
saat fajar telah menyingsing di ufuk timur,tiga
orang anak manusia sudah berada di dalam hutan ,mereka adalah kakek Halim ,aiman,dan Banu .
selama di perjalanan tadi,mereka tidak ada yang bicara,perjalanan sengaja di percepat agar mereka tidak di ketahui oleh kepala desa dan antek anteknya yang jahat.
kini mereka sudah sampai di bawah sebuah pohon besar,Banu memberi informasi semua yang ia lihat dan rasakan saat ini kepada mereka.
"kek,aiman,menurut apa yang aku lihat ,makam itu berada tepat di bawah pohon ini,di atasnya ada tumpukan kayu yang cukup besar, walaupun sudah beberapa tahun lamanya,tapi aku dapat merasakan energi dari ruh pemuda itu,ia sepertinya sedang mengawasi kita..."
kakek Halim mengagukkan kepalanya pelan ia juga sebenarnya dapat merasakan adanya aura mistis di sekitarnya,walau ia belum terlalu yakin akan hal itu,tapi cucunya sudah melihat apa yang tidak bisa di lihatnya secara keseluruhan berkaitan dengan hal mistis.
"kakek juga merasakan hal yang sama sepertimu,berarti kita harus menyingkirkan batang pohon ini dulu,sebelum melakukan penggalian "
"benar kek,aku yakin di sinilah jenasah pemuda itu di semayamkan,ayo kita bergegas sebelum mereka menemukan kita"
aiman mengangguk sambil membantu Banu dan kakek Halim mereka kemudian berusaha sekuat tenaga untuk menyingkirkan tumpukan kayu tersebut.hampir memakan waktu satu jam lamanya mereka bekerja dengan keras meski lelah tapi kini semuanya sudah selesai di singkirkan.
__ADS_1
sebelum mereka menggali,kakek Halim menyarankan mereka untuk istirahat sejenak lima menit untuk menghilangkan penat sesaat sebelum menggali.
sambil beristirahat di bawah pohon mereka minum dan makan dengan cepat.
kakek Halim mengeluarkan cangkul dan perlengkapan lainnya,dari balik semak semak ,pria paruh baya itu rupanya sudah menyiapkan semuanya beberapa hari yang lalu ,ia sudah memperkirakan hal tersebut.
agar tidak di curigai orang lain diam diamia pergi ke hutan membawa perlengkapan tersebut lalu menyembunyikannya di semak semak.
kini mereka semua sudah siap menggali dengan masing masing memegang cangkul dan sekop.
hampir dua jam lamanya, terlihatlah kain berwarna putih bercampur lumpur dan tanah,
lalu,setelah di gali dengan hati hati,mereka terperanjat dengan apa yang mereka lihat,di depan mata mereka, sesosok tubuh manusia yang di bungkus dengan kain putih,di ikat dengan tali ,dengan di bantu aiman dan Banu,mereka menariknya perlahan hingga ke permukaan tanah,galian yang cukup dalam.
mereka kemudian menutupi kembali tanah galian tersebut lalu menumpuknya dengan kayu yang tadi mereka singkirkan.
setelah semuanya selesai,mayat pemuda itu di angkat menuju ke perkampungan untuk di semayamkan dengan layak.
__ADS_1
saat mereka berjalan keluar dari hutan ,Banu dapat melihat seorang pemuda tampan yang berdiri tidak jauh dari mereka,ia merasakan hawa mistis itu artinya pemuda tersebut bukan manusia,pemuda itu tersenyum ke arah mereka,ia sepertinya mengucapkan terimakasih kepada mereka yang telah membantu menemukan jasadnya.
Banu dan aiman serta kakek Halim kini sudah memasuki perkampungan,terlihat tatapan mata keheranan dari warga yang melihat mereka menggotong sesuatu seperti mayat,berbondong bondong mereka mengikuti ketiganya hingga sampai ke rumah kakek Halim.
setelah kabar di temukannya jenazah oleh kakek Halim dan kedua cucunya menyebar,sukarta dengan cepat memanggil anak buahnya ,ia tersenyum senang,kini tanpa harus bersusah payah ia akan menjebak kakek Halim dan kedua cucunya ,dengan tuduhan pesugihan memakai tumbal manusia.
sementara itu,setelah mendengar keterangan dari kakek Halim,para warga desa berbondong bondong membantu mereka mengurus jenazah pemuda tersebut dengan layak,sebagian dari mereka membantu dengan menggali kubur di pemakaman umum yang terletak di bagian belakang kampung lama.
kakek Halim memanggil cucunya,ia memberitahukan kepada mereka agar jangan sampai membongkar rahasia yang mereka ketahui,karena mereka akan berhadapan dengan kepala desa suatu saat nanti cepat atau lambat.
kini hari sudah menjelang sore,semua persiapan telah selesai,setelah di sholatkan mereka kemudian membawa jenazah itu dengan menggotong nya di atas keranda mayat,kakek Halim memimpin upacara pemakaman tersebut.
rombongan warga kini sudah keluar dari rumah kakek Halim setelah terlebih dahulu jenazah di sholatkan,mereka kini sudah memasuki. area pemakaman umum,bebrapa warga yang turut membantu kini sudah berkumpul di situ.
setelah selesai di semayamkan,mereka semua berdoa kepada yang maha kuasa semoga arwah pemuda itu bisa tenang di alam sana.
kasak kusuk kini sudah menyebar di kampung lama,mereka bertanya tanya,siapa kiranya yang sudah berbuat jahat kepada pemuda tersebut.
__ADS_1