KAMPUNG ZOMBIE

KAMPUNG ZOMBIE
BAB 7. "Terjebak di lembah kematian"


__ADS_3

"lalu kenapa adek sampai sekarang masih bisa bertahan?" Tanya yanto ke meri


"Waktu itu, terjadi suatu guncangan yang aman hebat di karnekan letusan gunung berapi ini, lalu tak lama gunung berapi ini mengeluarkan asap, yang munkin karna asap itu lah para warga menjadi seperti ini"


"Aku tak tahu apa penyebap pasti nya, aku bisa selamat dan bertahan sampai sekarang karna berkat orang tua ku, pada saat kejadian.


ibu ku mengenakan selendang untuk menutupi area pernapasan ku, agar aku tidak menghirup udara yang telah tercampur dengan Wabah penyakit ini"


"Seusai itu, setelah semua warga berubah sifat orang tua ku pun membawa diri ku pulang, dan ayah ku menyuruh diri ku agar bersembunyi di dalam sumur kering di bagian belakang rumah, pada saat itu ayah dan ibu ku pun telah berubah menjadi monster seperti sekarang.


Lambat laun aku pun menyadari itu semua, bahwa kedua orang tua ku telah tiada, hanya saja tubuh nya telah di kendalikan oleh penyakit ini"


Meri yang tadi nya tampak tenang dengan ekspresi wajah yang polos dan lugu, kini menangis terisak-isak sesambil menceritakan semua kejadian itu.


Lalu Edi dan Yanto pun berusaha tuk menenangkan si gadis malang itu


"Mmm maaf kan kami yang telah bertanya lebih ke adek" yanto berbicara berusaha tuk menyabarkan dengan ekspresi sedih.


Karna Edi dan Yanto Faham betul dengan perasaan gadis kecil ini, ia mempunyai masa lalu yang kelam dan menyakitkan.


Sesambil menghapus air mata nya, meri pun mengajak Edi dan Yanto untuk ikut dengan nya


"Seperti nya semua keadaan mulai membaik" beri tahu meri


"Iyah benar" sahut yanto


"Tunggu dulu!!" Edi yang menjenguk keluar air terjun memastikan keadaan memang benar-benar membaik.


"Yaah tampak nya semua aman dan tenang!" Beri tahu Edi


"Jadi apa yang harus kita lakukan??" Tanya yanto ke meri dengan bingung.


Sembil merangkul tubuh nya meri pun berkata


"Ikut aku, yang pertama kali harus kita cari ia persediaan bahan makanan!"


"Kita harus pergi ke kebun atau ke hutan untuk mencari bahan makanan"


"Bagai mana cara nya?? Sedangkan di luar itu sangat berbahaya!!" Sahut Edi


"Ada cara nya!"


Meri pun mengajak edi dan yanto agak pergi menyeberang.


Mereka pun menyeberangi sungai.


Sesampai nya di seberang sungai meri berkata


"Ingat jangan menimbulkan suara apa pun itu!!'


Lalu meri pun melumuri tubuh nya dengan lumpur sungai. Dan tersadar lah ternyata masker yang selama ini di kenakan meri telah hilang


"Di mana masker ku?!!" Beri tahu meri dengan kaget nya


"Haa Masker?!" Sahut edi dan yanto dengan serentak


"Owwh iya, sebelum nya memang terlihat adek mengenakan masker"


"Tetapi seusai kita tadi terjun ke dasar sungai aku tak melihat masker itu lagi"


Beri tahu Yanto.


Meri pun hanya bisa menunduk ia sangat-sangat merasa terpukul dan sedih, karna masker itu adalah barang terakhir kali yang di tinggalkan orang tua nya dan ia sangat menjaga barang itu dan selalu mengenakan nya, meri pun tersadar ternya wabah penyakit ini telah hilang.


"Oh baik lah kalo begitu" sahut meri dengan ekspresi sedih dan kecewa


"Ada apa sahut yanto?"


"Tidak apa-apa" meri menjawab.


tiba-tiba!


"Ssstt!!!"


lalu terlihat seekor ular Yang dari tadi tengah mengawasi meri. Ular itu tak berada jauh dari meri


"Tenang-tenang!!" Edi menyuruh meri untuk tetap tenang dan jangan bergerak.

