
Dan merasakan rasa sakit akibat luka hasil carakaran zombie tadi.
Lalu yanto pun merasa bahwa diri nya kini dalam masalah besar, karena ia berfikir bahwa ia telah terinfeksi oleh virus zombie tersebut, dan sebentar lagi diri nya pun akan tewas dan menjadi zombie.
Itu lah yang ada pada benak pikiran yanto pada saat itu.
Meri yang telah mengikat tangan yanto dengan spray itu kini hanya terduduk diam sembari meneteskan air mata dan memegangi tangan yanto . Lalu
"Deek? Sudah lah tidak apa-apa ini sudah suratan takdir, maaf kan abang jika selama pertemuan kita ini abang mempunyai kesalahan terhadap diri mu deek"
Keluh yanto
"Tidak bang! Abang jangan pergi ke mana-mana" sambil menangis
"Aku sangat kesepian di tempat ini" jawab meri sambil terisak-isak dengan raut wajah sedih.
Yanto hanya terpaku melihat keadaan nya dan merasa kasihan terhadap meri, yang di mana dari kecil meri ini telah di tinggal oleh kedua orang tua nya dan berusaha bertahan hidup di kampung zombie ini.
Selang beberapa menit, di mena yanto terfikir sesuatu. Di mana ia ingin tetap hidup dan membantu mencari jalan keluar dari tempat ini untuk keberlangsungan hidup meri, lalu ia memutuskan mengambil suatu langkah yang amat berat bagi diri nya.
Seketika yanto pun berdiri
"Abang mau ke mana?" Tanya meri sambil menghapus jejak air mata nya dan sambil berdiri memegangi tangan yanto.
"Tidak apa-apa dek, abang tahu ini sangat berat bagi kita berdua tapi hal ini akan abang lakukan untuk dek meri, karna abang merasa kasihan terhadap diri mu, abang harap perjuangan abang kali ini akan membuahkan hasil dan semoga dek meri dapat hidup layak nanti di suatu hari"
Dengan sisa-sisa tenaga nya yanto pun pergi dan perlahan melepaskan pegangan tangan meri, ia menuju dapur, entah apa yang akan di lakukan nya
"Abang mau ke mana?"
Tanya meri
"Tunggu di situ"
Lalu Yanto pun mengambil arang di bagian dapur rumah tersebut, lalu ia pun menulis kan pesan singkat di balik peta wilayah tersebut, yang berisi alamat rumah yanto dan ibu nya, lalu sedikit pesan untuk sang ibu yaitu kata maaf karena ia tak dapat kembali pulang, yanto sadar bahwa diri nya tak kan bertahan lama karna ia ingin menggunakan sisa-sisa tenaga nya untuk mencari jalan keluar dari tempat ini dan menyelamatkan diri meri, dia harap jika langkah nya kali ini tidak membuahkan hasil, maka alamat itulah nanti nya akan bisa membantu meri menemukan kehidupan yang layak di kemudian hari.
"Inih. Ini adalah alamat rumah abang dan orang tua abang, jika nanti kau selamat dan berhasil keluar dari tempat ini maka cari lah alamat ini, dan sampaikan lah pesan Abang terhadap ibu abang kelak kau bertemu dia."
Awal nya meri merasa bingung apa yang di maksud dari yanto, karna ia tidak paham apa isi dari tulisan yang di buat oleh Yanto itu, tapi ia berusaha untuk memahami maksud dari yanto tersebut dan menjawab nya dengan anggukan.
Lalu yanto pun memberikan kertas yang berisi peta itu ke meri lalu.
"Tunggu sebentar di sini, jangan dekati abang!"
"Abang mau ke mana?, Apa yang abang lakukan?!"
Tanya meri dengan polos dan dengan raut wajah sedih.
"Abang mohon, tunggu abang di sini, jika abang berubah menjadi zombie sama seperti yang lain nya, tolong jauhi dan tinggalkan diri abang."
Lalu yanto pun bergi menuju dapur rumah tersebut.
Langkah yang di lakukan oleh yanto kali ini sangat lah berat bagi diri nya, namun bagi diri nya hanya itu lah jalan satu-satunya untuk bisa selamat dan bertahan hidup untuk sementara waktu.
