih mulia dari kami,tapi nyatanya kalian lebih jahat dan pendusta,,,


ia berkata sambil memandang ke arah Banu dan kakek Halim secara bergantian,


dengan permata yang bersinar,berada dalam tubuh pemuda itu,,sesaat ia menjadi heran,bukankah tadi wujud itu tidak nampak!


mungkinkah,dia iblis yang barusan merasuki tubuh pemuda ini?


kakek Halim berhenti sejenak,lalu berkata..


"siapa kamu? mengapa harus mengganggu manusia? bukankah kami tidak ada urusannya dengan kamu,,apa salah kami,,,,


"apa yang kau katakan,,kau mau tau apa yang terjadi,tanyakan pada warga di sini ,apa yang sudah mereka lakukan,,


mereka sudah berbuat tidak senonoh di tepi telaga putih,,kalian bangsa manusia hanya memikirkan kepentingan kalian sendiri,


" kalau begitu kami minta maaf,atas nama warga desa,kami berjanji akan menghukum warga yang sudah bersalah kepada kalian.


"tidak bisa begitu saja,kami menginginkan tumbal nyawa pemuda ini,,


tiba-tiba kepala desa berkata..

__ADS_1


"apa tidak ada cara lain,selain menumbalkan putraku,,


ucapnya memelas,, ia dan istrinya tampak memohon kepada mahluk yang sedang bersarang di tubuh anaknya...


"sediakan sesajen yang di penuhi sebelas macam kembang,dan juga siapkan seekor ayam hitam untuk kami sebagai pengganti jiwa anak ini,


dan besok hanyut kan di telaga putih..


ucap pemuda itu,,dengan wajah menyeringai..


Banu yang melihat itu seperti sudah tidak tahan ia pun mulai angkat bicara,,


"tidak bisa,,kami tidak bisa memenuhi keinginanmu itu hai iblis,kami manusia tidak akan patuh kepada selain tuhan kami Allah yang kuasa,jika memang kami bersalah kami minta maaf,tapi mengenai permintaan mu itu sepertinya kami tidak bisa memenuhinya..


semua yang ada dalam ruangan merasa terkejut,baru kali ini ada pemuda yang sangat berani membantah permintaan penunggu telaga putih,,yang angker..


mereka selama ini selalu melaksanakan ritual upacara adat dengan membawa persembahan kepada penghuni telaga putih,konon ia berwujud buaya putih,, beberapa orang yang pernah melihatnya dalam wujud pangeran tampan.


pemuda itu terkejut,ia melihat pemuda itu,ada sesuatu yang di milikinya,ada kekuatan besar yang menjadi perisainya, yang sepertinya tidak dapat di kalahkan,anak ini istimewa,,,


pikirnya,,,


"baiklah manusia, tapi aku tidak meminta itu darimu merekalah yang akan menyediakan semuanya,,bukan begitu..


ia berkata dengan wajah yang menyeringai sambil menunjuk ke arah beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu,termasuk Banu dan kepala desa.


kepala desa mengangguk dengan cepat,,


"baik ,baik pangeran akan kami siapkan besok upacara adat di tepi telaga putih.


Banu ingin membantah tapi kakek Halim memberi isyarat dengan telunjuknya,seakan berkata jangan membantah kepala desa,karena ia tau orang seperti apa kepala desa itu.


ia tidak mau cucunya harus berurusan dengan manusia licik seperti dia,,,


selesai berbicara ,pemuda yang kerasukan itu pun pingsan ,,sesaat kemudian ia sudah sadar dan mulia membuka matanya,,


kepala desa yang melihat itu sangat senang begitu juga istrinya,mereka tampak memeluk putra mereka itu,


sementara Banu dan kakek Halim berpamitan kepada kepala desa untuk segera pulang ke rumah karena hari sudah larut.


sepanjang perjalanan pulang,Banu masih tenggelam dalam pikirannya ,ia merasa heran manusia lebih takut iblis daripada Tuhannya..

__ADS_1


benar saja ,,,aneh,,


"


__ADS_2