
Awal cerita
"Sebuah fenomena letusan gunung berapi terjadi di sebuah daerah, sebut saja daerah tersebut bernama SANSILLON, yang di mana di perkirakan gunung berapi ini sudah tidak aktif lagi di karenakan telah meledak untuk ke sekian kali nya, ledakkan kali ini pun agak berbeda pada
sebelum-sebelum nya, karna tidak mengeluarkan lava pada kebanyakan letusan gunung berapi umum nya.
Ledakan kali ini pun hanya mengeluarkan abu vulkanik yang mengandung virus "PANDORAVIRUS YEDOMA" Yah sebut saja virus zombie, yang barang siapa menghirup paparan abu vulkanik tersebut akan seketika tewas dan mayat nya pun di kendalikan oleh virus tersebut, dan menjadi mayat hidup ( ZOMBIE ) ".
Entah mengapa walaupun telah meledak untuk yang kesekian kali nya warga sekitar masih tetap tinggal dan bertahan, alasan warga sekitar masih bertahan pada area pegunungan tersebut walaupun telah meledak tuk yang kesekian kali nya namun warga setempat lebih memilah tetap tinggal, yah di karenakan pada era itu memang susah untuk mencari suatu lowongan pekerjaan, bagai mana tidak selain susah nya mencari lowongan pekerjaan di tempat itu namun juga tempat tersebut memang lah sangat jauh dari perkotaan dan bisa di bilang daerah tersebut adalah suatu daerah terpencil yang sangat sulit untuk di jangkau, sangking terpencil nya pihak pemerintah pun tidak mengetahui ada nya desa tersebut, selain mempunyai rute perjalanan yang sangat amat jauh dari perkotaan desa tersebut memang lah sangat-sangat terpencil dan wilayah tersebut memang lah berada di tengah hutan yang sangat-sangat rimbun akan hutan nya.
Di daerah gunung berapi tersebut terdapat suatu desa yah sebut saja kampung sansillon,
Profesi warga kampung sensillon ia lah petani.
Dengan cara berkebun ini lah para warga menghidupi keluarga nya.
Hari itu seperti biasa nya setiap pagi warga sekitar pergi berkebun di dekat pegunungan.
Dan anak-anak bermain riah gembira, galak tawa anak-anak tersebut nyaring terdengar,
MERI gadis kecil berusia 8 tahun Bangun pagi di karenakan ibu nya yang membanguni dengan cara membentak-bentak.
"Meri bangun, ayoo bangun nak!.."
"Meri bersihkan kamar mu!, Sudah seperti kandang lembu itu kamar. Sudah ibu bilang jangan bermain sebelum tidur malam, lihatlah berantakan semua nya kau buat!"
Bentak ibu meri bernama Santieko, yang sambil berjalan menuju kamar anak nya Meri.
Meri pun duduk dan sambil menutupi bagian panggul nya yang ternyata celana meri basah karna ompol nya tadi malam.
"Cepat pergi ke dapur dan mandi lah, cepat!. .." bentak ibu nya meri.
Meri pun lalu beranjak pergi mengarah dapur yang tidak jauh dari letak kamar, tampa mengeluarkan perkataan sedikit pun karna meri adalah salah satu anak yang penurut dan sangat tidak berani terhadap orang tua nya.
Ibu meri pun mulai membereskan kamar tempat tidur meri dan sekali guss tempat tidur ia dan suami nya.
Alangkah terkejut nya Santieko melihat kasur yang basah karna air ompol putri tunggal nya itu dan berkata,
"Meri cepat mandi nye dan cuci selimut mu ini" tegas santieko terhadap putri nya.
Seusai mandi meri pun mengenakan pakaian usam yang telah di sediakan ibu nya
Dan langsung mengambil kain selimut nya.
Ibu meri pun sempat-sempatnya menjewer telinga putri nya tersebut dan berkata
"Cobak kalo di beri tahu itu cukup sekali saja, awas kau kalo malam nanti masih sempat-sempatnya bermain sebelum tidur"
tegas Santieko ibu meri.