Hal Apakah yang akan di lakukan oleh yanto?!
Sesampai nya yanto di dapur
Tiba-tiba!!!
__ADS_1
"Sraakk!!"
"Aarrggg"
Suara yanto yang menahan sakit dan menahan suara nya.
Ternyata yanto telah memutuskan lengan nya yang terluka akibat cakaran zombie tadi, yang di pikirnya bila ia tidak memotong tangan nya itu maka akan berakibat fatal. Jika hal itu tidak di lakukan maka diri nya akan berubah menjadi zombie sama seperti yang lain nya.
Mendengar suara teriakan yanto itu meri pun bergegas menuju dapur dan alangkah terkejutnya meri pada saat itu, ia melihat diri yanto kini telah berlumuran darah dan tergeletak lemah tak berdaya.
Tampaklah sebuah parang yang berkarat, dan tangan yanto yang tergigit oleh zombie tadi kini telah terputus.
Meri pun langsung menghampiri tubuh yanto dan langsung mengencangkan ikatan spray yang terdapat pada tangan yanto bagian bawah ketiak nya itu. Lalu
"Abangg!!"
Meri Meringisan mengucurkan air matanya melihat keadaan yanto, yang telah terkulai lemah tak sadarkan diri.
Meri pun memeriksa nafas yanto, dan syukur nya yanto masih bernafas bertanda yanto masih hidup.
Lalu meri pun membalut lengan yanto itu dengan spray yang terdapat pada rumah itu.
Siang itu tampak mendukung bertanda hujan akan turun.
Lalu dengan kekuatan nya meri pun menarik tubuh yanto yang telah tak sadarkan diri itu, membawa nya menuju ruang tengah rumah tersebut, dan menaruh bantal di kepala yanto lalu menyelimuti nya.
Melihat tubuh yanto yang tak berdaya itu meri pun merasa bingung apa yang harus di lakukan nya.
Meri hanya dapat meneteskan air mata pada saat itu. Lalu meri pun berinisiatif untuk memberi yanto minum. Tidak di sadari Hujan pun turun begitu lebat, lalu meri pun mengambil centong dan menadah air hujan itu lalu memberi minum ke yanto.
Seusai nya meri pun pergi keluar rumah itu dan mengunci rapat rumah itu, tampak nya meri hendak pergi ke rumah nya, ia ingin mengambil perbekalan makanan yang terdapat pada rumah itu dan beberapa kain.
Semampai nya di rumah itu, ia pun langsung mengemasi bahan-bahan makanan dan beberapa persediaan kain serta obat-obatan.
Lalu meri pun berlari menuju letak rumah sebelah yang tampak tidak seberapa jauh, karna di rumah itu terdapat yanto yang sedang terbaring lemas tak berdaya di akibat kan ia telah memenggal tangan nya.
Sesuai itu meri langsung mengganti pakaian nya yang sudah basah kuyup akibat hujan yang begitu deras. Lalu meri langsung membuat api dengan beberapa kayu yang terdapat pada rumah tersebut, tampak ia pun memasak sesuatu entah apa itu.
Sesudah masak meri langsung memberi makanan itu ke yanto. Yanto yang tadi nya terkulai lemah tak berdaya kini di paksa meri untuk duduk sedikit, ia langsung menyuapi makan tersebut yang tampak nya adalah suatu sub sayur-sayuran.
Dengan lemah lembut nya meri pun merawat yanto mengobati luka nya. Sungguh memprihatinkan diri yanto pada saat itu, tampak diri yanto pada saat itu telah banyak kehabisan darah.
Namun beruntung diri yanto tersebut tak bermutasi menjadi Zombie.
Seusai memberi makan yanto dan mengobati luka nya itu, meri pun langsung mengambil potongan lengan yanto yang terletak di bagian dapur rumah tersebut. Dengan sedikit keberanian nya meri pun membungkus tangan yanto yang telah terpenggal dari tubuh nya itu dan mengubur nya tepat di samping rumah tersebut, lalu ia pun membersihkan genangan darah yang begitu amat banyak dan segar.