__ADS_1


Pada saat itu rasa takut meri tidak tertahan kan ia pun hanya dapat meneteskan air mata nya.


Edi pun memberikan kode ke yanto agar ia bisa mengalihkan sang ular.


Agar edi dengan mudah menangkap ular tersebut.


Belum juga apa-apa suasana sangat mencekam yang di mana ular tersebut adalah salah satu ular berbisa dan ukuran nya sebesar pergelangan tangan anak-anak.


Beruntung ular tersebut dengan mudah di taklukan di karenakan Edi dan Yanto adalah salah satu tim DAMKAR terpercaya dan tentu nya mempunyai pengetahuan dan pengalaman di alam liar.


Kepala ular itu pun di tangkap oleh edi Ular itu hanya dapan menggeliat-geliat, lalu langsung saja buntut ular itu di bengkok kan lalu ular itu di lempar kan ke tengah sungai.


"Te.. terimakasih banyak!!" Meri yang ketakutan setengah mati dan hanya dapat menetes kan air mata itu langsung memeluk tubuh Edi.


"Iya sudah lah deek! Tidak apa-apa semua baik-baik saja" sahut edi


"Iya dek kita sebagai manusia wajib membantu satu sama lain" sahut Yanto


Lalu merekapun lanjut melumuri tubuh dengan lumpur sungai sembari berbincang-bincang.


Sebenar nya mereka sudah sangat kedinginan, di karenakan hampir satu jam lebih mereka berada di air, setelah selesai melumuri tubuh dengan lumpu


Edi pun bertanya ke Meri. ...


"Apa tujuan kita memakai lumpur ini?!"


"Hmm ini menurut pengalaman ku. Dulu aku pernah di kejar oleh segerombol zombie ini beruntung nya takdir berkata lain, aku terjatuh di lumpur persawahan pada saat itu. Dan aku sudah pasrah dengan apa pun yang terjadi pada diri ku ini"


"Namun takdir berkata lain dengan ada nya lumpur yang menutupi tubuh ku waktu itu, para zombie itu berhenti mengejar diri ku yang ku sadari ternya aroma tubuh ku telah tertutupi dengan aroma lumpur itu" tutur penjelasan meri.


Edi dan Yanto pun hanya bisa menganguk-ngangkuk.


Setelah selesai melumuri lumpur di sekujur tubuh mereka pun naik ke permukaan dan mereka pun berusaha untuk tidak menimbulkan suara, mereka melewati sekumpulan zombie yang sangat mengerikan, para zombie itu hanya menggerang-gerang layak nya harimau yang kelaparan. Tiba-tiba


Ada salah satu zombie yang mendekati Yanto.


Yanto pun hanya terdiam, zombie itu menatap wajah yanto dengan sengat dekat mereka bertiga pun tak bisa berbuat apa-apa hanya berdiam diri dan menahan rasa takut.


Yanto yang sangat ketakutan pun hampir-hampir saja terkencing dalam celana.


Lalu


Aneh nya para zombie itu pun tidak merespon yanto. Yang di kira mereka yanto juga adalah zombie.


Situasi Saat itu sangat lah mencekam, namun beruntung nya mereka pun berhasil melewati segerombol zombie tersebut.


Sesampai nya di perkebunan dan di hutan mereka langsung mencari beberapa makanan yang dapat di makan. Hari pun mulai petang Setelah merasa cukup mereka pun bergegas untuk beranjak pergi menuju tempat persembunyian meri, yaitu rumah meri.


Namun Sayang cuaca pada saat itu sangat lah tidak mendukung. Guntur bergemuruh bertanda hujan akan turun.


Mereka pun tampak terburu-buru, belum sampai ke tempat tujuan hujan pun turun mengakibatkan lumpur yang menutupi tubuh mereka kini berangsur-angsur menghilang dan mengakibat kan


Beberapa zombie tampak bereaksi.


Padahal pada saat hujan para zombie itu terlihat terdiam seperti patung. Karna pada dasar nya Virus yang mengendali tubuh itu takut terhadap air, namun aneh nya beberapa zombie merespon dengan ada nya Meri, Edi dan Yanto tersebut dan mengakibat kan mereka menjadi panik.