Lalu ibu meri pun beranjak pergi mengarah dapur.
Meri pun langsung membawa selimut nye menuju dapur sambil membuntuti langkah ibu nya.
Lalu meri pun bergegas menuju kolam yang letak nya tak jauh dari belakang rumah nya tersebut. Di belakang rumah meri tersebut terdapat dua kolam yang di mana kolam satu nya tertutup rapat dan kering di karenakan sumur tersebut tidak dalam dan sangat dangkal.
Meri pun Mulai mencuci dan mengucek kain selimut nya itu.
Hari pun sudah menunjukan jam 9.
Setiba nya, datang lah ayah meri yang bernama KARSO yang telah pulang dari kebun yang letak nya tak jauh dari dataran pegunungan,
Terlihat dari jauh karso pun sambil memikul pisang dan sambil membawa cangkul.
Meri pun tersenyum melihat ayah nya yang terlihat tidak jauh.
Ayah meri pun menghampiri meri si putri kecil yang paling di sayang nya dan sambil menjulurkan tangan.
Meri pun langsung menyalami ayah nya tersebut.
"Kenapa kau mencuci selimut naak"
Tanya karso ke anak nya. ..
Meri pun tersenyum dan berkata
"Gak papa ayah Meri hanya membantu ibu"
Langsung saja santieko ibu meri menyahut dan berkata
"Sudah besar kok masih mengompol di kasur!"
"Itu lah hukuman nya, lain kali kalo di bilangin orang tua itu nurut" tegas ibu meri.
Ayah meri pun langsung menghampiri istri nya yang tengah memasak tersebut dan menyalami nya lalu berkata.
"Sudah sabar lah buu, Meri itu masih kecil jadi maklum saja kalo ia dengan gagah-gagah nya bermain sampai tak kenal waktu"
"Iya paa tapi ini sudah yang kesekian kali nya Meri mengompol di kamar" jawab ibu meri.
"Sudah lah nanti lama kelamaan dengan berjalan nya waktu, meri akan mengerti sendiri" tegas ayah meri.
Lalu ibu meri pun memberi kan gelas bambu yang berisikan air teh.
"Minum dulu pa" suruh ibu meri
Lalu ayah meri pun berkata
"Tadi sewaktu aku menggali di daerah perkebunan kita aku mendengar suatu hembusan seperti air mendidih yang ku kira berasal dari dalam gunung"
"Aah munkin itu hanya angin lewat paa yang papa kira itu berasal dari dalam gunung berapi," jawab ibu meri.
"Tapi pirasat ku mengatakan kalo gunung berapi tersebut akan meletus" tegas ayah meri
__ADS_1
Yang sambil menatap Meri yang sedang menjemur selimut nya.
"Aah papa jangan berpikir yang aneh-aneh ah" jawab ibu meri yang berkesan tidak percaya dan berkata
"itu hanya pirasat saja paa, gunung itu gak bakal meledak lagi kok, yah karena dulu beberapa puluh tahun lalu sudah meledak"
Ujar nya
"Mmm baik lah kalo begitu," jawab ayah meri yang mengalah lalu berkata. ..
"Kau masak apa hari ni buu?"
"Ini ada ubi rebus" memberikan ke pada ayah nya meri, lalu menjawab
"Aku memasak sayur ubi dan sambel singkok"
"Wah seperti nya enak tuh" jawab ayah meri ke pada sang istri nya dengan senyuman.
Lalu meri pun menghampiri kedua orang tua nya tersebut yang sedang berbincang-bincang
"Naak kemari lah," panggil karso ke anak nya,
"Apa kau sudah makan?"
"Belum paa"
jawab meri ke pada ayah nya yang sedang memeluk tubuh mungil anak nya meri dan sambil mengelus-ngelus kepala anak nya tersebut.
"Nanti sebelum bermain makan lah dulu" tegas ayah nya meri.
Seusai memasak ibu meri pun menyiapkan makanan dan berkata
"Masakan sudah selesai ayo makan"
Meri pun langsung beranjak pergi dari pangkuan ayah nya menuju letak makanan.