Yanto yang masih tampak tak sadar kan diri kini membuat prihatin meri, tak sadar meri pun mengucurkan air mata nya, karna ia tahu begitu amat sakit nya hal itu.
Sore pun tiba dengan kewaspadaan nya meri pun mengunci rapat pintu, jendela rumah tersebut dan menutupi beberapa bagian celah rumah. Agar keberadaan mereka tak di ketahui oleh zombie.
Begitu lah hari-hari yang di lakukan oleh meri terhadap yanto ia lah yang mengurus diri yanto yang masih tak sadarkan diri.
Tak sadar lima hari telah berlalu semenjak terjadi nya malapetaka yang menimpa diri yanto.
Kini perbekalan mereka pun tampak berkurang, meri pun berinisiatif untuk mencari beberapa bahan makanan, dengan pengalaman nya hidup di kampung zombie itu meri pun dengan mudah nya mencari dan mengangkut beberapa bahan makanan untuk persediaan mereka.
Setiba nya di rumah tempat persembunyian, meri pun langsung membersihkan diri nya dari lumpur yang menutupi tubuh nya itu, dan langsung menghampiri yanto yang tampak masih tak sadarkan diri itu, tampak meri sedang mempersiapkan makanan dan ingin mengobati luka yanto itu.
Sesudah mengobati luka yanto itu meri pun mengambil secentong sub sayur-sayuran dan memberi nya ke yanto.
__ADS_1
Tiba-tiba tubuh yanto pun terbatuk, tersedak tersadar karna meri yang tadi nya menyesapkan sub ke mulut nya.
Dengan respon cepat meri pun langsung mendudukkan tubuh yanto, beruntung yanto tampak tak apa-apa, akhirnya ia sadar dari koma nya. lalu
"Deek meri"
Panggil yanto dengan lembut nya.
"Iyah abang, syukur lah abang sudah sadar"
Yanto hanya dapat tersenyum lalu tampak lah yanto yang sedang melirik lengan nya yang telah terpenggal itu. Sungguh suasana yang membahagiakan namun turut berduka atas malapetaka yang menimpa diri yanto.
Meri pun melanjutkan suapan sub nya tadi, lalu meri berkata
"Abang sambil makan yah, biyar abang cepat sembuh"
Lalu di jawab dengan yanto dengan anggukan dan
"Terimakasih dek. Terimakasih atas keperdulian mu terhadap abang"
Meri hanya tersenyum sambari menyuapi makan yanto.
Sore pun tiba seusai menyuapi makan yanto kini meri pun tampak berusaha menyalakan api.
Lalu
"Dek sudah berapa lama abang tak sadar kan diri?"
Tanya yanto
"Hmm lima hari"
Lalu yanto melanjutkan pertanyaan nya
"Apa yang dek meri lakukan selama abang pingsan"
"Hmm aku hanya berdiam diri bersama abang di rumah ini, mengobati luka abang dan tadi pagi aku mencari bahan makanan"
Lalu di jawab dengan yanto dengan anggukan.
Malam pun semakin larut akhir nya mereka berdua pun tertidur lelap.
Ke esok kan hari nya hal yang di lakukan meria ia lah membuat makanan dan mengobati luka yanto.
Hanya dengan cara mengalirkan air hangat ke luka yanto itu. Yanto tampak kesakitan namun cara itu lah yang hanya bisa di lakukan.
Sesudah mengobati luka yanto tersebut meri pun lanjut memberi makan yanto.
Sesambil menyuapi makan yanto. Mereka pun tampak berbincang-bincang.
"Dek meri sebelum nya maafkan abang, kalo boleh abang tau siapa nama kedua orang tua mu?"
"Ooo iya, nama bapak ku Karso dan ibu ku Santieko".
"mereka adalah orang yang paling berjasa dalam hidup ku, dan sampai saat ini aku masih mengenang diri mereka"
"Hmm abang. .. apa yang abang maksud dari surat ini?"
Sambil menunjukan peta yang telah di tulis kan suatu pesan di belakang nya oleh yanto kemarin.
__ADS_1