Tampak beberapa zombie mengejar mereka.


Guyuran hujan dan sahut-sahutan Guntur pada saat itu menambah suasana menjadi lebih mencekam.


Beberapa zombie tampak separuh sadar dan semakin banyak pula zombie itu mengepung mereka bertiga.


"Bagaii mana ini?!!" Teriak Edi, yang tampak sedang memikul buah pisang


"Kalo begini kita harus berpencar" sahut meri


Dan di respon Oleh Yanto Dan Edi dengan anggukan


Mereka bertiga pun berlari berpencar


Meri menuju rumah nya


Edi menuju hulu sungai dan Yanto menuju lembah


Dengan cara berpencar ini lah para zombie itu terpecah belah


Setelah dapat mengecoh segerombolan zombie itu meri langsung menaruh perbekalan nya di dalam rumah dan langsung pergi mencari keberadaan edi dan yanto

__ADS_1


Yanto pun sontak respon dengan teriakan meri


"Oooii!!!?" Teriak meri


Dan yanto pun langsung menghampiri meri


"Di mana edi?!" Tanya yanto


"Aku gak tau bang?! Ayo kita cari"


Mereka berdua pun berlari mencari keberadaan edi


Tampak edi yang sedang berusaha melawan beberapa zombie dengan sebatang kayu.


Terlihat kepala zombie yang terbang karna di pukul keras oleh adi sungguh adegan yang menyeramkan.


Lalu yanto pun bergegas membantu edi yang tampak kewalahan dengan banyak nya zombie.


"Ayoo larii!??" Teriak meri


Mereka pun melarikan diri dari segerombol zombie tampak zombie itu pun mengikuti mereka.


"Mereka mengikuti kita!!" Teriak Edi


Lalu langsung di respon Oleh Yanto.


"Pergi lah kalian dulu!!" Yanto stop untuk berlari dan menunggu tiba nya para zombie.


Edi dan yanto pun bingung apa yang di lakukan oleh yanto.


"Merii berhentilah" teriak Edi ke meri


Edi pun berteriak ke yanto


"Hee goblok apa yang lu lakuin haa"


"Udaah kalian lari aja entar gw susul" jawab yanto dengan semangat nya.


Edi pun hanya dapat melanjut kan langkah kaki nya bersama meri. Dan sampai lah mereka di tempat tujuan ya itu rumah meri.


Yang letak rumah nya pass di hujung kampung dan di bagian hulu sungai.


Yanto yang tadi nya mengalahkan perhatian para zombie kini terkepung oleh banyak nya zombie.


Di karenakan hujan telah berhenti


Tampa pikir panjang yanto pun terjun ke dasar sungai yang mengalir deras menuju hulu


Edi dan meri pun terlihat sangat gelisah karna yanto belum kunjung tiba


"Meri kau tunggu dulu di sini aku akan mencari yanto dulu" beri tahu Yanto


"Jangan bang itu sangat berbahaya"


Tiba-tiba


Aahh syukurr lah


Yanto datang tepat waktu di saat edi sudah sangat gelisah dan hampir saja pergi tuk mencari nya


"Kemana kau tadi?!"


"Membuat diri ku gelisah saja"


Kata edi yang tampak gelisah dan seperti emosi.


"Tenang lah sobat, tadi aku hanya mengalihkan para setan itu saja agar tidak mengikuti kita"


"Lalu bagi mana abng bisa sampai ke sini" tanya meri


"Tadi hampir saja aku mati di kepung zombie-zombie setan itu"


"Hanya saja aku teringat pesan mu dek, kalo para zombie ini takut terhadap air dan aku pun memutuskan tuk terjun ke sungai lalu mengikuti aliran sungai ini dan tiba di sini" tutur penjelasan yanto yang berkesan menegangkan.


Betapa kaget nya Edi Dan Yanto di ketika memasuki bagian ruang tengah rumah tersebut, di karenakan tampak dua sosok zombie yang terikat di bagian ruang tengah rumah tersebut.


"Haa aa-apa apaan ini?!" Yanto sentak kaget dan merasa ngeri

__ADS_1


__ADS_2