"Ayah ayo makan" kata meri,
"Emm makan lah, ayah ingin mandi dulu" jawab karso ayah meri.
Sangking tidak sabar nya meri gadis kecil mungil itu pun langsung melahap makanan nya tampa menunggu kedua orang tua nya.
Setiba nya
"anak nakal!!.."
"Kenapa kau malah makan duluan"
ujar sang ibu Santieko pun menjewer telinga anak nya yang sedang terduduk diam tersebut.
Meri pun menangis.
Mmmmh sstt mmmmhh..
Datang lah ayah meri dan berkata
"Ada apa ini, kau apakan anak mu itu santi" tegas ayah meri yang menahan marah.
"Anak mu ini makan deluan tampa menunggu kita" jawab santi ibu meri.
"Aduuuh buu-bu kamu ini gimana haa?!! Kamu gak kasihan ya ke pada anak tunggal mu ini" jawab ayah meri yang mengenakan sarung, lalu menjongkok mengelus kepala meri
"Sudah lah nak makan lah lagi sampai kau kenyang"
Ayah meri pun berkata ke pada istri nya
"Kamu ini gimana haa?!! Ibuu gak kasihan ya, anak kita ini masih kecil tidak pantas kau bentak-bentak seperti itu apa lagi sampai kau jewer telinga nya"
Ibu meri hanya terpaku dan menunduk
"Aah sudah lah, ayo kita makan aku sudah lapar" ajak ayah meri.
Ibu meri pun langsung mengaut kan nasi ke piring suami nya.
"Kalo menghadap rezeki itu kita harus bersyukur dan berusahalah untuk menjauhi segala masalah" ujar Ayah meri.
Seusai makan meri pun membantu sang ibu membereskan bagian dapur,
Meri membantu memungut piring yang telah kotor dan segera di bawa nya ke bagian belakang rumah.
Ibu meri pun mulai mengambil air dari kolam,
Seusai nya.
Meri meminta izin ke ibu nya untuk pergi bermain
"Buu aku mau pergi main dulu yah"
"Mau main ke mana kau, ini hari sudah panas kalo ingin bermain jangan di tempat yang terbuka dan jangan main di sungai" ujar ibu meri
"Iya buu aku mau main sama temen-temen ku di bawah pohon jati itu buu" jawab Meri dengan perkataan polos
"Baik lah, tapi nanti jm 12 kau harus pulang kalo tidak akan ibu cari kau" tegas sang ibu
"Baik buu" meri pun beranjak lari menuju ruang depan rumah nya dan terlihat ayah nya sedang duduk santai sambil merokok dan di temani oleh kawan kerja nya yang lewat lalu singgah untuk bercerita-cerita.
"Mau ke mana nak?" Tanya karso terhadap anak nya meri
"Mau main paa, itu di bawah pohon jati sama kawan-kawan" jawab meri yang sangat polos dan imut.
"Baik lah hati-hati"
EDI kawan bicara ayah nya meri berkata,
__ADS_1
"Tadi pagi menjelang siang aku tak sengaja mendengar suara hembusan angin yang ku rasa suara itu berasal dari dalam gunung"
"Yah aku pun sama, tapi setelah aku ceritakan ke istriku. Istriku tidak percaya sama sekali bahkan ia berkata. Palingan itu hanya suara angin dan hanya perasaan saja" ujar karso ke edi.
"Yah munkin saja itu hanya angin Hahah" lagak ketawa edi ke karso.
Seusai menguping pembicaraan ayah dan teman nya itu Meri beranjak pergi menuju pohon jati yang letang nya tak jauh dari area pegunungan.
Sesampai nya di pohon jati terlihat ada beberapa anak-anak seusia meri yang tengah asik bermain masak-masak dan tertawa.
Meri pun langsung menghampiri teman-teman nya tersebut.
"Hai main apa kalian" tegur meri ke teman-teman nya.
"Main masak-masak, kamu mau ikut" tawar julpa.
"Iya aku mau ikut"
"Naah kamu sebagai pembeli nya yaa" kata julpa terhadap meri.
"Oke" sahut meri dengan riah gembira.
Mereka pun bermain hingga matahari pun telah tegak lurus di kepala, menandakan hari sudah jam 12.
"Emm aku pulang dulu yaa.." Meri berkata terhadap teman-teman nya.
"Ada apa?? Kenapa pulang cepat sekali"
tanya Julpa terhadap meri
"Ibu ku berpesan harus pulang kalo sudah tengah hari"
"Kalo tidak nanti ibu ku mencari, aku tidak mau nanti nya ibu ku marah" jawab meri dengan tegas
"Emmm baik lah" jawab julpa sambil mengangguk
"Aku pulang dulu yaa, nanti sore aku ke sini lagi kok"
"Kalian main aja dulu" jawab meri terhadap teman-teman nya, lalu meri pun pergi meninggalkan teman-teman nya tersebut.
Setibanya di rumah,
Meri pun menghampiri ibu nya yang sedang mencuci pakaian di belakang rumah.
"Ooh sudah pulang"
"Pergi lah tidur, dengan ayah mu sana dan jangan bermain-main" beri tahu Santieko terhadap putri nya
"Baik buu"
Meri pun pergi ke kamar, menghampiri ayah nya yang sedang berbaring di kasur yang tampak kusam dan tipis.
"Main apa tadi?" Tanya karso terhadap putri nya
"Main masak-masak ama julpa yah" jawab meri
"Oo main di mana tadi nak?" Tanya karso
"Itu di bawah pohon jati dekat jembatan yah"
"Emm baik lah kalo begitu, kau boleh bermain di situ asal jangan main di sungai dan di hutan" tegas karso terhadap anak nya itu.
"Emm tidur lah nak sambil" sambil merangkul tubuh anak nya yang mungil
Ayah dan anak itu pun tertidur.
Singkat waktu hari pun sudah menunjukan 3 seperempat, meri pun terbagun dan melihat ayah nya yang sudah tidak ada lagi di kasur, meri punĀ pergi ke dapur untuk mencuci muka lalu berkata
"Ibuu, ayah ke mana?" Tanya meri ke ibu nya
"Ayah mu pergi ke kebun" jawab ibu nya yang sedang mengumpulkan kayu bakar.
"Pergi lah makan naak" suruh santieko terhadap anak nya
Meri pun makan dengan lahap, sesudah makan meri pun langsung pergi bermain, ia pun lupa karna tidak memberi tahu ibu nya.
Sesampai nya di pohon jati tempat favorit anak-anak bermain, terlihat beberapa sekumpulan anak-anak laki-laki dan perempuan yang sedang bermain riah gembira.
Ada yang bermain kelerang ada juga yang bermain masak-masak.
Meri pun menghampiri teman sebaya nya yang sedang asyik bermain masak-masak.
Sore pun tiba anak-anak pulang ke rumah masing-masing begitu pula si Meri.
Setiba nya di rumah
"Ke mana tadi kamu" tanya ibu
"Main buu" jawab meri dengan menundukkan kepala nya.
Lalu ibu nya pun menyuruh nya mandi
Malam pun tiba ayah dan ibu meri sedang berbincang-bincang. Meri hanya berbaring sambil memainkan boneka nya.
"Buu pirasat ku malam ini agak lain, semenjak aku mendengar hembusan dan getaran di bukit dekat gunung" beri tahu karso terhadap istrinya Santieko
"Ayah kenapa? Apakah terlalu lelah?" Jawab Santieko terhadap karso suaminya, dengan kesan mengalihkan pembicaraan.
"Hmm kamu gak nyambung" jawab karso
"Hihihi!!" Tawa Santieko terhadap ayah nya meri
Malam pun semakin larut meri pun tak sadarkan diri karna sudah tertidur lelap.
__ADS_1
Dan keluarga kecil itu pun tertidur lelap dengan di terangi lampu obor.